Archive for May, 2010

Tanah Banjar Menyongsong Pilkada

Pilkada langsung atau pesta demokrasi di Kalimantan Selatan Insya Allah akan digelar pada 2 Juni 2010. Ini adalah tonggak demokrasi terpenting di Tanah Banjar. Tonggak ini merupakan kelanjutan dari proses pemapanan demokrasi yang telah dibangun dalam skala nasional melalui pelaksanaan pemilu sebelumnya, terutama pemilu 1999, 2004 dan 2009.

Potret keberhasilan menyelenggarakan pemilu tahun 2009 yang relatif lancar dan aman, tidak otomatis akan terjadi pada pilkada. Sejumlah daerah konflik dan daerah pemekaran merupakan daerah yang perlu diwaspadai, meskipun daerah lain yang selama ini terkenal adem ayem juga diprediksi akan meningkat “tensinya“. Merebaknya konflik yang terjadi di daerah yang sebelumnya aman, seperti di Jawa Timur merupakan realitas bahwa sumber konflik tidak hanya bermuara pada persoalan primordial atau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagai mana yang dicemaskan selama ini, tetapi juga hal-hal lain.

Hal ini membuktikan bahwa masyarakat di satu sisi semakin kritis dalam menyuarakan aspirasinya, tetapi di sisi lain juga menunjukkan bahwa sumber-sumber konflik semakin meluas. Faktor-faktor sosial ekonomi, moralitas, dan kemampuan calon kepala daerah juga semakin menjadi ukuran dalam memilih kandidat. Ini menunjukkan sebuah kedewasaan dan kemantapan masyarakat dalam berdemokrasi.

Oleh karena itu, titik fokus antisipasi pemerintah, terutama aparat keamanan tidak boleh berkutat pada persoalan primordial atau SARA. Ketakutan atau phobia terhadap aspek primordial atau SARA yang berlebihan justru kontraproduktif terhadap upaya membanguan jalinan integrasi nasional yang sangat dibutuhkan dalam membangun sikap saling pengertian dan percaya selama proses pilkada.

Sekarang ini masyarakat, khususnya masyarakat Kalsel semakin dewasa dan pintar dalam berdemokrasi. Setidaknya itu yang ditunjukkan selama Pemilu 2004 dan 2009. Inilah modal yang harus dipelihara dan jangan sampai dirusak oleh agenda lain yang tidak ada hubungan dengan proses pilkada di Tanah Banjar. Masyarakat daerah ini yang semakin mapan dalam berdemokrasi itu akan semakin mantap melaksanakan pilkada jika semua pihak, terutama dari elite politik dan tokoh-tokoh masyarakat, mempunyai kesamaan tekad untuk mewujudkannya. Pilkada harus dimaknai sebagai ikhtiar terbaik dari masyarakat lokal untuk memilih pemimpin daerahnya secara demokratis agar terpilih pemimpin yang berkualitas, jujur dan professional dalam mengemban tugasnya. Tugas terpenting kepada daerah adalah memberikan pelayanan dan jasa publik terhadap warganya secara cepat, layak, dan adil.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Leave a Comment

Menyikapi ”Everybody Draw Mohammed Day”


Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.(QS. Fusshilat: 34)

Pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW rupanya tak berhenti. Munculnya film dokumenter ”Fitna” karya seorang anggota parlemen sayap kanan Belanda, Greet Wilders pada tanggal 13 Februari 2008 lalu di harian Jylliands-Posten Denmark, telah menambah catatan hitam kasus penghinaan terhadap Islam yang dilakukan pihak non-Muslim ke hadapan publik.

Penghinaan yang menyita perhatian publik juga pernah terjadi pada tahun 1988 oleh Salman Rushdie dengan novelnya yang berjudul “The Satanic Verses” (Ayat-ayat Setan). Dalam novel ini ia menggambarkan Muhammad sebagaimana mitos yang berkembang di Barat.

Muhammad diceritakan sebagai seorang penipu ulung, hanya berambisi politik, seorang bernafsu yang menggunakan wahyu-sahyu sebagai lisensi untuk mendapatkan sebanyak mungkin perempuan yang diinginkannya. Sehabat-sahabat awal juga dilukiskan sebagai orang-orang yang tidak berguna. Judul “Ayat-ayat Setan” juga merupakan pencemaran terhadap integritas al-Qur’an yang dianggap tidak mampu membedakan antara yang hak dengan yang bathil. Lagi-lagi kasus ini tidak jelas ujungnya, meski Imam Ayatullah Khomeini telah memfatwakan untuk menghukum mati Rushdie. Bahkan, saat ini novel tersebut sedang dipersiapkan untuk menjadi drama di Jerman. Jelas hal ini memicu kemarahan umat Islam dan mengingatkan kembali pelecehan yang dilakukan kolumnis Inggris asal India itu.

Umat Islam di seluruh penjuru dunia kembali terperangah, ketika sebuah lomba menggambar sketsa nabi Muhammad SAW digelar di Facebook. Meski menuai protes dari jutaan kaum muslim di seluruh dunia, tapi event tersebut tetap dibiarkan berlangsung di dalam situs jejaring sosial itu.

Bahkan, berdasarkan pantauan terakhir, jumlah pesertanya telah menembus angka 15 ribu. Seperti diketahui, sebuah grup bertajuk Everybody Draw Mohammed Day muncul di Facebook sejak 25 April 2010 yang menggelar kompetisi menggambar sketsa Nabi Muhammad SAW pada tanggal 20 Mei 2010 dan diperpanjang hingga 31 Mei 2010.

Menyikapi persoalan ini, akankah umat Islam melawan atau malah memilih diam?

Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Catatan dari MTQ Nasional XXV di Marabahan

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXV Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan sukses digelar di Kota Marabahan, ibu kota kabupaten Barito Kuala pada tanggal 8 – 15 Mei 2010. Sebuah kehormatan sekaligus berkah yang besar untuk menjadi tuan rumah ajang MTQ Nasional. Segenap warga Marabahan patut berbangga karena daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.

Meriahnya sambutan masayarakat dan selalu besarnya minat para peserta dalam setiap kali penyelenggaraan MTQ, tentu sangat membesarkan hati, karena merefleksikan betapa cintanya masyarakat Kalsel terhadap kitab suci Alquran.

Bagi umat Islam khususnya, MTQ tidak hanya menjadi cermin kesalehan spiritual, tetapi lebih dari itu amat kental dengan gambaran aktivitas sosial keagamaan. Ini tergambar saat hampir seluruh komponen umat terlibat dalam kegiatan secara tulus dan memfungsikannya sebagai wahana syiar Islam yang diracik dengan aroma kebudayaan lokal yang Islami.

Singkatnya, MTQ menjadi program nasional yang benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dan pada tataran tertentu menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan di bidang keagamaan. Di sisi lain, penyelenggaraan MTQ, terutama pada level regional telah membangkitkan gairah dan motivasi yang kuat bagi generasi muda untuk senantiasa memelihara kesucian dan meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci Alquran lewat pembudayaan membaca, menghafal, memahami, serta berupaya mengamalkan isi dan kandungannya dalam kehidupan yang sesungguhnya, baik sebagai individu maupun sebagai warga negara.

Read the rest of this entry »

Leave a Comment