February 14, 2012 at 5:27 am · Filed under Umum

“Berikan kepadaku 1000 orang tua, aku sanggup mencabut Semeru dari uratnya. Tapi berikan kepadaku 10 anak muda, maka aku sanggup menggoncangkan dunia” (Soekarno)
Berkobar-kobar semangat Bung Karno meneriakkan kalimat tersebut kepada para anak muda agar terus bangkit dan berkarya membangun bangsa Indonesia. Mengapa beliau memilih anak muda? Karena anak muda merupakan poros bagi punah atau tidaknya sebuah negara.
Anak muda adalah pelurus dan pewaris bangsa. Baik buruk nasib bangsa di masa depan tergantung kepada bagaimana generasi mudanya, apakah mereka memiliki kredibilitas yang tinggi, berjiwa kepemimpinan, memiliki semangat nasionalisme, menguasai pengetahuan dan mampu berfikir positif untuk berkreasi yang besar bagi kemajuan bangsanya. Atau malah sebaliknya?
Anak muda adalah “agent of change”, para anak mudalah yang melakukan perubahan. Sehingga “anak muda” dan “perubahan” adalah dua kata yang sarat akan makna. Percaya atau tidak, sebuah peradaban hanya bisa bangkit bila para anak muda terlibat di dalamnya. Apa buktinya ? Pada masa Rasulullah SAW menyebarkan Islam dan sebagian besar sahabat Nabi yang berperan adalah anak-anak muda. Kejayaan Islam dilakukan oleh anak muda. Seperti Usamah bin Zaid, ketika berusia 18 tahun telah menjadi komandan pasukan saat menaklukkan negeri Syam.
Karena pentingnya peran Anak muda Rasulullah bersabda, yang artinya, “Gunakanlah lima kesempatan sebelum datangnya yang lima. Yaitu, masa mudamu sebelum tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa hidupmu sebelum kematianmu, dan waktu luangmu sebelum waktu sempitmu” (HR. Hakim). Itulah luar biasanya menjadi seorang anak muda.
Read the rest of this entry »
Permalink
January 5, 2012 at 6:44 pm · Filed under Pendidikan

Ada yang menarik dari puncak hajatan Milad Kesultanan Banjar yang digelar 10 Desember 2011 lalu. Lima buku diluncurkan, yang menandai mulai menggeliatnya kerja dan gerakan kebudayaan yang dilakukan Kesultanan Banjar di bawah pimpinan Pangeran H. Khairul Saleh.
Lima buku itu, Berkhidmat untuk Tahta Budaya yang disusun oleh Bambang Edi, Raja Diraja Kerajaan Banjar oleh HM Said, komik Perang Banjar Pimpinan Pangeran Antasari karya Syamsiar Seman, Refleksi Budaya Banjar oleh Ahmad Barjie B., ditambah dengan Jalan Sunyi Kebudayaan karya Randu Alamsyah. Semuanya diterbitkan oleh penerbit dari Tanah Banjar.
Di tengah kegalauan kita sebagai orang Banjar yang dilihat dari sisi literasi masih sangat mengkhawatirkan, momentum peluncuran buku ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Ia seolah menjadi penyemangat bagi kita dan generasi selanjutnya, bahwa Banjar bisa bersejajar dengan propinsi lain yang lebih dulu berbudaya literer.
Agak malu hati juga sebenarnya kalau membicarakan dunia perbukuan di Tanah Banjar. Apalagi hendak membandingkan dengan Yogyakarta, Bandung, atau Jakarta.
Read the rest of this entry »
Permalink
January 5, 2012 at 4:13 pm · Filed under Islami

“Sebagai aparatur pemerintah yang menyandang nilai-nilai agama, akhlak dan moral, Kementerian Agama seharusnya berada di garda paling depan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, bebas dari praktik KKN dan perbuatan melanggar hukum lainnya. Apalagi agama mengajarkan kepada kita untuk terus berbuat kebajikan dan meninggalkan perbuatan tercela.”
Memasuki usia ke-66 sejarah perjalanan Kementerian Agama (kemenag), lembaga telah beberapa kali dilakukan penyempurnaan baik susunan organisasi, ruang lingkup tugas dan fungsi seiring dengan dinamika yang terjadi dalam kehidupan umat dalam bangsa dan negara Indonesia.
Sebagai instansi pemerintah, dasar tujuan pembentukan serta tugas-tugas yang dilaksanakan Kementerian Agama adalah untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kehidupan bagi umat beragama yang menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan ibadahnya sesuai dengan kepercayaan yang diyakini.
Kementerian Agama mempunyai peran yang strategis dan berkontribusi besar terhadap kehidupan beragama dan bernegara untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama dalam pembentukan karakter, jati diri bangsa, meningkatkan pendidikan agama dan wawasan keagamaan yang dinamis, mengawal akhlak dan moral bangsa, meningkatkan dialog dan kerjasama antar umat beragama, serta berperan dalam dialog lintas agama di Indonesia maupun dunia internasional.
Peran ini merupakan tantangan Kemenag yang sangat berat manakala di tubuh pejabat internal Kemenag sendiri tidak mampu menunjukkan moralitas dan kinerja yang baik sebagaimana motto yang disandangnya, “Ikhlas Beramal”.
Read the rest of this entry »
Permalink
December 10, 2011 at 3:20 pm · Filed under Pendidikan

Kebanyakan pengguna jejaring sosial Twitter pasti akrab dengan akun @poconggg yang saat ini memiliki 1,5 juta followers mengalahkan akun @presidenSBY yang punya pengikut hanya ribuan. Popularitas @poconggg pun semakin melangit setelah dirilis menjadi sebuah buku yang super laris: Poconggg juga Pocong.
Nama Arif Muhammad mendadak populer usai diketahui bahwa dirinyalah pemilik akun twitter tersebut. Pria kelahiran Batam, 26 Oktober 1990 itu pun tak mengira kicauannya di Twitter itu kini menjelma menjadi buku laris. Ketika diterbitkan pada bulan Juli 2011 oleh penerbit Bukune, Jakarta. Cetakan pertamanya langsung ludes dalam waktu 15 menit.
Melansirkan pemberitaan detikhot.com, pencapaian penjualan Pocongg Juga Pocong ini luar biasa, bahkan mengalahkan buku berjudul “Negeri Lima Menara” yang hanya dipesan 50 buku per hari. Pocong Juga Pocong, menjadi buku best seller di Toko Buku Gramedia hingga beberapa bulan, mengikuti jejak novel Kambing Jantan milik blogger Raditya Dika beberapa waktu sebelumnya.
Sejak dirilis, rata-rata pembeli buku ini mencapai 100 orang per hari. Bahkan untuk membeli buku bergenre komedi ini, para pembaca harus memesan terlebih dahulu. Kesuksesan Pocong tak hanya sampai di situ. Kini rumah produksi Maxima Pictures pun bahkan sudah “menyulap” buku itu menjadi sebuah film dengan judul sama.
Read the rest of this entry »
Permalink
December 10, 2011 at 2:29 pm · Filed under Pendidikan

Kita semua mungkin sudah pernah menonton film Laskar Pelangi. Ya, SD Muhammadiyah, Belitong adalah salah satu lokasi syuting dalam film produksi Miles Film dan Mizan Production. Kini sekolah “kandang sapi” itu sudah tinggal kenangan.
Kalau saja Andrea Hirata tak pernah menulis novel inspiratif lewat 10 tokoh anak yang punya semangat heroik tinggi, bisa jadi Pulau Belitung tak akan pernah ada yang melirik.
Ya, dari sebuah tempat belajar yang dikenal dengan sekolah Laskar Pelangi itu telah melahirkan putra daerah yang mampu mengangkat tanah kelahirannya. Dengan kegigihan dan kreatifitas yang dimiliki Andrea Hirata, telah memberikan spirit baru buat tanah Belitung dan Indonesia.Seolah berbicara bahwa anak desa dengan segala keterbatasan yang ada bukanlah halangan. Semua mimpi bisa diwujudkan kalau kita memang punya keyakinan dan kegigihan.
Ketika isu sekolah-sekolah “unggulan”, sekolah model, RSBI, dan sebagainya justru tak membuat peserta didik menjadi hebat, ketika kebijakan yang dikeluarkan kurang menggema di tingkat implementasi, kita pun perlu “bercermin” kembali kepada sekolah laskar pelangi yang memiliki fasilitas apa adanya tetapi memiliki guru-guru yang luar biasa.
Guru-guru kreatif yang pantang mengeluh sehingga mampu menginspirasi para peserta didiknya untuk bersaing di era global. Era dimana batas negara seolah tiada lagi. Internet telah menyatukan semua orang di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi, dan berbagi.
Read the rest of this entry »
Permalink
June 19, 2011 at 5:42 pm · Filed under Islami

