Archive for December, 2008

De Javu di Tahun yang Baru

deja-vu21

Waktu terus berputar seperti jarum jam. Selamat datang tahun 2009: tahun (yang) baru. Ramai-ramai kita merayakannya dengan gembira, masing-masing dengan tingkah-polahnya: pawai, plesiran, mencari peruntungan lewat ramalan, bikin resolusi akhir tahun, atau adapula yang menyampaikan doa dengan khidmat. Orang-orang berucap: semoga setahun ke depan hidup lebih baik, rejeki bertambah, tercukupi sandang pangan, kemiskinan berkurang, dan tak ada lagi bencana.

Suatu kewajaran bila kita berharap sesuatu yang lebih baik di tahun depan. Hanya saja kita juga mesti tabah, karena harapan-harapan kita itu lebih sering terbang begitu saja entah kemana. Hilang diterpa angin puting beliung, dihanyutkan banjir, dan tertimbun tanah longsor. Betapa seringnya apa yang kita angankan dan kita pikirkan jauh di atas kenyataan apa yang kita dapatkan.

Bukankah tahun baru setahun yang lalu, kita juga pernah berucap hal sama seperti kali ini. Bahkan di tahun baru setahun sebelumnya lagi juga begitu. Tahun baru 10 tahun yang lalu sepertinya begitu juga. Harapan-harapan yang kita ucapkan tak beranjak dari yang itu-itu saja. Kalau begitu mungkin tahun depan kita juga akan mengucapkan harapan yang sama seperti tahun ini.

Kita masih berada di “Ruang” yang sama namun dalam perentangan waktu yang berbeda. Ruang itu bernama Indonesia. Sebuah wilayah geografis yang terbatas dan punya batas. Yang masih banyak kemiskinan di dalamnya, yang masih penuh dengan ketimpangan, yang penuh dengan kondisi keterbelakangan. Karena setiap tahun masalah yang kita hadapi tak beranjak dari persoalan yang itu-itu saja, maka harapan dan doa yang diucapkan hanya pengulangan tiap tahun saja.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Comments (19)

Ikhlas Beramal; Antara Tantangan dan Kinerja (Refleksi Jelang HAB Depag Ke-63)

logo-depag1

Departemen Agama (Depag) merupakan salah satu dari departemen pemerintah setingkat menteri yang mempunyai simbol atau slogan “Ikhlas Beramal”. Slogan ini mengisyaratkan bahwa Depag hendak menjadikan dirinya sebagai departemen yang berbakti kepada bangsa, negara dan Tuhan secara maksimal dengan tanpa memikirkan imbalan dan pujian dalam menjalankan tugasnya. Harapan ini seiring dengan istilah dalam slogan ideal yang bernuansa agamis, yakni Ikhlas Beramal.

Disamping itu Depag juga menggunakan istilah dalam setiap hari ulang tahunnya dengan nama HAB (Hari Amal Bakti). Istilah ini mengindikasikan amal adalah perbuatan yang bernuansa positif, sedangkan bakti merupakan bentuk pengabdian pelayanan seseorang pada orang lain dalam komunitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara ikhlas.

Ikhlas dalam etimologis bermakna murni, tidak tercampur, bersih, jernih, bebas, terhindar, selamat dari keburukan (Kamus al-Munawwir: 388). Dalam terminologi ikhlas adalah suatu perbuatan hati yang dapat mendekatkan diri pada Allah Swt dengan menjauhkan diri dari perasaan pamer.

Menurut Sahal, ikhlas adalah adanya konsistensi perbuatan seseorang hanya pada Allah semata (Ihya Ulumiddin: 369). Ibrahim bin Adham mendefinisikan ikhlas adalah kebenaran niat (dalam hati) karena Allah Swt (Ihya Ulumiddin: 369).

Imam Ghazali menegaskan lagi, ikhlas dalarn dimensi tauhid adalah antonim dengan kata syirik (Ihya Ulumiddin: 367). Ini dapat diartikan apabila seseorang dalam menjalankan sesuatu tidak ikhlas maka dapat dikategorikan orang yang rnenyekutukan Allah Swt (musyrik).

