Archive for June, 2008

Ulama Makin Langka, Umat Islam Nelangsa

(Refleksi Jelang Haul Ke-3 Guru Sekumpul)

Pernah dimuat pada harian Radar Banjarmasin dan Barito Post/ Kamis, 3 Juli 2008, harian Mata Banua/ Jum’at, 4 Juli 2008 dan Kalimantan Post/ Selasa, 8 Juli 2008

Dan sesunggunya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub dan jadikanlah ia, ya Tuhan… hamba yang Engkau ridhai..( Q.S.16. Maryam : 4-5)

Setiap kali terdengar berita tentang wafatnya seorang ulama, betapa setiap dada mukmin pasti bergetar, khawatir kalau-kalau yang patah takkan tumbuh dan yang hilang takkan terganti. Dalam suasana berkabung seperti itu biasanya doa senada Nabi Zakaria di atas rasanya relevan dan seharusnya terdengar lebih nyaring.

Demikian kira-kira gambaran situasi keresahan umat Islam di Kalsel khususnya di Martapura sekarang ini, dilihat dari kacamata keprihatinan akan semakin langkanya ulama.

Kelangkaan ulama selalu diperbincangkan masyarakat banua Banjar, semenjak ulama-ulama di daerah ini satu persatu dipanggil Allah SWT dan yang serasa baru saja dipanggil adalah Al-Mukarram KH.Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang akrab kita panggil Guru Sekumpul, pada hari Rabu 5 Rajab 1424 Hijriyah atau 10 Agustus 2005, tiga tahun lalu. Martapura berduka pada saat itu, betapa tidak seorang putra terbaiknya yang selama ini menjadi panutan, rujukan bahkan “idola” umat telah berpulang ke rahmatullah, menghadap Ilahi Rabbi. Di tengah kelangkaan dan tanda tanya siapa gerangan “pewaris” Sekumpul, hati yang pilu penuh duka cita tak dapat disembunyikan, bahkan hingga kini.

Read the rest of this entry »

Comments (33)

Andaikan Saya Jadi Presiden RI 2009

Saya hanya berandai-andai, bukan sungguh-sungguh ingin menjadi Calon Presiden apalagi menjadi Presiden terpilih di tahun 2009 nanti. Saya tak punya nyali, tak ingin bermimpi apalagi mempersiapkan diri, karena saat ini jangan harap anda akan jadi “kepala negara” kecuali anda punya percaya diri yang tinggi, tampil dengan gagah berani, punya duit bergoni-goni, punya stamina yang tak pernah mati, sibuk beranjang sana anjang sini, dan tebar pesona ke sana ke mari.

Saya juga tak mau jadi Presiden karena saya tidak sampai hati kalau kampanye harus berani tebar janji yang tak perlu ditepati, rajin memberi agar rakyat terbuai dalam mimpi, tampilkan diri seolah orang yang tulus dan baik hati, dengan harapan rakyat akan memilihnya saat Pilpres nanti.

Saya tidak pandai berbuat untuk meyakinkan diri, agar dipilih nanti, melakukan cara dengan memunculkan image diri seolah sangat islami, bisa menunjukkan kesan seolah keluarga yang harmoni, dan menghiasi media massa dengan aktivitas dan foto diri. Saya hanya bisa berandai-andai karena saya tak punya nyali untuk mencalonkan diri, karena saya merasa tidak sanggup melakukan cara-cara tidak etis dan cara tak terpuji, apalagi sampai berdusta dan mengelabui.

Read the rest of this entry »

Comments (3)

Waspada Narkotika di Sekolah

DALAM beberapa tahun belakangan ini, berita tentang narkotika tidak pernah ada habisnya. Penggerebekan, penangkapan, mereka yang harus mendekam di balik jeruji besi akibat penyalahgunaan narkotika dan seterusnya. Peredarannya semakin marak dan meluas dari kota besar ke daerah sekitarnya, dari kalangan menengah ke kelompok paling bawah, dan dari kelompok remaja ke anak-anak.

Penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya itu tentu membawa dampak yang luas dan kompleks. Dari sekian banyak permasalahan yang ditimbulkan sebagai dampak penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif antara lain adalah perubahan perilaku menjadi perilaku antisosial, gangguan kesehatan, menurunkan produktivitas kerja secara drastis, mempertinggi jumlah kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, dan tindak kekerasan lainnya.

Hal ini lebih diperburuk lagi dengan mudahnya terjadi komplikasi medik berupa kelainan paru, gangguan fungsi liver, hepatetis, dan penularan HIV/AIDS karena pemakaian jarum suntik secara bergantian (Dadang Hawari; 2002).

Jumlah korban yang tewas setiap harinya akibat mengonsumsi narkoba mencapai 41 orang atau setahun sekitar 15.000 orang (mayoritas remaja) Indonesia tewas karena penyalahgunaan narkotika Dalam kata lain, penyalahgunaan narkotika membawa pada kematian yang mengenaskan dan sia-sia.

Read the rest of this entry »

Comments (7)

Membangun Daya Kritis Warga Banua

Secara teoritis, sistem nilai dan budaya masyarakat akan ikut berpengaruh terhadap sikap dan perilaku politik yang ditampilkan masyarakat itu sendiri. Dari hal seperti inilah kemudian dikenal istilah budaya politik (politic culture) yang dianut oleh suatu bangsa dan komunitas masyarakat tertentu. Budaya politik inilah yang membentuk sikap dan perilaku politik masyarakat, baik dalam menentukan pilihan maupun mengambil keputusan. Cita-cita, harapan, dan keinginan dalam percaturan politik di negeri ini mencerminkan hal tersebut.

Perilaku politik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita hari ini tidak terlepas dari peran partai politik yang ada dan juga para politisi kita yang merupakan tokoh yang menjadi contoh bagi masyarakat. Peran partai politik yang berlangsung saat ini memang dirasakan kurang berjalan secara maksimal. Partai politik tidak mampu melakukan transformasi nilai-nilai pendidikan politik bagi masyarakat. Masyarakat hanya dijadikan objek kepentingan yang ada di dalam partai politik tersebut. Tidak beda halnya dengan tokoh-tokoh politisi yang ada.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati di beberapa kabupaten di Kalsel diharapkan mampu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat banua. Bukan hanya perubahan pada fisik daerah saja akan tetapi mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik akan pola tingkah laku masyarakat dalam menentukan pilihannya.

Read the rest of this entry »

Comments (4)

Upaya Meningkatkan Sektor Pariwisata Kalsel

Catatan dari Festival Budaya Pasar Terapung 2008 [21-22 Juni 2008]

Industri pariwisata merupakan sektor yang memberi harapan besar bagi pengembangan ekonomi di banyak negara sehingga sektor pariwisata memegang peranan penting dalam produk domestic bruto (PDB). Selain itu, sektor pariwisata juga dianggap memiliki efek ganda dan dapat menggerakan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat. Namun demikian, negara kita termasuk Kalimantan Selatan tidak mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan yang dominan, padahal potensi kita sangat besar.

Pariwisata kita sangat jauh tertinggal dengan negara tetangga, peningkatan kunjungan wisata pada beberapa negara tetangga jauh lebih tinggi dari pada apa yang kita peroleh. Pada tahun 1991, jumlah wisatawan yang mengunjungi Malaysia, Singapura, dan Thailand adalah sekitar 5 sampai 5,5 juta pengunjung, dua kali lebih besar dari pada Indonesia. Sementara pada tahun 2005, Malaysia mendatangkan 15 juta wisatawan, sedangkan Indonesia hanya bisa mendatangkan 5 juta wisatawan.