Pemberantasan korupsi yang digembar-gemborkan agaknya tidak membumi, masih sebatas wacana. Terbukti, berbagai kasus korupsi masih mendera bangsa ini. Aparat penegak hukum sendiri juga terkesan tidak mempunyai political will dalam menjaring para koruptor.
Para jaksa pun seperti “ustadz di kampung maling”. Seolah hilang satu tumbuh seribu. Itulah peribahasa yang mungkin tepat menggambarkan fenomena praktik korupsi di Indonesia yang sudah menjangkit di mana-mana, bak jamur di musim hujan. Bahkan disinyalir, masyarakat kini semakin pesimistis bahkan sebagian menjadi permisif atau membiarkan korupsi kian merajalela (Kompas, 15 Juni 2011).
Kondisi memprihatinkan ini semakin menambah ke-tidakpercayaan rakyat kepada pemimpin pemerintahan yang tidak memberikan teladan dalam pemberantasan tindak korupsi. Rasanya malu kita menjadi warga negara Indonesia, jika bangsa kita yang dikenal sebagai bangsa religius (beragama) justru jadi ladang subur praktek-praktek korupsi, kolusi dan kecurangan. Di manakah kredibilitas kita sebagai bangsa yang religius, tetapi malah mentolerir praktik-praktik korupsi?
Adakah jalan keluar bagi upaya pemberantasan korupsi di tanah air? Apakah perspektif teologis shalat bisa digunakan sebagai landasan dalam upaya pemberantasan korupsi?
Read the rest of this entry »
Permalink
June 19, 2011 at 12:24 pm · Filed under Pendidikan

Jujurkah dunia pendidikan kita ? Ini barangkali, sebuah ungkapan kegelisahan sekaligus kegusaran yang mendalam terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Kegalauan itu dilandasi pada realitas kontemporer yang saat ini melanda dunia pendidikan kita yang bernama sekolah. Sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan formal yang berfungsi menjalankan fungsi edukatif saat ini dipandang telah berlaku tidak jujur.
Saya tertegun dan tergugah ketika menyaksikan berita seorang siswa menangis tersedu di televisi ketika melaporkan peristiwa ‘ketidakjujuran’ dan kasus ‘contek massal’ yang mereka alami saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SDN Gadel II/577 Tandes, Surabaya beberapa waktu lalu.
Tulisan ini tak bermaksud menyatakan bahwa laporan siswa tersebut benar adanya, biarlah pihak berwenang menyelediki dan membuktikannya di lapangan, dan kalau terbukti kecurangan itu benar adanya, tentu harus diproses sebagaimana mestinya, seperti janji Mendiknas bahwa pemerintah akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang mencoba melanggar aturan main Ujian Nasional.
Read the rest of this entry »
Permalink
June 12, 2011 at 9:03 pm · Filed under Islami

Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional XXI digelar di Kota Banjarmasin dari tanggal 4 – 11 Juni 2011. Sebuah kehormatan sekaligus berkah yang besar untuk menjadi tuan rumah ajang STQ Nasional. Segenap warga Banua Banjar patut berbangga karena daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.
Untuk kesekian kalinya event ini diadakan. Ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) maupun Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dari tahun ke tahun, senantiasa disambut hangat oleh masyarakat dari seluruh penjuru banua.
Meriahnya sambutan masyarakat dan selalu besarnya minat para peserta dalam setiap kali penyelenggaraan STQ/ MTQ, tentu sangat membesarkan hati, karena merefleksikan betapa cintanya masyarakat Kalsel terhadap kitab suci Alquran.
Bagi umat Islam khususnya, STQ/ MTQ tidak hanya menjadi cermin kesalehan spiritual, tetapi lebih dari itu amat kental dengan gambaran aktivitas sosial keagamaan. Ini tergambar saat hampir seluruh komponen umat terlibat dalam kegiatan secara tulus dan memfungsikannya sebagai wahana syiar Islam yang diracik dengan aroma kebudayaan lokal yang Islami.
Read the rest of this entry »
Permalink
June 12, 2011 at 8:02 pm · Filed under Islami

Krisis multi-dimensi yang melanda bangsa ini, sebenarnya bermuara kepada satu persoalan fundamental yaitu krisis moralitas. Krisis moralitas (baca: akhlak) diakibatkan melemahnya sendi-sendi keimanan yang landasannya adalah nilai-nilai agama.
Melemahnya keimanan seiring semakin minimnya keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Ulama sebagai sosok “pewaris Nabi” yang seyogyanya menebar keteladanan dalam mengemban amanah Ilahi, justru banyak menyimpang dari khittahnya.
Banyak ulama hari ini ternyata tidak lebih sebagai perpanjangan tangan kekuasaan yang lebih berorientasi kepada dunia materialistis. Parahnya lagi, hari ini banyak yang mengaku sebagai ulama karena jubah besar yang dikenakannya, bukan karena ilmu yang dimiliki dan keteladanan moralnya.
Read the rest of this entry »
Permalink
October 26, 2010 at 2:57 pm · Filed under Umum

Menatap peta Nusantara, seperti ada sesuatu yang rawan menyerang perasaan saya. Bila disadari, kepulauan Nusantara sekilas di peta persis seperti bilah lidi atau korek api yang disusun oleh anak-anak dalam permainan mereka. Dari perenungan sederhana, saya mencoba menerka-nerka, seandainya Pulau Kalimantan rusak atau hancur maka bilah lidi kepulauan Nusantara akan patah.
Memang tak ada hubungannya antara kepedihan hati saya ketika melihat hutan-hutan yang rusak, bencana longsor dan banjir, sungai-sungai yang tak lagi indah seperti dulu. Tapi saya merasa harus mengungkapkannya. Hal itu tidak lain karena Pulau Kalimantan tertumpu pada satu pegunungan Muller. Pegunungan besar yang kakinya berada di empat propinsi dan Malaysia . Kalimantan Selatan memang agak jauh, tapi berada di sekitar pegunungan Meratus yang juga merupakan rentetan kecil dari kaki pegunungan Muller yang besar.
Daratan Kalimantan (Borneo) merupakan terbesar ketiga di dunia setelah Greenland dan seluruh Pulau Irian. Luasan ini merupakan 28 % seluruh daratan Indonesia . Bagian utara Borneo meliputi negara bagian Malaysia yaitu Serawak dan Sabah , dan Kesultanan Brunei Darusalam. Kalimantan meliputi 73 % massa daratan Borneo . Keempat propinsi di Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, luas seluruhnya adalah 549.032 km2.
Read the rest of this entry »
Permalink
August 14, 2010 at 10:24 am · Filed under Umum

Bumi Lambung Mangkurat telah memilih pemimpinnya yang baru. Pasangan H. Rudy Arifin dan H. Rudy Resnawan telah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan periode 2010-2015. Pada hari Minggu (8/08/2010), Gedung Mahligai Pancasila menjadi saksi untuk kedua kalinya ‘menyaksikan’ Rudy Ariffin dilantik sebagai gubernur Kalsel.
Sejumlah menteri dan tamu VIP lain hadir, satu di antaranya Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Juga ada Ketua KPU Abdul Hafidz Ansyary, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Staf Khusus Presiden/ Sekretaris Satgas Mafia Hukum Denny Indrayana yang merupakan putra kelahiran banua.
Pesta telah usai. Sebuah perhelatan dengan menghabiskan dana ratusan juta rupiah dari pasangan calon yang ikut dalam suksesi dan dana negara. Rakyat diberi suguhan sebentuk pesta. Namanya, pesta demokrasi. Beberapa minggu terakhir saja, kita tak lagi melihat baliho-baliho kampanye di setiap sudut kota.
Pasangan Dua Rudy (Rudy Arifin dan Rudy Resnawan) terpilih sekali putaran saja. Inilah pilihan rakyat. Hasil pesta demokrasi yang harus dihormati, walau dengan tingkat partisipasi yang masih dipertanyakan.
Read the rest of this entry »
Permalink
July 24, 2010 at 7:44 am · Filed under Umum

