Archive for December, 2013

Jalan Terjal Penulis Buku (Lokal)

royalti buku

Meski ditilik dari segi idealisme, penulis buku diibaratkan pengikat ilmu, penguri-uri pengetahuan dan pengabadi kisah sejati, ternyata problem finansial masih menjadi wacana hangat. Meski bukan masalah penulis lokal saja, juga penulis-penulis besar (nasional maupun luar negeri) yang terus berusaha menjaga idealismenya di hampir seluruh hidup mereka. Kalaupun ada satu dua orang yang sukses (secara ekonomi) –seperti J.K. Rowling dengan Harry Potter-nya– itu tidak menjadi alasan yang memadai untuk menyimpulkan profesi penulis buku sebagai profesi yang menjanjikan.

Betapa tidak, royalti yang diterima para penulis buku di Indonesia rata-rata belum pantas, masih jauh dari “menyejahterakan”. Padahal, seorang penulis buku tak ubahnya manusia biasa yang ingin hidup layak dengan profesi itu.

Seorang teman pernah mengeluh lantaran buku karyanya tentang budaya lokal tidak dihargai dengan pantas oleh pihak penerbit. Jumlah royalti yang diterima teman saya itu hampir sama dengan honor artikel satu kali muat di media massa lokal. Berbagai alasan dikemukakan penerbit. Mulai buku yang kurang laku, biaya cetak yang mahal, potongan untuk distributor, hingga lain-lain.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Leave a Comment