Read the rest of this entry »

Comments (15)

Tahun Baru Hijrah Momentum Bermuhasabah

islamic04

Maha suci Allah yang telah menciptakan sistem siklus kehidupan, malam berganti siang, hari berlalu menyusun minggu, hitungan bulan membentuk tahun. Tahun baru 1 Muharram 1430 Hijrah kini tiba. Berbagai acara digelar untuk menyambutnya, seperti seminar, Tablig Akbar, diskusi dan lain sebagainya.

Tahun baru Islam adalah momentum yang baik sebagai sarana untuk melakukan introspeksi diri muhasabah atau evaluasi diri, sejauh mana keinginan kita untuk menemukan dan memperbaiki berbagai kekurangan kita di masa lalu serta sejauh mana waktu dan kesempatan yang telah diberikan oleh Allah SWT dalam mengarungi kehidupan ini untuk dimanfaatkan dan lebih bermakna, berkaitan dengan hubungan manusia dengan Sang Khalik maupun antara manusia dengan sesama manusia serta alam semesta.

Pergantian tahun terkadang begitu saja berlalu, tanpa sedikitpun memberikan kesan dan pelajaran. Seolah-olah hidup tak lebih dari sekedar menikmati hak yang diberikan Allah SWT, tanpa nilai tanpa tanggungjawab.Betapa banyak peluang yang terbuang. Betapa banyaknya waktu berlalu tanpa nilai. Maha benar Allah dalam firman-Nya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan menatapi kesabaran,” (QS.103:1-3).

Sejauh apa pun waktu ke depan, jauh lebih dekat daripada satu detik yang lalu.Karena waktu yang berlalu walaupun satu detik tidak akan bisa dimanfaatkan lagi dan tidak pernah kembali.Ia sudah jauh meninggalkan kita.Begitupun dengan berbagai kesempatan yang kita miliki. Kalau kesempatan itu lewat maka hilanglah sudah momentum yang bisa diambil, karena belum tentu kita bisa berjumpa pada hari esok.Kalau kita menganggap remeh sebuah ruang waktu, sebenarnya kita sedang membuang sebuah kesempatan. Kalau pergi, kesempatan tidak akan kembali. Ia akan pergi bersama berlalunya waktu.

Read the rest of this entry »

Comments (3)

Bangga Menjadi Guru Madrasah Go-Blog

baby_computer

Bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa saya adalah guru “goblog” yang mengajar blogging. Saya adalah guru madrasah yang mengajar bahasa Arab, yang kebetulan sudah setengah tahun ini belajar ngeblog. Bagaimana asal-usulnya saya bisa ngeblog? Pada awalnya saya mencari media yang pas untuk menyalurkan sedikit bakat menulis agar tidak basi setelah saya tua nanti.

Mumpung saya lagi bersemangat sekali, saya sebut sekalian diri ini sebagai blogging-teacher atau guru yang suka ngeblog. Ini adalah kebiasaan yang “malaini” dari yang lain, terutama di madrasah tempat saya mengajar. Hanya segelintir guru yang sudah memiliki ketrampilan blogging secara meyakinkan.

Memunculkan karya tulis secara konsisten dengan variasi pembaca yang entah berapa jumlahnya, pastilah akan meningkatkan daya nalar yang tidak boleh ketinggalan zaman (out up date). Saya bangga karena saya tidak termasuk guru yang ‘gaptek’ dan ‘koler’ menulis. Malah ada teman guru dari Kotabaru, Zainal Muttaqin, yang mengomentari profil saya dalam blog. Katanya, “untuk level guru madrasah di Kalsel, kemampuan sampeyan menulis saya kira masih belum ada tandingannya bung Taufik. Tinggal nunggu tulisan-tulisan sampeyan diterbitkan saja lagi. Seharusnya ada sponsor yg berani modalin tuh… “ hehe

