Buku Terbaru: “Aneka Humor dan Teka-Teki Suplemen Penyegar Pembelajaran Bahasa Arab”

Telah Terbit..!!

Buku Terbaru: “Aneka Humor dan Teka-Teki Suplemen Penyegar Pembelajaran Bahasa Arab”

revisi cover

Penulis. : Taufikurrahman
Editor : Mohammad Kholison, Cep Wanda Effendi
Ukuran : ix +137 hlm; 15.5 x 23 cm
ISBN : 978-602-70113-9-7
Cetakan 1: Maret 2017
Harga : @ 42.000
Layanan : SMS/WA: 081 615 640 140
Web : www.penerbitlisanarabi.com

Belajar bahasa Arab itu tidak selalu dengan cara yang menjemukan, duduk di kelas lalu mendengarkan penjelasan guru.

Nah, ada beragam cara mengasyikkan yang bisa dilakukan agar belajar Bahasa Arab tidak terasa membosankan. Salah satunya melalui humor dan teka-teki.

Di buku ini ada puluhan lebih cerita/ humor segar yang bisa membuat kamu tersenyum, bahkan tertawa terpingkal-pingkal. Ditambah, lebih dari 100 teka-teki dalam bahasa Arab yang berguna untuk melatih nalar dan kecerdasan kamu.

Sisi positifnya, secara tidak sadar kamu juga akan mempelajari banyak kosakata (mufradat) dan penggunaan kalimat (tarkib) dalam bahasa Arab. Di samping itu, materi yang disajikan dijamin akan dapat melatih kemampuan nalar, mengasah otak dan kecerdasan berbahasa Arab.

Hhmmm… belajar Bahasa Arab pasti jadi tambah mengasyikkan dan menyenangkan bukan?

Tunggu apa lagi, saatnya kamu mulai memberanikan diri untuk melontarkan teka-teki dan humor sebagai “suplemen” penyegar pembelajaran Bahasa Arab.

Selamat membaca dan tersenyum !!

Read the rest of this entry »

Advertisements

Leave a Comment

“Demam” Raja Salman dan Urgensi Bahasa Arab (Ketika Indonesia #Mendadak Arab)

Selamat-Datang-Raja-Salman-640x419

Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, disambut masyarakat Indonesia dengan penuh suka cita. Di awal kedatangan sang Raja yang membawa 1.500 anggota delegasi, tak kurang 10 menteri dan 25 pangeran, jalan-jalan di sepanjang Kota Bogor dipenuhi warga yang membawa bendera Merah Putih dan bendera Saudi.

Antusiasme masyarakat terlihat dari anak-anak sekolah hingga orang dewasa yang berdiri di pinggir jalan saat menyambut langsung Raja Salman, meski beberapa saat sebelum Sang Raja tiba, wilayah Bogor diguyur hujan deras.

Kedatangan Raja Salman ini memang menjadi momen bersejarah. Setelah 47 tahun, akhirnya raja dari Arab Saudi datang lagi ke Indonesia. Tidak heran kalau masyarakat menyambut pelayan dua kota suci Makkah dan Madinah ini. Aneka baliho dan spanduk bertulis selamat datang dengan bahasa Arab, bahasa resmi Saudi Arabia menjamur dan dipasang di tempat-tempat strategis.

Yang unik dan menggelitik adalah spanduk bertuliskan bahasa Arab yang dibentangkan ibu-ibu saat menyambut kedatangan Raja Salman yang berkunjung ke Istana Kepresidenan di Bogor. Spanduk itu bertuliskan: “Marhaban ya malika Salman. Akhbir ila ro’isinaa Jokowi an yahtamma bi umuri muslimin fi Indunisiya. Wa yakunu qo’iman bil adli wal amanah.” Apa artinya? Ternyata pesan khusus untuk Raja Salman.

Sementara di ruas Jalan Tol Jagorawi Cimanggis, Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad turut memasang baliho selamat datang berukuran sekitar 3×5 meter menyambut Raja Salman. Baliho terbentang dengan tulisan besar berbahasa Arab: “Hamdan lillah ‘alas salaamah ya malikal insaniyyah.”