Maraknya kasus penyebaran video asusila yang melibatkan kalangan selebriti melalui jaringan internet dan penyalahgunaan jejaring sosial seperti facebook menghinggapi kalangan anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Tak kurang Depkominfo pun bereaksi dengan rencana membuat aturan yang membatasi kebebasan para pengguna media digital tersebut. Protes dari publik pun tak terhindarkan.
Tak ada teknologi apalagi aturan yang mampu membendung derasnya arus informasi di era digital ini. Setiap temuan baru selalu mengandung sisi terang (manfaat dan kemudahan) sekaligus sisi gelap (kejahatan). Mulai dari yang paling primitif ketika manusia menemukan api, banyak hal bisa dimanfaatkan dari energi yang dikandung oleh api, tetapi peperangan juga menggunakan api untuk memusnahkan. Demikian juga dengan teknologi digital yang makin canggih, tentu di situ pun terkandung hal-hal negatif yang bisa disalahgunakan (cyber crime).
Bagaimana anak-anak bisa survive di era digital ini? Karena tidak mungkin menghapus sisi gelap yang dibawa oleh teknologi informasi sekarang ini. Anak-anak lahir ketika dunia sudah dikuasai oleh teknologi digital sehingga mereka biasa disebut ”penduduk asli” dalam masyarakat digital sekarang ini (digital native), sedangkan kita (orang dewasa) justru sebagai ”penduduk pendatang” (digital immigrant) karena kita lahir sebelum dunia dibentuk oleh teknologi digital.
Read the rest of this entry »
Permalink
June 15, 2010 at 10:09 am · Filed under Islami

Tradisi memperingati meninggalnya seorang ulama atau lebih dikenal dengan istilah ”haul” dilakukan bertujuan meneladani ketokohan ulama bersangkutan. Namun, tradisi itu belakangan hanya bersifat ritual, sedikit orang yang hadir dapat merefleksikannya.
Kata haul diambil dari bahasa Arab hala-yahulu-haul yang berarti setahun, atau masa yang sudah mencapai satu tahun. Seiring berkembangnya waktu, kata haul biasa digunakan sebagai istilah ritual kegiatan yang berskala tahunan, ataupun memperingati hari wafat atau meninggalnya seseorang yang kita sayangi dan juga orang yang kita hormati (guru, orang tua, ulama, para shalihin, atau waliyullah ).
Tak terasa kini, genap lima tahun sudah ulama kharismatik Martapura, Al Mukarram Syekh M Zaini Abdul Ghani wafat. Tepatnya, 5 Rajab 1426 H atau 10 Agustus 2005 silam. Pada momentum haul ke-5 inilah diharapkan masyarakat Banjar dapat merefleksikan kembali jasa dan kiprah ulama yang akrab disapa Guru Sekumpul ini.
Ulama kelahiran Martapura 11 Februari 1942, merupakan tokoh kharismatik dalam berdakwah dan menyebarkan syiar Islam di Kalsel. Guru Sekumpul juga masih zuriat atau keturunan dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang disebut Datu Kelampayan.
Kegiatan pengajian atau majelis taklim yang dilakukan Guru Sekumpul selalu dibanjiri ribuan jemaah dari berbagai kota. Namanya dikenal di kalangan luas, baik pejabat pemerintahan, politisi, militer, dan seniman. Beberapa tokoh yang pernah mengunjungi kediamannya, antara lain KH Abdurahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Amien Rais, hingga Aa Gym.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 30, 2010 at 3:12 pm · Filed under Umum

Pilkada langsung atau pesta demokrasi di Kalimantan Selatan Insya Allah akan digelar pada 2 Juni 2010. Ini adalah tonggak demokrasi terpenting di Tanah Banjar. Tonggak ini merupakan kelanjutan dari proses pemapanan demokrasi yang telah dibangun dalam skala nasional melalui pelaksanaan pemilu sebelumnya, terutama pemilu 1999, 2004 dan 2009.
Potret keberhasilan menyelenggarakan pemilu tahun 2009 yang relatif lancar dan aman, tidak otomatis akan terjadi pada pilkada. Sejumlah daerah konflik dan daerah pemekaran merupakan daerah yang perlu diwaspadai, meskipun daerah lain yang selama ini terkenal adem ayem juga diprediksi akan meningkat “tensinya“. Merebaknya konflik yang terjadi di daerah yang sebelumnya aman, seperti di Jawa Timur merupakan realitas bahwa sumber konflik tidak hanya bermuara pada persoalan primordial atau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagai mana yang dicemaskan selama ini, tetapi juga hal-hal lain.
Hal ini membuktikan bahwa masyarakat di satu sisi semakin kritis dalam menyuarakan aspirasinya, tetapi di sisi lain juga menunjukkan bahwa sumber-sumber konflik semakin meluas. Faktor-faktor sosial ekonomi, moralitas, dan kemampuan calon kepala daerah juga semakin menjadi ukuran dalam memilih kandidat. Ini menunjukkan sebuah kedewasaan dan kemantapan masyarakat dalam berdemokrasi.
Oleh karena itu, titik fokus antisipasi pemerintah, terutama aparat keamanan tidak boleh berkutat pada persoalan primordial atau SARA. Ketakutan atau phobia terhadap aspek primordial atau SARA yang berlebihan justru kontraproduktif terhadap upaya membanguan jalinan integrasi nasional yang sangat dibutuhkan dalam membangun sikap saling pengertian dan percaya selama proses pilkada.
Sekarang ini masyarakat, khususnya masyarakat Kalsel semakin dewasa dan pintar dalam berdemokrasi. Setidaknya itu yang ditunjukkan selama Pemilu 2004 dan 2009. Inilah modal yang harus dipelihara dan jangan sampai dirusak oleh agenda lain yang tidak ada hubungan dengan proses pilkada di Tanah Banjar. Masyarakat daerah ini yang semakin mapan dalam berdemokrasi itu akan semakin mantap melaksanakan pilkada jika semua pihak, terutama dari elite politik dan tokoh-tokoh masyarakat, mempunyai kesamaan tekad untuk mewujudkannya. Pilkada harus dimaknai sebagai ikhtiar terbaik dari masyarakat lokal untuk memilih pemimpin daerahnya secara demokratis agar terpilih pemimpin yang berkualitas, jujur dan professional dalam mengemban tugasnya. Tugas terpenting kepada daerah adalah memberikan pelayanan dan jasa publik terhadap warganya secara cepat, layak, dan adil.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 21, 2010 at 10:43 am · Filed under Islami