Lalu, ada Ogi Fajar Nuzuli yang menyemangati, “Salut atas kreativitas pian sebagai guru, sekaligus bloger…he…he… Terus berjuang pendidikan kita masih memerlukan urang-urang kaya pian-pian ini.” Siti Fatimah Ahmad, dari Malaysia unjuk salam, “Selamat berkenalan dan semoga ukhuwwah persaudaraan Islam akan berpanjangan. Senang dapat mengenali saudara yang sama corak rasa pemikiran, gaya ketrampilan dan perjuangan yang bersendikan kurnia anugerah Allah ini. Harap sama-sama dapat manfaat ilmu dari perjuangan ini”.

Read the rest of this entry »

Comments (27)

Banjarmasin, Menuju Kota Necropolis? (Refleksi Akhir Tahun)

kota-mati

Banjarmasin terus berbenah menata diri. Realitas yang dilihat saat ini pesatnya pertumbuhan kota banyak membawa dampak positif bagi kota Banjarmasin, namun ada sisi yang terlupakan dalam pertumbuhan dan kemajuan kota Banjarmasin.

Kalau kita mau jujur, proses pembangunan visualisasi kota, sebenarnya mulai menggiat dan berkembang pesat mulai lima tahun kebelakang, terutama pendirian berbagai pusat-pusat perbelanjaan, mall dan ruko di berbagai sudut Kota Banjarmasin. Pokoknya, secara singkat dapat dikatakan kalau pembangunan visualisasi kota ini identik dengan bentangan bangunan-bangunan “wah” dan prestisius.

Ironisnya, kota yang menyandang predikat sebagai “Kota Seribu Sungai” itu, saat ini seolah telah hilang “nyawa”. Salah satu penyebab ialah tidak konsistennya para pengambil kebijakan di Kota Banjarmasin dengan rencana tata ruang kota yang telah disepakti pada awal perencanaan pembangunan Kota Banjarmasin itu sendiri.

Read the rest of this entry »

Comments (7)

Tahun Baru dan Semangat Pemberantasan Korupsi

palu-hakim

Tahun Baru 2009 sudah di pelupuk mata kita. Harapan-harapan yang terpendar-pendar sudah menganga dalam diri kita masing-masing. Dua belas bulan ke depan akan menjadi ”ajang pertarungan” yang sangat sengit dalam menemukan jati diri kita di tengah gemuruh masyarakat modern yang semakin supersibuk ini.

Pencanangan semangat pemberantasan korupsi dalam momentum Tahun Baru sekarang ini harus direfleksikan kembali. Namun pemberantsan korupsi, tidaklah cukup sebuah wacana saja yang dideklarasikan di hadapan publik, tetapi harus direalisasikan dalam tindakan konkret yang dapat dilihat masyarakat.

Read the rest of this entry »

Comments (5)

Kebudayaan Banjar dan Globalisasi

budaya-banjar

Kegelisahaan utama berbagai kelompok masyarakat di belahan dunia mana pun adalah bagaimana mempertahankan identitas jati dirinya. Bagaimana suatu suku bangsa memelihara dan menjaga kelestarian nilai-nilai adiluhung yang diwariskan sehingga identitas tetap eksis di antara suku bangsa lain.

Persoalan-persoalan seperti itulah yang menantang saya ketika merenungkan kebudayaan Banjar. Satu problem yang menjadi sorotan utama adalah bagaimana merevitalisasi nilai-nilai adiluhung kebudayaan Banjar, di tengah tantangan yang semakin krusial seiring dengan menguatkan arus globalisasi.

Globalisasi merupakan suatu proses mempersatukan manusia sejagat. Kini dunia menjadi semacam global village, desa dunia. Jarak antara satu tempat dengan tempat lain diperpendek dengan teknologi informasi. Dunia terasa semaakin sempit. Hampir tidak ada lagi bagian dunia yang hidup terpencil.

Read the rest of this entry »

Comments (5)

Older Posts »