Tak ketinggalan, di gedung anggota dewan juga tidak jauh beda, politisi dan parpol juga “demam” Raja Salman dengan memasang spanduk dengan tulisan bahasa Arab. Demikian pula media massa cetak dan elektronik meliput habis-habisan “kehebohan” kunjungan Raja bergelar Khadim al-Haramain Assyarifain.

Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Pilpres, Antara Warna dan Makna (Sebuah Catatan Untuk Supremasi Moral)

pilpres 2014

Demam Pemilihan Presiden (Pilpres) agaknya sudah merambah berbagai lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Pilpres kali ini harus diakui lebih menarik dan lebih seru dibanding pilpres terdahulu. Figur-figur yang berta­rung dalam kompetisi pilpres sangat mendongkrak kegairahan masyarakat, karena memang masyarakat Indonesia hanya dihadapkan pada dua pilihan calon presiden-calon wakil presiden. Obrolan di berbagai ruang publik lebih banyak berkisar soal dua ca­pres itu dan bisa berkembang menjadi diskusi panas.

“Keberpihakan” beberapa pe­milik media massa terhadap sa­lah satu pasangan capres mengakibatkan arah pemberitaan dan informasi tidak berimbang, baik terkait pilpres maupun terkait isu-isu penting lain. Per­tarungan opini lebih menonjol ke­timbang pertarungan ide dan ga­gasan.

Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Dandaman Banua, Bukan Rindu Biasa

dandaman

Layaknya induk elang yang kembali sebelum senja setelah pagi meninggalkan sarang karena rindu kepada sang anak, begitupun pada manusia, rindu akan kampung halaman setelah lama merantau adalah suatu keniscayaan.

Rasa dandaman (rindu) terhadap banua (kampung halaman) akan semakin besar ketika berpadu dengan rasa ingin tahu terhadap perubahan apa saja yang sudah terjadi di daerah asal yang ditinggalkan. Dandaman banua tempat kita dibesarkan adalah tanda kecintaan kita yang mendalam.

Merupakan sifat alami pada manusia memiliki kerinduan terhadap tanah kelahiran. Terlebih bagi para perantau, menaruh kerinduan terhadap hiruk pikuk kampung halaman, rindu sawah yang hijau, lapangan sepak bola tempat bermain waktu kecil, rindu suasana sekolah, serta rindu adik kakak dan orang tua merupakan hal yang sangat manusiawi.

“Aku rindu padamu”. Begitu ungkapan seseorang ketika lama tidak berjumpa. Mengungkapkan rasa rindu juga merupakan hal yang wajar saja. Apalagi jika sudah bertahun-tahun lamanya meninggalkan kampung untuk mengadu nasib atau madam ke negeri orang demi mengejar cita-cita, maka tidak heran bila suatu saat kata rindu terucap dari mulut kita.

Read the rest of this entry »

Comments (1)

Jalan Terjal Penulis Buku (Lokal)

royalti buku

Meski ditilik dari segi idealisme, penulis buku diibaratkan pengikat ilmu, penguri-uri pengetahuan dan pengabadi kisah sejati, ternyata problem finansial masih menjadi wacana hangat. Meski bukan masalah penulis lokal saja, juga penulis-penulis besar (nasional maupun luar negeri) yang terus berusaha menjaga idealismenya di hampir seluruh hidup mereka. Kalaupun ada satu dua orang yang sukses (secara ekonomi) –seperti J.K. Rowling dengan Harry Potter-nya– itu tidak menjadi alasan yang memadai untuk menyimpulkan profesi penulis buku sebagai profesi yang menjanjikan.

Betapa tidak, royalti yang diterima para penulis buku di Indonesia rata-rata belum pantas, masih jauh dari “menyejahterakan”. Padahal, seorang penulis buku tak ubahnya manusia biasa yang ingin hidup layak dengan profesi itu.

