Archive for February, 2009

Kaganangan Kotaku Kandangan

kdgan

Kandangan kotaku.

Tak lagi ku dengar ketipak gerobak sapi mengawal pagi .

Kandangan kotaku.

Tak lagi ku dengar cericit pipit di sela hamparan padi.

Kandangan kotaku.

Tak lagi ku dengar derak-derik, leguh-legah pedati dan genta.

Gedebur riak Amandit yang menghiba,

Kuningnya air muara dan kapal-kapal kecil di waktu senja.

Dan aku tak melupakanmu, Kandanganku, Sungai Amandit, Kampung Taniran, Bumi Antaluddin.

Panasmu lusuhkan kemeja,

Derap langkahmu,

angin lengkisaumu

dan masa lampaumu.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Comments (32)

Seminar Motivasi (Antara Seremoni dan Perubahan)

seminar-motivasi

Benarkah guru tidak mampu menulis atau tidak terbiasa menulis? Cobalah amati buku-buku di perpustakaan atau di toko-toko buku. Hitunglah, berapa banyak buku yang ditulis oleh para guru. Anda membaca surat kabar? Hitunglah berapa banyak artikel yang ditulis oleh para guru. Pasti jarang sekali, bukan?

Menulis memang gampang-gampang susah. Selain butuh niat dan motivasi, keberanian untuk mulai menulis ternyata tak mudah bagi sebagian orang, termasuk guru.

Hal tersebut yang menjadi pembicaraan hangat dalam Seminar Motivasi Penulisan, yang digelar di aula MAN 2 Model Banjarmasin, Sabtu 14 Pebruari 2009. Diikuti oleh lebih dari 150-an peserta, terdiri dari guru-guru SD, SMP, SMA dan sederajat. Seminar tersebut mencoba membuka wawasan tentang dunia tulis-menulis.

Tidak saja nara sumbernya yang sudah akrab dengan dunia penulisan, tapi juga tema yang diangkat juga menarik, yakni “Dengan Menulis, Kita Tingkatkan Kompetensi dan Kreativitas Guru”.

Penanggung jawab kegiatan dari MAN 2 Model Banjarmasin sengaja menghadirkan nama-nama yang beken di dunia penulisan di banua. Antara lain: Ersis Warmansyah Abbas (ada yang gak kenal? angkat tangan ya!), Bapak H. Syamsiar Seman (tokoh budayawan Banjar), Aliansyah Jumbawuya (Jurnalis Banjarmasin Post dan Serambi Ummah) dan juga Sandi Firly (Redaktur Radar Banjarmasin).

Suasana terasa lebih menyegarkan dengan kolaborasi para penulis muda, Farah Hidayati (Cerpenis Banua menetap di Jakarta, penulis novel “Rumah Tumbuh”), Syamsuwal Qomar (Penulis buku “Geliat Pemikiran Kampus”) dan Rahayu Suciati (Penulis buku “Aku Bangga Jadi Urang Banjar”).

Selain itu, seminar kemarin juga terasa greget karena meng-agendakan Bedah Buku “Jazirah Cinta” bersama sang penulis Randu Alamsyah. Bapak Zulfaisal Putera (sastrawan yang juga seorang guru) secara khusus memberikan testimoni untuk novel ini.

Read the rest of this entry »

Comments (17)