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.(QS. Fusshilat: 34)
Pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW rupanya tak berhenti. Munculnya film dokumenter ”Fitna” karya seorang anggota parlemen sayap kanan Belanda, Greet Wilders pada tanggal 13 Februari 2008 lalu di harian Jylliands-Posten Denmark, telah menambah catatan hitam kasus penghinaan terhadap Islam yang dilakukan pihak non-Muslim ke hadapan publik.
Penghinaan yang menyita perhatian publik juga pernah terjadi pada tahun 1988 oleh Salman Rushdie dengan novelnya yang berjudul “The Satanic Verses” (Ayat-ayat Setan). Dalam novel ini ia menggambarkan Muhammad sebagaimana mitos yang berkembang di Barat.
Muhammad diceritakan sebagai seorang penipu ulung, hanya berambisi politik, seorang bernafsu yang menggunakan wahyu-sahyu sebagai lisensi untuk mendapatkan sebanyak mungkin perempuan yang diinginkannya. Sehabat-sahabat awal juga dilukiskan sebagai orang-orang yang tidak berguna. Judul “Ayat-ayat Setan” juga merupakan pencemaran terhadap integritas al-Qur’an yang dianggap tidak mampu membedakan antara yang hak dengan yang bathil. Lagi-lagi kasus ini tidak jelas ujungnya, meski Imam Ayatullah Khomeini telah memfatwakan untuk menghukum mati Rushdie. Bahkan, saat ini novel tersebut sedang dipersiapkan untuk menjadi drama di Jerman. Jelas hal ini memicu kemarahan umat Islam dan mengingatkan kembali pelecehan yang dilakukan kolumnis Inggris asal India itu.
Umat Islam di seluruh penjuru dunia kembali terperangah, ketika sebuah lomba menggambar sketsa nabi Muhammad SAW digelar di Facebook. Meski menuai protes dari jutaan kaum muslim di seluruh dunia, tapi event tersebut tetap dibiarkan berlangsung di dalam situs jejaring sosial itu.
Bahkan, berdasarkan pantauan terakhir, jumlah pesertanya telah menembus angka 15 ribu. Seperti diketahui, sebuah grup bertajuk Everybody Draw Mohammed Day muncul di Facebook sejak 25 April 2010 yang menggelar kompetisi menggambar sketsa Nabi Muhammad SAW pada tanggal 20 Mei 2010 dan diperpanjang hingga 31 Mei 2010.
Menyikapi persoalan ini, akankah umat Islam melawan atau malah memilih diam?
Read the rest of this entry »
Permalink
May 21, 2010 at 10:18 am · Filed under Islami

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXV Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan sukses digelar di Kota Marabahan, ibu kota kabupaten Barito Kuala pada tanggal 8 – 15 Mei 2010. Sebuah kehormatan sekaligus berkah yang besar untuk menjadi tuan rumah ajang MTQ Nasional. Segenap warga Marabahan patut berbangga karena daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.
Meriahnya sambutan masayarakat dan selalu besarnya minat para peserta dalam setiap kali penyelenggaraan MTQ, tentu sangat membesarkan hati, karena merefleksikan betapa cintanya masyarakat Kalsel terhadap kitab suci Alquran.
Bagi umat Islam khususnya, MTQ tidak hanya menjadi cermin kesalehan spiritual, tetapi lebih dari itu amat kental dengan gambaran aktivitas sosial keagamaan. Ini tergambar saat hampir seluruh komponen umat terlibat dalam kegiatan secara tulus dan memfungsikannya sebagai wahana syiar Islam yang diracik dengan aroma kebudayaan lokal yang Islami.
Singkatnya, MTQ menjadi program nasional yang benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dan pada tataran tertentu menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan di bidang keagamaan. Di sisi lain, penyelenggaraan MTQ, terutama pada level regional telah membangkitkan gairah dan motivasi yang kuat bagi generasi muda untuk senantiasa memelihara kesucian dan meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci Alquran lewat pembudayaan membaca, menghafal, memahami, serta berupaya mengamalkan isi dan kandungannya dalam kehidupan yang sesungguhnya, baik sebagai individu maupun sebagai warga negara.
Read the rest of this entry »
Permalink
April 1, 2010 at 9:18 am · Filed under Umum

“Children should be encouraged to take pride in their ethnic heritage, thereby boosting self-esteem.” (DeHart, Sroufe, & Cooper, Child development: Its nature and course. Boston: McGraw Hill, 2000).
“Kita boleh saja mengikuti arus pemikiran global yang paling canggih. Kita harus kompetitif dan memainkan peran penting di tingkat lokal atau nasional. Tapi… kita tidak boleh tercabut dari akar. Kita harus bangga menjadi orang Banjar!”
Tulisan ini bukan bermaksud untuk bernarsis-narsis ria sebagaimana gelora paham Post-Modernisme yang mempengaruhi dunia dewasa ini. Bukan pula hendak menunjukkan kebanggaan terhadap suatu etnis dan menepuk dada bahwa inilah ras unggul yang tak tertandingi dalam sejarah Indonesia.
Sebagai suku bangsa yang memiliki bahasa, wilayah, rakyat, dan memiliki budaya, patutlah saya bangga dilahirkan sebagai orang Banjar. Adat budaya yang ditanamkan sejak saya kecil, membuat saya mengerti akan artinya sebuah kebanggaan.
Kebanggaan saya sebagai orang Banjar tidak hanya cukup sampai disitu. Beberapa karakteristik orang Banjar yang patut dibanggakan, antara lain :
a. Keberagamaan
Manusia Banjar adalah manusia yang religius dan fanatik. Bisa dikatakan, orang Banjar yang sejati pasti taat menjalankan ajaran agamanya. Orang Banjar juga sangat inklusif terhadap perbedaan, baik interen beragama maupun antar umat beragama.
Berbagai macam pemahaman bisa hidup berdampingan tanpa harus saling memusuhi. Mereka bisa mempunyai satu mesjid yang melakukan tarawih dengan dua macam jumlah rakaat dan mereka tetap menghargai satu sama lain. Tokoh agama dari kalangan NU, Muhammadiyyah maupun Persis bisa berjuang bersama-sama dengan tidak mempermasalahkan background pemahamn fiqh mereka yang berbeda.
Kalaupun ada konflik, itu hanya kecil-kecilan dan lebih merupakan konflik wacana yang bisa diselesaikan dengan musyawarah dan dewasa. Kepada masyarakat pendatang yang berbeda agama pun, masyarakat Banjar sangat menghormati. Pendatang dari Timur yang beragama Nasrani, pendatang dari Bali yang beragama Hindu, maupun etnis China dan Tionghoa bisa bebas menjalankan ajaran agamanya di sini.
Kefanatikan orang Banjar bukanlah kefanatikan yang membabi buta; adalah benar jika mereka sangat anti terhadap program-program yang berbau kristenisasi, mereka rela lapar dan tidak gampang menggadaikan ke’miskin’annya terhadap program berkedok bantuan. Tapi mereka juga sangat open untuk diajak berdiskusi secara persuasif. Mereka punya kecerdasan emosional yang tinggi yang mampu menerapkan lakum dinukum waliya din.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 24, 2010 at 10:36 am · Filed under Umum

Kepemimpinan itu tindakan, bukan posisi atau jabatan (Donald H MacGannon)
Pesta demokrasi masyarakat Kalimantan Selatan untuk memilih pemimpinnya (gubernur) secara langsung beberapa bulan ke depan akan segera digelar. Munculnya empat calon pasangan yang ikut meramaikan pesta demokrasi ini menjadi kesempatan sekaligus momentum berharga bagi masyarakat untuk menentukan secara bebas pilihannya dalam rangka melahirkan sosok pemimpin yang bisa mengelola dan menata Kalsel ke arah yang lebih baik.
Siapapun yang akhirnya keluar sebagai pemenang, tidaklah penting. Yang teramat mendesak untuk segera dilakukan setelah pesta demokrasi itu usai adalah kesanggupan sang pemimpin terpilih untuk benar-benar menunaikan segala janjinya, dan membuktikan bahwa ”bujuk rayu” yang pernah ditebar di mimbar-mimbar kampanye dan disampaikan di arena-arena konsolidasi bukanlah trik yang diharapkan mengundang simpati dan hadirnya dukungan semata.
Mengingatkan sang pemimpin untuk tidak lupa atas segala janji dan rencana yang hendak dilakukannya setelah dia terpilih menjadi salah satu agenda politik yang krusial di banua ini.
Faktanya, sang pemimpin datang dan pergi, tapi kehadirannya dalam ruang publik sering tidak searah dengan kebutuhan yang dihadapi masyarakat. Diakui atau tidak, performa pemimpin baru di berbagai daerah di republik ini belum memberikan solusi yang memberikan harapan tentang terpenuhinya rasa keadilan, keamanan dan kesejahteraan hidup masyarakat.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 5, 2010 at 2:17 pm · Filed under Umum