Seorang teman pernah mengeluh lantaran buku karyanya tentang budaya lokal tidak dihargai dengan pantas oleh pihak penerbit. Jumlah royalti yang diterima teman saya itu hampir sama dengan honor artikel satu kali muat di media massa lokal. Berbagai alasan dikemukakan penerbit. Mulai buku yang kurang laku, biaya cetak yang mahal, potongan untuk distributor, hingga lain-lain.

Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Try Out dan Bimbel, So What Next?

tryout-un

Sebentar lagi siswa-siswi tingkat terakhir dalam suatu jenjang pendidikan, mulai dari kelas VI SD, kelas IX SMP, dan kelas XII SMA/K, sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) yang seyogianya akan dilaksanakan pada bulan April tahun ini. Hiruk pikuknya pun sudah terasa. Tinggal ‘menghitung hari’, UN akan segera berlangsung. Berbagai macam persiapan pun dilakukan. Mulai dari kegiatan Try Out, Simulasi UN hingga Bimbingan Belajar (Bimbel).

Laris manis bak kacang goreng, kegiatan Try Out dan Bimbel dilaksanakan di sekolah-sekolah, mulai di kota kecil maupun di kota-kota besar, baik oleh sekolah, lembaga bimbingan belajar, atau pun LSM pendidikan. Dan intensitasnya belakangan ini semakin dimasifkan. Hal ini dilakukan tentunya agar siswa-siswi yang akan mengikuti Ujian Nasional lebih ‘siap tempur’ dalam mengikuti UN.

Try Out atau sering disebut TO bukanlah hal yang baru bagi siswa, guru atau pun orang tua. TO yang awalnya diadakan oleh lembaga Bimbel, sekarang sudah merambah ke sekolah-sekolah, bahkan pemerintah sendiri ikut serta memprogramkan kegiatan ini, yang biasanya dijadwalkan dua sampai tiga kali sebelum pelaksanaan UN.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pengaruh TO ini cukup besar karena siswa dilatih dan dikondisikan untuk mengerjakan soal dalam suasana seperti UN, baik dalam hal soal, waktu, lembar jawaban (LJK) sampai denah posisi duduk pun sudah ‘disetting’ seperti pelaksanaan UN sesungguhnya, sehingga siswa tidak panik ketika waktu UN tiba. Suasana UN sudah terkondisikan sejak awal.

Memang itulah yang diperlukan oleh siswa selain kesiapan dalam menjawab soal. Selain menguasai kisi-kisi soal (SKL) yang akan diujikan, siswa juga harus dipersiapkan  mental dan spiritualnya untuk menghadapi UN. Ketidaklulusan dalam UN bukan hanya disebabkan siswa tidak bisa menjawab soal atau tidak belajar, tetapi bisa jadi karena panik, perlengkapan yang harus dibawanya ketinggalan atau hal-hal teknis lainnya sehingga konsentrasi siswa terganggu dan tidak fokus dalam mengerjakan soal-soal UN.

Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Menata Banua dengan Cinta

LOVE Banjar

Banjarmasin, banua kita tercinta masih diselimuti segudang permasalahan dan pekerjaan rumah yang datang silih berganti. Mulai dari masalah tata kota, kemacetan, pengelolaan sampah, hingga masalah banjir, dan lain sebagainya.

Selain itu, Banjarmasin juga diakui masih menghadapi berbagai persoalan dalam ruang lingkup pembangunan kota. Masalah-masalah penyelenggaraan pemerintahan meliputi masalah pokok bidang ekonomi, sosial dan budaya, fisik, prasarana, serta birokrasi/ kelembagaan.

Berdasarkan kondisi aktual di atas, proses ‘pembangunanisasi’ perlu melibatkan semua elemen, partisipasi masyarakat, dan stakeholder lainnya. Walikota Banjarmasin harus menjalankan visi dan misi yang dibuat sebelum terpilih menjadi walikota, bercermin pada pelaksanaan pembangunan sebelumnya. Walikota Banjarmasin harus mengambil langkah-langkah konkret dalam penanggulangan masalah-masalah perkotaan yang saat ini membelit banua tercinta.

Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Older Posts »