Kandangan; Menuju Kota Religius (Sahibar Harap untuk Hari Jadi Kabupaten HSS)

tugu kandangan

Kandangan, sebuah kota legendaris dengan bentangan sejarah yang cukup panjang. Kota yang terkenal dan begitu familiar di telinga para traveler, fotografer, petualang atau penikmat kuliner. Semua yang ada di Kandangan ibarat ‘studio alam’ fotografi, surga petualangan yang menawarkan keindahan dan memacu adrenalin, serta food court yang begitu luas bagi penikmat kuliner tradisional.

Berjuta pesona yang “luar biasa” siap menyambut Anda para pencari surga eksotisme alami, perpaduan keindahan daerah pegunungan dan rawa berpadu dengan keelokan sungai yang asri menjadi awal perjalanan Anda menapaki satu persatu pesona karunia Tuhan Yang Kuasa tersebut.

Kandangan, ibukota kabupaten Hulu Sungai Selatan ini pada tanggal  2 Desember 2012 genap berusia 62 tahun. Beragam generasi silih berganti melampaui tahun dan beribu hari menyusul hari esok mendiami bumi Antaluddin dengan segala dinamika yang bergelut di dalamnya.

Seiring zaman, kota Kandangan kini berkembang tidak lagi sekedar kota penghubung, namun ditahbiskan sebagai pusat pembangunan banua enam plus pegunungan, rawa dan perkotaan. Sebagai kota kabupaten, Kandangan tumbuh dengan ditunjang berbagai fasilitas dan sarana yang mendukung.

Proses pembangunan visualisasi kota nampak semakin menggiat dan berkembang pesat, terutama renovasi pasar Kandangan sebagai pusat perbelanjaan, terminal kota, rumah sakit, tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas vital lainnya. Berbagai market center berlomba hadir, ruko-ruko bermunculan di berbagai sudut kota, demikian halnya berbagai kompleks hunian dan perumahan semakin menjamur menyemarakkan geliat kota Kandangan.

Seiring pesatnya pertumbuhan kota Kandangan, tersirat sekian pertanyaan, seperti apakah banua kita Kandangan kelak? Atau bagaimana kota Kandangan masa depan yang akan diwariskan pada anak cucu kita? Pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, namun bukan berarti sulit untuk dicarikan jawabannya.

Penting disadari bahwasanya pembangunan tidak saja berwujud fisik semata, tetapi bagaimana pembangunan dapat mengangkat harkat dan martabat manusia. Kebutuhan utama masyarakat kota harus terakomodasi dan dapat tinggal dengan nyaman. Semua gerak pembangunan yang dilakukan mesti berlandaskan kearifan lokal dengan tidak mencabut sejarah, nilai-nilai luhur yang ada, atau tak menghilangkan jati diri sebagai urang banua.

Agar tetap bercorak kultural maka pembangunan fisik kota hendaknya jangan sampai menghilangkan situs-situs bersejarah atau menghancurkan bangunan yang bernilai historis. Kandangan bercorak kultural berarti pula bahwa nilai-nilai budaya Kandangan harus tetap dipertahankan, bukan sekedar pelestarian budaya khas daerah tetapi juga nilai budaya yang menjadi anutan dalam berbuat atau bertindak seperti budaya“rakat mufakat”, “gawi manuntung” dan nilai kearifan budaya lokal lainnya.

Kota Religius dan Manusiawi

Kandangan yang dibangun harus dijiwai pula dengan nilai religius yang merupakan identitas utama masyarakat Kandangan. Disadari, keberkahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa akan hadir di kota ini jika masyarakatnya beriman dan bertaqwa. Sebaliknya, laknat dan murka dari-Nya apabila kemaksiatan dan kebobrokan moral semakin menjamur di kota tercinta ini.