Dalam konteks kepemimpinan ideal, “Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu meletakkan dasar-dasar perubahan yang kuat pada tiap perubahan yang dibuatnya. Sehingga, hasilnya dapat dinikmati oleh semua orang secara berkelanjutan sampai dengan beberapa generasi selanjutnya”.
Pemimpin yang mampu melukiskan kalimat-kalimat indah di atas batu nisannya sendiri, seperti: ”disemayamkan dengan damai Tuan X yang telah mampu mewujudkan rasa tenteram, damai dan kesejahteraan kepada rakyat Kalimantan Selatan, dengan konsep pembangunan seribu mesjid”.
Tidaklah mungkin ada pengakuan dan rasa hormat masyarakat Kalsel terhadap seseorang yang dikubur dengan batu nisan yang bertuliskan, ”disemayamkan dengan damai Tuan Y, yang telah menggagas penjualan sampai habis sumber daya alam Kalsel kepada investor”.
Konsep pembangunan berbasis spiritual yang dimaksud, bukanlah semata-mata dinilai dari kepandaian seorang pemimpin dalam membangkitkan kekuatan emosi masyarakat dengan memanfaatkan tempat-tempat ibadah ataupun kehidupan warga yang sudah tentram dan damai, sebagai arena pertarungan politik untuk memenangkan kepentingan pribadi atau golongan. Melainkan konsep pembangunan yang menyentuh semangat dan jiwa terdalam masyarakat yang dipimpinnya.
Kebijakan yang didasari kejujuran dan transparansi dengan memberikan jaminan akan adanya ruang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta membangun daerahnya sendiri secara aktif.
Pembangunan berbasis spiritual bersifat vertikal dan berkelanjutan, yang tidak mengenal persaingan dengan orang lain dan juga tidak mengharapkan kalah-menang dari dan dengan orang lain.
Pembangunan berbasis spiritual adalah pembangunan jati diri, yang memiliki jiwa berani terhadap diri sendiri, berani mengatakan bahwa yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar tanpa mengharap nikmat sesaat secara gratis. Pembangunan berbasis spiritual bukanlah keberanian yang didasari semata-mata oleh faktor intelektual dan emosi. Namun yang didasari juga oleh faktor kejiwaan (spiritualitas).
Read the rest of this entry »
Permalink
November 21, 2009 at 3:19 pm · Filed under Islami

Dalam salah satu haditsnya Rasulullah saw bersabda, “Aku diutus, sedangkan dekatnya kiamat seperti dekatnya dua jari ini (seraya Rasul memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dengan posisi berdempet).” Dalam hadits yang lain diterangkan bahwa umat Nabi Muhammad saw telah berada diwaktu ashar yang sudah hampir senja. Begitulah umat Nabi Muhammad saw yang berada dipenghujung zaman.
Sudah sedemikian dekatkah kiamat? Pertanyaan yang siapapun saja tidak akan bisa menjawabnya. Kecuali Allah Swt Yang Maha Tahu.
Hanya tentang kiamat ini Al-Qur’an telah banyak memberi informasi situasinya. Seperti ayat “Apabila bumi digoncangkan dengan sekeras-kerasnya, dan gunung-gunung dihancurkan selumat-lumatnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (QS. 56:4-6), juga ayat “Ketika bumi digoncangkan sekeras-kerasnya, dan bumi mengeluarkan semua isinya, manusia bertanya: ‘Mengapa menjadi begini?’, dihari itu bumi akan menceritakan beritanya bahwa Tuhanmu telah memerintahkan seperti itu.” (QS. 99:1-5), dan ayat “Wahai manusia, insyaflah pada Tuhanmu, bahwa goncangan Sa’ah itu adalah sesuatu yang amat dahsyat.” (QS. 22:1). Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang mengisahkan tentang prahara hari kiamat.
Tentang asyrathus sa’ah (tanda-tanda kiamat) hadits pun sangat banyak yang menjelaskan. Ada hadits yang menjelaskan awal mula terjadinya kiamat adalah keluarnya matahari dari ufuk barat, ada yang menjelaskan dimulai dengan keluarnya ‘seekor hewan’ yang bersamaan dengan Dajjal, ada yang dimulai dengan turunnya Imam Mahdi al-Muntazhar, dll.
Yang paling tidak dimengerti dan membuat resah adalah banyaknya statemen-statemen tentang kiamat akhir-akhir ini. Masih ingatkah kita kasus Sekte Kiamat yang menamakan diri dengan Pondok Nabi di tahun 2003, yang mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada 10 November 2003? Atau masih ingatkah kita akan kasus tersebarnya isu bahwa pada tanggal 9 bulan 9 tahun 1999 akan terjadi kiamat, karena saat itu posisi bumi terletak satu garis dengan benda langit lainnya dan menyebabkan gravitasi berganda?
Read the rest of this entry »
Permalink
October 15, 2009 at 8:31 am · Filed under Islami

Apa yang aneh dengan rencana kedatangan Miyabi? Ya, apa yang aneh dengan bintang porno asal Jepang itu? Seperti diketahui, akhir-akhir ini Miyabi santer diberitakan akan datang ke Indonesia. Bukan sekadar kunjungan biasa, tapi membintangi film Indonesia yang sedianya berjudul “Menculik Miyabi” disutradarai oleh Rako Prijanto.
Siapa Miyabi? Bagi yang belum tahu, mungkin dengan adanya pemberitaan superbesar dan heboh sekarang ini, orang menjadi semakin penasaran terhadap perempuan berusia 23 tahun itu. Miyabi yang bernama asli Maria Ozawa sudah sangat terkenal di seantero Asia berkat film-filmnya yang saru. Konon, di Indonesia film-filmnya dijajakan di lapak pinggir jalan, di depan sekolah-sekolah SD ataupun hanya beberapa meter di depan masjid.
Banyak tanggapan sehubungan dengan kedatangan Miyabi yang dibayar amat sangat mahal oleh rumah produksi Maxima Pictures. Yang paling santer dan paling banyak diekspos oleh media adalah para selebriti Indonesia. Jelas, beragam pula tanggapannya.
Ada yang mengatakan bahwa kedatangan Miyabi sebagai alat promosi Indonesia pada dunia internasional, ada pula yang berpendapat Miyabi bisa dijadikan sebagai role model atau motivasi perempuan Indonesia untuk lebih baik lagi. Ada juga yang mengatakan bahwa silakan Miyabi datang ke Indonesia, tapi jangan pernah berbuat macam-macam alias bermain film porno. Malah, sebagian juga mengatakan bahwa setiap laki-laki pasti pernah menonton Miyabi—suatu perkataan yang amat gegabah, karena laki-laki di Indonesia ini masih banyak yang sholeh dan tidak pernah sekalipun nonton film-film seperti itu.
Di tengah suasana duka atas tragedi bencana Gempa Sumatera yang melanda negara kita, kedatangan Miyabi juga bisa disebut mendatangkan bencana bagi masa depan Republik kita.
Read the rest of this entry »
Permalink
October 15, 2009 at 8:26 am · Filed under Islami

Siapa yang tidak kenal Indonesia? Negara yang terhampar dari Sabang sampai Merauke ini mempunyai berjuta kekayaan alam yang melimpah, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo. Kata inilah yang mampu menggambarkan kekayaan Indonesia. Selain kaya budaya, bahasa, agama dan adat istiadat, ternyata belakangan ini bumi pertiwi juga tercatat sebagai negara yang kaya akan musibah bencana alam. Hal ini, disebabkan oleh posisi Indonesia yang terletak pada daerah pertemuan tiga lempeng besar yang aktif, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.
Beberapa tahun terakhir merupakan tahun musibah bagi bangsa Indonesia, di mana rakyat Indonesia ditimpa dengan berbagai bencana alam (banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami) yang hampir merata diseluruh pelosok tanah air. Kondisi alam inilah yang memaksa masyarakat berdesak-desakan di wilayah pengungsian, berjuang melawan ketidaknyamanan untuk mempertahankan hidup, sambil menunggu bantuan yang akan diberikan oleh saudara-saudaranya.
Read the rest of this entry »
Permalink
August 25, 2009 at 8:19 am · Filed under Islami

Sudah berapa kalikah kita menunaikan ibadah puasa Ramadhan? Tentu tak terhitung jumlahnya. Puasa Ramadhan sudah menjadi rutinitas yang pasti datang setiap tahun. Rutinitas itu biasanya potensial membuat kreativitas tidak berkembang, bahkan mandeg.
Agar tidak hanya menjadi rutinitas, kita seharusnya berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah puasa sehingga mengantarkan kita menjadi “orang-orang muttaqin”. Kita tidak hanya merasakan haus, dahaga, dan lapar, tetapi juga kita mampu meningkatkan kualitas kesalehan, keimanan, dan ketakwaan.
Dalam ibadah puasa ada tiga aspek yang fundamental, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyucikan diri, dan membangun kesalehan sosial. Dengan puasa, kita berusaha mengaktifkan kekuatan ruhani, lalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah sedekat mungkin.
Dengan kedekatan dan intensitas berkomunikasi dengan Allah, sebuah proses penetrasi dan internalisasi sifat dan nilai ilahi dalam diri kita diharapkan akan terjadi. Ibadah puasa mengandung edukasi bagi pengendalian diri, pengembangan, pembersihan, dan penyempurnaan diri.
Dengan menunaikan ibadah puasa, kita berusaha untuk melatih menguasai dan mengendalikan diri agar kita tidak terjerumus ke jurang yang dapat mengantarkan kita ke derajat kehewanan sangat hina. Ibadah puasa menjadi “medan jihad” untuk membelenggu, membunuh, dan mengalahkan egoisme, konsumerisme, materialisme, sikap dan perilaku kapitalistik yang menjadi keseharian kita.
Read the rest of this entry »
Permalink
August 20, 2009 at 1:26 pm · Filed under Umum

Waktu terus berputar. Tanggal 17 Agustus tahun 2009: Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia baru saja berlalu. Ramai-ramai kita merayakannya dengan gembira, masing-masing dengan tingkah-polahnya: apel akbar, bazaar, aneka lomba, bentuk-bentuk karnaval dan perayaan, diiringi gelak tawa dan pesta hura-hura, atau ada pula yang menyampaikan doa dengan khidmat.
Orang-orang berucap: semoga di hari kemerdekaan hidup lebih baik, rejeki bertambah, tercukupi sandang pangan, kemiskinan berkurang, dan tak ada lagi bencana.
Suatu kewajaran bila kita berharap sesuatu yang lebih baik di hari kemerdekaan bangsa. Hanya saja kita juga mesti tabah, karena harapan-harapan kita itu lebih sering terbang begitu saja entah ke mana (?). Hilang diterpa angin puting beliung, dihanyutkan banjir, dan tertimbun tanah longsor. Betapa seringnya apa yang kita angankan dan kita pikirkan jauh di atas kenyataan apa yang kita dapatkan.
Read the rest of this entry »
Permalink
August 20, 2009 at 1:17 pm · Filed under Umum

Iklan sebagai wahana mengenalkan sebuah produk, saat ini menjadi hal yang tidak terelakkan bagi sebuah perusahaan. Dari hari ke hari iklan semakin gencar dilakukan.
Satu iklan yang cukup menggelitik selama kurun waktu berminggu-minggu adalah iklan yang diusung produk sebuah iklan provider seluler sebagai sponsor utama kedatangan klub bola raksasa paling popular di jagad raya dan super kaya yaitu Manchester United ke Indonesia dalam tur pra musimnya di Asia beberapa waktu lalu. Apa yang menarik dari iklan tersebut? ya tingkah para bintang MU yang sedang belajar Bahasa Indonesia
Bagaimana tidak, rombongan bule para pemain Manchester Utd FC yang sedang belajar Bahasa Indonesia. Kacau memang, tapi itulah mereka, kalu menurut saya kocak dan menggemaskan.
Read the rest of this entry »
Permalink
June 26, 2009 at 7:30 am · Filed under Islami

Sosok ulama waratsatul ‘anbiya satu persatu meninggalkan dunia fana ini, sementara generasi penerusnya (dalam kualitas sama) sulit didapat sekarang, bahkan hampir terbilang langka. Kepergian ulama meninggalkan dunia ini adalah salah satu tanda-tanda akhir zaman. Maka semakin “gelaplah dunia” ini karena ketiadaan ulama yang selama ini sebagai ‘pelita’ dunia.
Empat tahun lalu, Rabu 10 Agustus 2005, bertepatan 5 Rajab 1424 H, seorang ulama besar yang punya kualitas sosok warasatul ‘ambiya (pewaris nabi) telah dipanggil Sang Khaliq, dia Al-Mukarram KH.Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang akrab kita panggil Guru Sekumpul, seorang ulama besar terkenal di Kalimantan.
Martapura berduka pada saat itu, betapa tidak seorang putra terbaiknya yang selama ini menjadi panutan, rujukan bahkan “idola” umat telah berpulang ke rahmatullah, menghadap Ilahi Rabbi. Di tengah krisis dan tanda tanya siapa gerangan “pewaris” Guru Sekumpul, rasa prihatin dan duka tak dapat disembunyikan, bahkan hingga kini.
Demikian juga kira-kira gambaran situasi keresahan umat Islam di Kalsel khususnya di Martapura sekarang ini, dilihat dari kacamata keprihatinan akan semakin langkanya sosok ulama panutan warga banua.
Persoalan mendasar yang mungkin inheren dengan krisis ulama dewasa ini, karena beban dan tugas mereka yang begitu berat dalam mengayomi umat untuk tidak terpecah-belah. Pada dasarnya ulama memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan bangsa, hal ini karena ketokohannya di bidang ilmu agama dan merupakan panutan masyarakat.
Read the rest of this entry »
Permalink
June 26, 2009 at 7:19 am · Filed under Islami

Satu lagi film Indonesia bernafaskan Islam yang baru tayang di layar lebar, berjudul Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Film ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat muslim Indonesia, karena sarat akan dakwah Islam. KCB merupakan film yang diangkat dari salah satu novel laris karya Habiburahman El-Shirazy dengan judul yang sama.
Film KCB menceritakan perjuangan seorang pemuda muslim yang sedang kuliah di Kairo, Mesir, dimana ia lebih memilih untuk giat bekerja sampingan sebagai pembuat tempe demi membiayai kehidupan ibu dan adik-adiknya di kampung, serta biaya kuliahnya sendiri, sehingga pendidikannya terlantar. Pemuda tersebut bernama Khairul Azzam, seorang yang alim, cerdas, dan taat beribadah. Selain itu, dikupas pula sisi romantisme Islami dalam film ini.
Pesan moral yang terpenting dalam film KCB adalah dakwah untuk pergaulan pemuda dan pemudi. Selain etos kerja dan kerja keras, diceritakan pula perjuangan Khairul Azzam dalam menemukan jodohnya dengan tetap selalu teguh berpedoman kepada ajaran agama.
Setting film ini benar-benar disesuaikan dengan gambaran yang ada di novel. Penonton benar-benar akan dimanjakan dengan pemandangan kota Kairo, Sungai Nil, Pyramid, Sphinx, kota Alexandria dengan pemandangan laut Mediterania yang indah, Benteng Qait Bay, dan tempat-tempat di Mesir lainnya yang sangat menarik dalam film ini.
Read the rest of this entry »
Permalink
June 1, 2009 at 12:58 pm · Filed under Umum

Mari memimpikan Kota Banjarmasin yang berbeda dibandingkan yang ada saat ini. Kota yang bukan saja berkembang di bidang ekonomi, wisata, industri dan perdagangan, namun juga berkembang sebagai kota sehat (healthy city).
Kota sehat adalah kota yang segenap warganya menjalankan kehidupan keagamaan yang sempurna, kota yang warganya bisa hidup layak, terpenuhi kebutuhan dasarnya: pangan, sandang, papan (pemukiman), pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan dasar.
Kota yang pertumbuhan ekonominya mampu menyerap tenaga kerja yang ada, menyediakan ruang publik yang memadai bagi warga banuanya.
Kota yang lalu lintasnya teratur, sarana perhubungan air dan darat tersedia. Angka kriminalitasnya bisa ditekan serendah mungkin. Kota yang listriknya tersedia 24 jam dalam sehari, tidak tergenang air di musim hujan, yang tidak kekurangan air di musim kemarau. Kota yang pemukimannya tidak sehat berganti menjadi pemukiman yang sehat, pemukiman yang higiene dan sanitasinya memadai. Kota yang tidak setiap tahun dilanda wabah penyakit.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 27, 2009 at 12:17 pm · Filed under Umum

Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, peringatan hari Proklamasi 17 Mei 1949 Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan mempunyai nilai yang sangat penting untuk mencerahkan kembali rasa kebangsaan dan perjuangan para pahlawan pendahulu bangsa. Apalagi, pada bulan yang sama secara kebangsaan juga diperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada tanggal 20 Mei.
Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan pada 17 Mei 1949 di Desa Mandapai, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, ternyata merupakan sebuah pernyataan eksistensi Pulau Kalimantan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Proklamasi 17 Mei 1949 merupakan bagian dari proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, dengan tujuan yang sama mau merdeka, bebas dari penjajahan. Pernyataan Proklamasi 17 Mei 1949 tidak terlepas dari adanya perjanjian Linggar Jati pada 4 Mei 1947 yang menyatakan bahwa Belada secara de facto hanya mengakui NKRI atas Jawa, Madura dan Sumatera, sedangkan Kalimantan ingin dipisah.
Pembentukan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan oleh Hasan Basry cs di atas keyakinan untuk ikut mengawal dan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berada dalam bahaya, serta memastikan Kalimantan tetap menjadi bagian integral NKRI.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 27, 2009 at 9:39 am · Filed under Umum

Saya hanya berandai-andai, bukan sungguh-sungguh ingin menjadi Calon Presiden apalagi menjadi Presiden terpilih di tahun 2009 nanti. Saya tak punya nyali, tak ingin bermimpi apalagi mempersiapkan diri, karena saat ini jangan harap anda akan jadi “kepala negara” kecuali anda punya percaya diri yang tinggi, tampil dengan gagah berani, punya duit bergoni-goni, punya stamina yang tak pernah mati, sibuk beranjang sana anjang sini, dan tebar pesona ke sana ke mari.
Saya juga tak mau jadi Presiden karena saya tidak sampai hati kalau kampanye harus berani tebar janji yang tak perlu ditepati, rajin memberi agar rakyat terbuai dalam mimpi, tampilkan diri seolah orang yang tulus dan baik hati, dengan harapan rakyat akan memilihnya saat Pilpres nanti.
Saya tidak pandai berbuat untuk meyakinkan diri, agar dipilih nanti, melakukan cara dengan memunculkan image diri seolah sangat islami, bisa menunjukkan kesan seolah keluarga yang harmoni, dan menghiasi media massa dengan aktivitas dan foto diri.
Saya hanya bisa berandai-andai karena saya tak punya nyali untuk mencalonkan diri, karena saya merasa tidak sanggup melakukan cara-cara tidak etis dan cara tak terpuji, apalagi sampai berdusta dan mengelabui.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 8, 2009 at 12:24 pm · Filed under Sastra

“Kakak, kenapa pian? Tingkahmu aneh sekali! Ratna sampai kaget setengah mati!”
Malam harinya, Salwa duduk di pinggir ranjang dan bertanya dengan penuh perhatian. Sejak sore aku berbaring di tempat tidur.
”Betulkah?” tanyaku datar, jiwaku entah melayang ke mana. ”Betulkah ia kaget setengah mati?”
”Tentu saja! Dia terus bertanya pada ulun, apakah pian biasanya bersikap aneh begitu. Ulun katakan padanya selama ini pian baik- baik saja. Justru ulun tak tahu kenapa setelah bertemu dengannya pian jadi bingung seperti itu,” Salwa menjawab sambil memperhatikanku .
”Kakak, apa yang terjadi pada pian sebenarnya? Pian salah menyangka dia sebagai siapa? Dia mirip siapa?”
Read the rest of this entry »
Permalink
May 5, 2009 at 7:51 am · Filed under Islami

Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional kembali digelar. Disiarkan langsung oleh TVRI Regional Kalimantan Selatan, STQ ke XVII Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Arifin (2/5).
Sesuai dengan rencana yang telah dijadualkan, STQ ke XVII yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin mampu menyedot perhatian ribuan masyarakat disekitar Landasan Ulin, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Martapura.
Untuk kesekian kalinya event ini kita adakan. Ajang STQ maupun MTQ senantiasa disambut hangat oleh masyarakat dari seluruh penjuru banua. Format acaranya memang sebuah perlombaan dalam Tilawah dan Tahfidz Qur’an, Tafsir Quran, Festival Rebana, dan Puitisasi Terjemahan Al Quran. STQ berlangsung sampai dengan 6 Mei mendatang.
Read the rest of this entry »
Permalink
April 23, 2009 at 10:26 am · Filed under Umum

Sahabatku, aku memohon maaf karena telah lalai dan lama tak berkabar padamu. Bukan apa-apa, sebab aku sendiripun bingung dengan keadaanku sendiri. Tak cuma soal anak, keluarga maupun pekerjaan yang tempo hari pernah kuceritakan. Tapi ada persoalan baru yang entah mengapa serasa menguras isi pikiranku. Sepertinya masalah itu selalu saja dekat dengan sisi hidupku.
Dan kembali aku mengingatmu malam ini. Entah sedang apa kau di seberang sana. Mungkin kau telah mengalami hari-hari menyenangkan atau sebaliknya. Ataukah kau telah menemukan keajaiban-keajaiban hidup yang baru?
*****
Sahabatku, apa yang terbayang setelah kau membaca seluruh atau sebagian tulisan-tulisanku? Perlu aku tekankan di sini bahwa, yang ingin benar-benar aku tunjukkan bukanlah tulisanku sebagai sekumpulan tulisan yang “bagus”, “luar biasa”, “layak baca”, “prestisius” atau apapun istilahnya.
Di sini, aku hanya ingin memperlihatkan sebuah tradisi menulis. Sebuah tradisi yang cukup lama “mati suri” di dunia mahasiswa dan kampus kita.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 28, 2009 at 10:49 am · Filed under Sastra

Dalam sekejap mata, bulan April sudah tiba. Cuaca di bulan ini adalah yang terbaik di Banjarmasin. Musim hujan telah berakhir, namun musim panas menyengat belum tiba. Sepanjang hari angin bertiup lembut dan matahari bersinar cerah. Langit tampak menjulang tinggi dan udara terasa begitu nyaman.
Siang ini, aku baru saja mengunjungi pengadilan untuk mendatangi beberapa hakim dan jaksa. Aku sedang menulis laporan terperinci mengenai misteri kematian sepasang mayat yang terbakar beberapa tahun silam.
Ketika sampai di rumah, otakku masih dipenuhi dengan kasus yang rumit dan penuh teka-teki itu. Aku menghentikan motor di depan pintu pagar rumah. Sebelum membuka pintu, aku mendengar tawa nyaring dari halaman. Itu suara Salwa.
Gadis itu akhir-akhir ini juga sibuk, sepanjang hari jarang terlihat ambayangnya. Kata uma, “delapan puluh persen bias dipastikan dia sedang menjalin cinta!” tetapi teman pria yang kadang-kadang diajaknya ke rumah tidak pernah ada yang tetap.
Aku membuka pintu gerbang dan mendorong motorku masuk. Tiba-tiba di hadapanku melayang-layang sebuah benda. Aku segera mengulurkan tangan untuk menangkap benda itu, ternyata sebuah kok. Kemudian terdengar tawa Salwa yang riang gembira.
“Aiya, kakak! Hebat sekali!”
Aku menoleh, kulihat Salwa sedang memegang raket dan menatapku sambil tertawa cekikikan menggemaskan. Di belakangnya ada gadis lain, mengenakan blus wol putih yang dipadu dengan bawahan putih, juga sedang membawa raket. Rupa-rupanya Salwa sedang bermain bulu tangkis dengan teman kuliahnya di halaman. Aku melemparkan kok di tanganku dan berkata sambil tertawa,
Read the rest of this entry »
Permalink
March 28, 2009 at 10:34 am · Filed under Umum

Dalam perspektif dan kaca mata orang-orang kebanyakan di daerah, datang ke Banjarmasin adalah sebuah impian. Sehingga boleh dikatakan Banjarmasin bagai kota surgawi yang diharapkan bisa memanjakan segala kebutuhan akan kehidupan penghuninya.
Akan tetapi, kata impian dan surgawi sudahkah melekat di Ibukota Kalimantan Selatan kini? Seperti kita ketahui, mungkin juga kita baca dalam setiap media cetak lokal selalu memuat berita tentang Banjarmasin terutama dengan berbagai masalahnya.
Kota ibarat tubuh manusia; ada kepala, badan serta kaki. Dari ketiga bagian utama organ tersebut ada jaringan penghubung yang fungsinya sangat vital, yang memberi magnet-magnet kehidupan. Kalau jaringan itu ibarat sebuah sistem transportasi yang memiliki kedudukan sangat strategis dalam hal ini, maka sudah sepatutnya untuk ditelanjangi sehingga kita semakin tahu dimana sakitnya. Karena ibarat luka kronis yang tidak tersembuhkan oleh obat dari tabib sehebat Ratanca dalam Legenda Majapahit sekalipun, selalu akut dan muncul dengan tiba-tiba.
Ibukota seharusnya lebih baik dari kota-kota lainnya, bagaimana tidak, semenjak masa kuda masih mengigit besi sampai kuda naik besi, dari masa kolonialisme hingga masa dekonstruksi, selalu dan selalu tak terselesaikan. Permasalahan-permasalahan yang ada telah juga dikaji secara ilmiah yang dilihat dari berbagai aspek oleh para akademisi serta ahli yang pakar di bidangnya. Oleh karena itu paparan dibawah ini ibarat catatan-catatan kecil yang tercecer dalam benak hati seorang pejalan di antara deru debu dan panasnya Banjarmasin.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 24, 2009 at 2:56 pm · Filed under Sastra

Akhirnya aku menyadari bahwa aku telah kehilangan jejak Marina. Walau berapa lama aku berharap, sedikit pun tak ada kabar dari dia. Pertemuan di tepian sungai Martapura yang singkat itu dan ”kisah cinta”ku yang gagal akhirnya berakhir begitu saja.
Di malam yang sunyi dan di pagi yang lengang, aku kerap kali teringat kepada Marina. Aku merasa memiliki ratusan keraguan, ratusan tanda tanya. Marina meninggalkan alamat palsu, gadis itu menghilang dengan misterius. Hanya Tuhan yang tahu. Perjalanan hidup sungguh penuh teka-teki.
Aku tidak bisa terus menerus mencari Marina. Apalagi kehidupanku sangat sibuk. Siang hari aku mencari berita, malam hari menuliskannya di kantor. Pada hari-hari lain aku masih harus menyiapkan naskah, sehingga tidak punya waktu lagi untuk menyelidiki Marina. Seiring dengan berjalannya waktu, aku perlahan-lahan melupakan gadis itu.
Salwa mulai bersemangat lagi mencarikanku teman wanita. Ulah adikku ini membuatku geli. Pada suatu hari Salwa berkata,
”Kakak, pian kan suka penyanyi. Ulun punya teman yang sangat pandai menyanyi. Mau tidak pian bertemu dia? Tapi ulun khawatir pian takkan berhasil mendapatkannya. Dia terlalu lincah, laki-laki yang mengejarnya banyak. Ulun dengar kabarnya malah ada laki-laki yang mau bunuh diri karena cintanya ditolak. Ulun pikir pian mungkin tak punya keberanian untuk mengusik gadis ini!”
Read the rest of this entry »
Permalink
March 12, 2009 at 2:12 pm · Filed under Umum

Apa kabar, Kawan? Semoga sehat.
Mungkin kau bertanya tentang siapakah aku? Tetapi sungguh itu bukan soal penting yang harus kau ketahui. Bayangkan saja aku adalah seorang teman, yang tiba-tiba saja berkirim surat kepadamu.
Aku menulis surat ini di suatu tempat yang jauh. Dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Mungkin karena terlampau gairah. Bahagia. Untuk sesuatu yang nanti akan kau ketahui sendiri, bahwa ini semua bermula dari dirimu sendiri.
Surat ini aku tulis, ketika aku meniti kembali remang malam. Terjebak di labirin keasingan yang aneh. Perkembangan zaman begitu pesat. Hingga tak menyisakan satu ruang pun untuk lari.
*****
Baiklah, Kawan. Aku akan memulainya dengan sebuah fenomena di dunia tulis menulis. Bahwa kebanyakan penulis besar memulai karir kepenulisannya dengan catatan-catatan kecil dari apa yang mereka saksikan dan mereka rasakan dalam realitas kesehariannya.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 6, 2009 at 7:39 am · Filed under Islami

Maulid nabi yang setiap tahun diperingati adalah momen untuk mengingat pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan. Misinya adalah merubah komunitas yang menjadikan patung-patung sebagai sesembahan (syirik) dan meremehkan harkat kemanusiaan (baca: masa jahiliyah).
Tidak ada takaran etnis, keturunan, kekuasaan, dan perbudakan yang menjadikan orang mulia atau tidak. Tapi ditentukan oleh kesalehan individual dan sosial bagi Tuhan, diri, dan masyarakatnya.
Nabi Muhammad adalah anak muda mekkah yang sangat dihormati karena kecakapan moralitasnya. Gelar yang diberikan oleh masyarakat makkah adalah al-amin, yang berarti ‘orang yang dipercaya’. Pesona nabi tidak berhenti di situ.
Setelah menjadi rasul, titah-titah yang ditahbiskan, meski awalnya banyak penentang tapi pada proses selanjutnya berhasil menciptakan masyarakat manusiawi. Ini disebabkan oleh pola kepemimpinan yang ditopang oleh keteladanan yang beliau perankan.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 4, 2009 at 2:17 pm · Filed under Sastra

Aku kembali dilanda kegelisahan, memikirkan betapa aneh pertemuan itu. Di atas siring sungai Martapura. Begitu banyak pertanyaan yang ingin aku ajukan kepada gadis itu. Begitu banyak teka-teki yang harus dijelaskan. Marina. Kepada gadis bernama Marina.
Kulipat lagi kenanganku. Mendongak ke atas. Senja telah berganti kelam menyelimuti langit kota Banjarmasin. Kulirik jam, jam enam. Sebentar lagi maghrib menjelang.
Dari sudut jendela rumah, aku menyaksikan awan-awan mulai beranjak pergi diusir senja. Burung-burung beranjak pulang sembari menyajikan nyanyian penidur matahari punah.
“Kakak…! kakak….! Sesuara panggilan memecahkan hening. Membuyarkan pikiranku. Padahal aku masih merindukan satu pucuk bulan hinggap di antara kejora penuh kedip. Aku sangat merindukan itu.
Adikku, Salwa, berteriak-teriak seperti orang yang baru melihat matahari terbit dari barat. “Kakak, pian terlalu memilih-milih teman wanita, yang ini jelek, yang itu tidak baik.”
“Jangan bicara ngawur, ah.” Kataku berang. ”Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak.”
Read the rest of this entry »
Permalink
February 24, 2009 at 3:37 pm · Filed under Sastra

Kandangan kotaku.
Tak lagi ku dengar ketipak gerobak sapi mengawal pagi .
Kandangan kotaku.
Tak lagi ku dengar cericit pipit di sela hamparan padi.
Kandangan kotaku.
Tak lagi ku dengar derak-derik, leguh-legah pedati dan genta.
Gedebur riak Amandit yang menghiba,
Kuningnya air muara dan kapal-kapal kecil di waktu senja.
Dan aku tak melupakanmu, Kandanganku, Sungai Amandit, Kampung Taniran, Bumi Antaluddin.
Panasmu lusuhkan kemeja,
Derap langkahmu,
angin lengkisaumu
dan masa lampaumu.
Read the rest of this entry »
Permalink
Older Posts »