Archive for July, 2010

Pendidikan Karakter di Era Digital

Maraknya kasus penyebaran video asusila yang melibatkan kalangan selebriti melalui jaringan internet dan penyalahgunaan jejaring sosial seperti facebook menghinggapi kalangan anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Tak kurang Depkominfo pun bereaksi dengan rencana membuat aturan yang membatasi kebebasan para pengguna media digital tersebut. Protes dari publik pun tak terhindarkan.

Tak ada teknologi apalagi aturan yang mampu membendung derasnya arus informasi di era digital ini. Setiap temuan baru selalu mengandung sisi terang (manfaat dan kemudahan) sekaligus sisi gelap (kejahatan). Mulai dari yang paling primitif ketika manusia menemukan api, banyak hal bisa dimanfaatkan dari energi yang dikandung oleh api, tetapi peperangan juga menggunakan api untuk memusnahkan. Demikian juga dengan teknologi digital yang makin canggih, tentu di situ pun terkandung hal-hal negatif yang bisa disalahgunakan (cyber crime).

Bagaimana anak-anak bisa survive di era digital ini? Karena tidak mungkin menghapus sisi gelap yang dibawa oleh teknologi informasi sekarang ini. Anak-anak lahir ketika dunia sudah dikuasai oleh teknologi digital sehingga mereka biasa disebut ”penduduk asli” dalam masyarakat digital sekarang ini (digital native), sedangkan kita (orang dewasa) justru sebagai ”penduduk pendatang” (digital immigrant) karena kita lahir sebelum dunia dibentuk oleh teknologi digital.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Comments (3)