Mengingat potensi sektor pariwisata yang begitu besar terhadap perekonomian, mestinya pariwisata dijadikan sebagai salah satu prioritas untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan, apalagi potensi pariwisata Kalsel tidak kalah, khususnya jika dibandingkan dengan daerah lain. Kalsel memiliki beragam potensi wisata, mulai dari pantai, hutan, pegunungan, sampai wisata religi dengan situs-situs sejarah yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat tujuan wisata yang menarik. Di samping itu, dengan beragam budaya daerah, Kalsel juga sangat potensial dikembangkan sebagai tujuan wisata budaya, wisata religius, maupun wisata kuliner.
Read the rest of this entry »

Comments (8)

Urang Banjar dan Tirani “Kebebasan”

Pernah dimuat pada harian Radar Banjarmasin/ Sabtu, 21 Juni 2008

Seorang kawan pernah bercerita tentang seorang kenalannya yang berkewarganegaraan asing. Kabarnya ia lebih senangnya memilih tinggal di Banjarmasin ketimbang di negaranya. Apa pasal? Bukankah di negara asalnya segala sesuatu serba tersedia. Masyarakatnya jauh lebih terpelajar dan modern. Kemudahan hidup dengan berbagai penunjang teknologi tingkat tinggi bisa ditemui di mana-mana. Pelayanan terhadap masyarakat pun jauh lebih berkualitas.

Sang bule hanya menjawab, karena di Banjarmasin dia bisa bebas “melakukan apa saja”. Tanpa adanya berbagai macam larangan yang berkaitan dengan disiplin hidup, dan tentunya tanpa semua denda berlipat yang mengikutinya.

Mendengar cerita ini muncul sebuah kegelian sekaligus keprihatinan. Bagaimanapun juga menjadi sebuah hal yang ironis, ada seseorang yang lebih “cinta” banua kita dengan alasan yang justru membuat daerah kita memiliki kelebihan dibanding negaranya sendiri. Berbeda dengan alasan pemungutan pajak yang lebih rendah misalnya, yang mungkin relatif bisa diterima.

Keprihatinan yang muncul tentunya apabila kita mencoba merefleksikan alasan “kebebasan hidup” yang ia kemukakan dengan kondisi faktual di banua kita. Tanpa berusaha mengaitkannya dengan era reformasi, memang harus kita akui di daerah ini kita benar-benar bisa hidup dengan “bebas” dalam arti yang sebebas-bebasnya.

Read the rest of this entry »

Comments (3)

MTQ, Upaya Membumikan Al-Qur’an

Al-Qur’an dipahami secara umum sebagai verbum dei (kalam Allah) merupakan petunjuk yang harus diterjemahkan dalam kehidupan manusia. Jaminan keselamatan dan kebahagian adalah garansi mutlak bagi siapa pun yang mengikuti dan mengamalkannya. Tentu doktrin ini akan selalu dilestarikan oleh umat Islam dengan berbagai cara yang tujuannya untuk mengeksiskan al-Qur’an sepanjang zaman. Dari berbagai cara yang dilakukan setidaknya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) baik mulai tingkat kecamatan sampai internasional adalah salah satu altenatif memasyarakatkan al-Qur’an.

Dalam kaitan ini, merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Propinsi Banten yang menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-XXII yang dilaksanakan 17-24 Juni 2008. Acara MTQ tersebut diharapkan adalah untuk kembali “melangitkan” kesadaran “membumikan” al-Qur’an kepada seluruh lapisan masyarakat yang sudah banyak tidak perduli dengan pedoman hidupnya sendiri.

Bahkan, di era modern dewasa ini terjadi pergeseran nilai-nilai yang dianut umat Islam. Semangat untuk menjadikan al-Qur’an acuan hidupnya mulai redup untuk tidak mengatakan hilang dengan hantaman peradaban global yang menyeret umat Islam hampir pada seluruh lapisan tidak simpati terhadap al-Qur’an. Hal ini diindikasikan dengan banyaknya umat islam tidak pandai membaca al-Qur’an padahal tempat untuk belajar atau media dan fasilitas serba lengkap untuk bisa mengetahui al-Qur’an.

Read the rest of this entry »

Comments (4)

Older Posts »