Oleh karenanya, pemerintah kota jangan terlalu toleran mengejar kepentingan ekonomi, tetapi mengesampingkan nilai-nilai subtansial berupa nilai religius dan moralitas. Kandangan harus menjadi kota yang bermartabat yang tercermin dari sikap dan moralitas warga banuanya. Pembangunan bidang keagamaan harus mendapat prioritas dan tidak sekedar ‘seremoni’ atau ritual, tetapi harus membumi dan menjadi kultur urang Kandangan.

Pembangunan perkotaan harus dilaksanakan secara terpadu, memberdayakan sektor terkait serta memberikan pelayanan optimal pada publik banua. Pembangunan kota Kandangan bukan hanya tampilan fisik saja, tetapi yang lebih penting adalah kualitas kehidupan (quality of live) seluruh warga kota, dalam pengertian  tercapainya kesejahteraan lahir dan batin, duniawi dan ukhrawi.

Karena itu, selain pertumbuhan, strategi pengembangan unsur-unsur kualitas hidup yang berkeadilan hendaknya senantiasa menjiwai kebijakan pemerintah kota. Pembangunan jangan hanya menyisakan penderitaan bubuhan masyarakat pinggiran, termarjinalnya pengusaha kecil atau semakin menjauhkan akses masyarakat menikmati hak-haknya sebagai warga banua.

Paradigma pembangunan kota Kandangan hendaknya berorientasi pada pembangunan manusia dan kotanya. Dengan kata lain, pembangunan perkotaan jangan hanya bertumpu pada pemerintah kota semata tetapi yang terpenting mendorong peran serta masyarakat untuk terlibat secara aktif. Saatnya pemerintah kota memberdayakan seluruh potensi masyarakat Kandangan dalam menyukseskan program pembangunan kota Kandangan. Namun disisi lain, masyarakat juga harus mau berperan aktif dan ingin diberdayakan.Untuk mendukung proses pelibatan masyarakat tersebut, proses pengembangan pendidikan memegang peranan yang sangat penting.

Kita juga mengharapkan Kandangan menjadi kota manusiawi dan bersahabat. Tata kota yang baik, taman dan ruang terbuka hijau di pusat kota, penempatan pembangunan pusat perkantoran, perbelanjaan, pertokoan dan industri tertata secara terencana.

Sebagai warga kota tentu kita menginginkan bahwa kota Kandangan masa depan semestinya menjadi ruang interaksi manusia yang memanusiakan. Ruang-ruang kota Kandangan dibangun dan dirancang untuk memberi pelayanan maksimal pada masyarakat agar dapat meningkatkan standar pendidikan, kesehatan, dan ramah bagi warganya. Interaksi warga berkoneksi sinergis dengan lingkungan yang nyaman, pertumbuhan ekonomi, sekaligus memiliki ruang publik yang melegakan.

Simpul Keterikatan

Mari kita jadikan momentum peringatan Hari Jadi Kota Kandangan, sebagai  titik  untuk memperkuat simpul-simpul keterikatan warga dan kotanya, dengan melakukan acara dan kegiatan-kegiatan yang akan menambah kecintaan dan ketertarikan warga terhadap kota Kandangan.

Mau tidak mau, kota harus  terus berbenah diri dari  berbagai hal yang selama ini  menjadi permasalahan bagi warga, baik itu dari aspek infrastruktur maupun pelayanan kepada warga. Jadi setiap  bertambah usia, bertambah juga  pelayanan dan perhatian kota terhadap warga banuanya.

Pada akhirnya, dirgahayu kotaku Kandangan ke-62, semoga menjadi momentum tepat dan strategis seluruh pemangku kepentingan untuk meneguhkan komitmen kebersamaan dalam membangun masa depan kota Kandangan yang religius, aman dan nyaman menuju kota yang dicita-citakan.

Selamat Hari Jadi kotaku tercinta. Hari ini ku ucapkan selamat ulang tahun untuk kota Kandangan, dengan harapan “semoga tidak putus-putus harap kita atasnya”.

Nah, apa harapan Sampeyan untuk Kandangan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: