Archive for May, 2008
May 30, 2008 at 11:09 am
· Filed under Umum

Lagi-lagi DPR RI bikin skandal, baru saja reda kasus heboh rekaman adegan syur politisi dari Partai Golkar Yahya Zaini dengan pedangdut Maria Eva, kini muncul cerita baru. Bermula dari beberapa hari yang lalu foto syur anggota Dewan yang Terhormat kembali beredar di internet. Kali ini, pelakunya adalah Max Moein dari Fraksi PDIP.
Beredarnya foto -terlepas dari keabsahan foto tersebut- atau adegan esek-esek yang justru dilakukan elite politik ini telah menambah deretan kasus dekadensi moral yang sedang melanda bangsa kita. Kasus hubungan lain jenis yang bukan muhrim hampir tiap hari terjadi di mana-mana, bahkan dipertontonkan melalui pemberitaan atau penayangan televisi.
Kita sungguh prihatin, karena sepertinya perselingkuhan ini bukan kejadian aneh. Ia seperti jadi kisah rutin manusia. Bisa jadi kita mendapati kejadian ini bahkan dialami saudara atau teman-teman dekat kita. Satu hal yang pasti membuat kita sakit hati mendengarnya. Kita diingatkan lebih intensif tentang perselingkuhan dan segala efek negatif yang menyertainya ketika kejadiannya menimpa orang-orang yang menjadi public figure apalagi anggota dewan yang (katanya) Terhormat itu.
Masalahnya media massa memang terlalu rakus untuk tidak memberitakan kisah-kisah heboh seperti ini. Kita pun mungkin tidak terlalu suka dengan terisinya ruang wacana publik dengan berita-berita seperti ini. Apalagi kita tentu menyimpan empati terhadap keluarga yang diterpa musibah perselingkuhan ini. Kalau sudah begini, minimal kita bisa menjadikan berita-berita ini bermanfaat buat kita dan tentu kita berdoa semoga pihak-pihak yang ditimpa “musibah” tadi bisa menyelesaikan masalah mereka dengan baik.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 30, 2008 at 10:55 am
· Filed under Islami
Pernah dimuat pada harian Mata Banua/ Jum’at, 30 Mei 2008 dan Kalimantan Post/ Jum’at, 4 Juli 2008

“Ulama bukanlah malaikat dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Ulama adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam masa yang panjang, sampai waktu mereka habis”.
Perjalanan sejarah dari masa ke masa tak luput dari kilasan perjalanan sosok para ulama. Merekalah garda terdepan semangat juang yang tengah dikobarkan. Merekalah guru bagi peradaban yang agung. Peradaban yang melahirkan jundi-jundi yang ikhlas mempertaruhkan dirinya atas nama dien yang mulia, al-Islam.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Ungkapan klasik ini memiliki makna penting dalam pembangunan bangsa ke depan. Begitu pula umat yang besar adalah umat yang mau menghargai, mengenang, menelusuri dan mengikuti jejak langkah para ulamanya. Sebab sangat jelas, ulama adalah pewaris para nabi, karena peran dan perjuangan para ulama yang telah mendahului perjuangan para penerusnya saat inilah, akhirnya dakwah sampai kepada kita.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 28, 2008 at 8:45 am
· Filed under Pendidikan

Conan Edogawa, detektif cilik nan imut yang hidup dalam dunia fiksi ini dikenal karena kejeniusannya dalam mengungkap kasus-kasus pembunuhan. Karakter yang sama juga terdapat pada Chinmi. Jago kungfu asal Kuil Dairin ini juga mampu menarik minat pembaca komik “Kungfu Boy” dengan kecerdasannya dalam mempelajari jurus kungfu yang diuraikan seilmiah mungkin. Dua tokoh fiksi ini mmemang hidup di dunia komik. Tapi kecerdasannya digilai para penggemarnya di dunia nyata. Jangan-jangan, kita salah satu fans mereka.
Ya, jadi orang cerdas memang impian. Di sekolah, cerdas identik dengan popularitas. Siswa cerdas pasti tidak akan luput dari perhatian guru dan pihak sekolah. Soalnya siswa model begini jadi aset berharga untuk mengharumkan nama baik sekolah dengan ukiran prestasinya.
Tapi cerdas yang bagaimana? Ini yang jadi soal. Sebab saat ini, kebanyakan orang menganggap kecerdasan selalu berkaitan dengan intelektual, langganan juara kelas, atau jago mengerjakan soal-soal rumit pelajaran Fisika, Matematika, Kimia, atau Biologi. Seolah tidak ada parameter pemaaf, penyabar, empati, suka menolong atau aktivis dakwah pada diri seorang siswa cerdas.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 26, 2008 at 9:37 am
· Filed under Umum
Pernah dimuat pada harian Radar Banjarmasin dan Barito Post/ Selasa, 27 Mei 2008

Sudah menjadi tradisi bagi warga kota Banjarmasin untuk menyaksikan begitu banyaknya kaum papa yang bertebaran di setiap sudut kota. Mungkin karena Banjarmasin adalah barometer ibukota propinsi yang sering diidentikkan bahwa kota besar selalu menampung manusia-manusia miskin yang kalah melawan arus kota.
Hanya mereka yang benar-benar siap menjadi orang kotalah yang dapat terus bertahan mengais hidup
di Banjarmasin. Tentunya bukan tidak mungkin di antara mereka harus ada yang rela menjadi korban ke-modern-an kota, bahkan teori kelicikan juga harus dipelajari untuk terbiasa dengan kehidupan Banjarmasin yang sering main sikut. Benar kata kiasan “Ibu kota lebih kejam dari Ibu tiri”, hanya orang yang bisa lebih kejam yang dapat menaklukan kota Banjarmasin.
Sedangkan para gelandangan dan pengemis adalah salah satu contoh manusia-manusia marginal dan kalah, kesalahan mereka karena pasrah pada nasib yag menjadikan mereka kalah.
Bukankah hidup di Banjarmasin untuk merubah nasib?
Read the rest of this entry »
Permalink
May 26, 2008 at 9:35 am
· Filed under Islami

Kita barangkali sangat terkejut ketika untuk pertama kali mendapati anak kita yang masih belia berani melontarkan kata-kata kotor kepada guru atau orang tuanya sendiri. Mungkin pula anak yang tadinya manis dan baik tiba-tiba mencuri uang dalam jumlah besar, memeras teman sekelas, menyontek, belajar merokok, memfitnah teman, atau membaca buku porno. Apakah hal demikian normal?
Meskipun saat ini semakin banyak anak terlibat kasus yang menyangkut moral, kita tidak boleh beranggapan bahwa hal ini wajar. Pelanggaran moral bukanlah hal yang dapat dianggap remeh. Seyogyanyalah pelanggaran moral oleh anak dikoreksi dan tidak dibiarkan begitu saja.
Semakin seriusnya perilaku tak bermoral yang dilakukan anak yang masih muda memberi petunjuk akan semakin beratnya tantangan bagi orang tua dalam mendidik anak. Mengapa anak berperilaku buruk? Salah satu kemungkinannya adalah karena semakin jarangnya kehadiran orang tua di rumah. Jumlah waktu yang dipakai orang tua untuk mengajar anak-anaknya hidup secara benar juga semakin berkurang. Akibatnya pengenalan anak terhadap kehidupan orang tuanya sendiri juga semakin sedikit. Padahal anak perlu menyaksikan orang tuanya secara langsung untuk memperoleh contoh nyata hidup yang bermoral.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 26, 2008 at 9:22 am
· Filed under Pendidikan

Pada tanggal 21 Mei berlangsung peringatan Hari Buku Nasional. Namun hal itu tidak terlalu direspons dan dikupas lebih jauh daripada momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei, dan renungan 10 tahun lengsernya Orde Baru. Terlepas dari itu, peringatan hari buku tetap berharga untuk merefleksikan kembali peran dan kontribusi buku dalam proses transformasi sosial.
Dengan buku, kita dapat menjelajahi dunia sampai pada akar dan sudutnya lebih cepat. Dunia yang begitu luas dan membutuhkan beberapa jam untuk melintasinya dapat dilintasi beberapa saat saja dengan lorong-lorong teks. Begitu juga dengan pola dan perilaku internal kepribadian manusia, eksistensi bangsa, dan perhelatan akbar sebuah peradaban. Semuanya berada dan dibangun di atas perjalanan teks-teks sebuah buku.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 21, 2008 at 6:26 pm
· Filed under Pendidikan

“Sebagai urang banua, mari kita lanjutkan tradisi hebat yang dibangun Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Di zaman mesin tulis belum populer, apalagi komputer dan internet, beliau telah menulis belasan buku. Ketika etnik-etnik Nusantara lainnya belum menulis, Datuk kita telah mencontohkan bagaimana menulis sangat positif. Buku beliau dipakai di manca negara. Paling populer, Sabilal Muhtadin…” (Ersis Warmansyah Abbas)
Menulis di kalangan Islam, sebenarnya mempunyai akar sejarah yang sangat kuat. Ini dibuktikan dengan banyaknya karya-karya cendekiawan muslim, yang bisa kita lihat dan kita baca sampai sekarang. Di mana dengan berbagai karyanya tersebut, para cendekiawan Islam dikenal tidak hanya di kalangan Islam sendiri, tetapi juga oleh orang non muslim.
Avessina (Ibnu Shina), adalah contoh kecil cendekiawan muslim yang kepakarannya terutama di bidang kedokteran, sangat diakui. Di mana buah karyanya berjudul al Qanuun fi al-Thibb, menjadi rujukan oleh mereka yang belajar kedokteran. Bahkan dengan karyanya itu, ia “dinobatkan” sebagai bapak kedokteran dunia.
Cendekiawan lain adalah Imam al-Ghazali. Di mana magnum opus-nya Ihya’ Ulumiddin, konon menjadi rujukan oleh negeri Barat (dan Eropa) selama lebih kurang 7 abad lamanya.
Karya-karya mereka lah yang membuat mereka dikenal. Karya yang tidak lapuk oleh waktu, karena ditulis dalam sebuah media bernama buku atau kitab, sehingga bisa dinikmati oleh generasi yang jauh di bawahnya.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 21, 2008 at 6:18 pm
· Filed under Pendidikan

BUKU adalah jendela dunia. Ungkapan bernada klise, tapi belum sepenuhnya disadari. Entah karena deraan krisis ekonomi yang masih menyelimuti bangsa ini, sehingga buku belum menjadi kebutuhan yang diperhitungkan atau belum menjadi skala prioritas. Justru yang berkembang adalah anggapan umum, bisa makan tiga kali sehari saja sudah untung.
Kondisi seperti itu disadari sepenuhnya oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) atau pihak-pihak yang peduli terhadap pentingnya buku. Malahan UNESCO, salah satu badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melaporkan, Indonesia pada tahun 1973 mengalami book starvation (paceklik buku). Saat itu, Indonesia tidak menerbitkan satu judul buku pun. Sementara di luar tahun itu, produksi buku di Indonesia berkisar 10.000 judul.
Berbeda dengan negara lain. Jepang contohnya, setiap tahunnya menerbitkan 60.000 judul buku, sementara Inggris jauh lebih besar lagi mencapai 110.155 judul buku. Fenomena tersebut baru ditinjau dari sisi judul buku, belum dilihat dari sisi oplah (jumlah tiras buku yang diterbitkan). Seharusnya, penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta, produksi bukunya lebih besar ketimbang negeri tetangga, termasuk Jepang dan Inggris.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 21, 2008 at 6:12 pm
· Filed under Umum

Waktu terus berputar seperti jarum jam. Tanggal 20 Mei tahun 2008: Hari Kebangkitan Nasional baru saja berlalu. Ramai-ramai kita merayakannya dengan gembira, masing-masing dengan tingkah-polahnya: pawai, apel kebangkitan, bazaar, demonstrasi, bikin resolusi, atau adapula yang menyampaikan doa dengan khidmat. Orang-orang berucap: semoga ke depan hidup lebih baik, rejeki bertambah, tercukupi sandang pangan, kemiskinan berkurang, dan tak ada lagi bencana.
Suatu kewajaran bila kita berharap sesuatu yang lebih baik di hari kebangkitan nasional bangsa. Hanya saja kita juga mesti tabah, karena harapan-harapan kita itu lebih sering terbang begitu saja entah ke mana (?). Hilang diterpa angin puting beliung, dihanyutkan banjir, dan tertimbun tanah longsor. Betapa seringnya apa yang kita angankan dan kita pikirkan jauh di atas kenyataan apa yang kita dapatkan.
Bukankah di hari Kebangkitan Nasional setahun yang lalu, kita juga pernah berucap hal sama seperti kali ini. Bahkan di Harkitnas setahun sebelumnya lagi juga begitu. Harkitnas 10 tahun yang lalu sepertinya begitu juga. Harapan-harapan yang kita ucapkan tak beranjak dari yang itu-itu saja. Kalau begitu mungkin tahun depan kita juga akan mengucapkan harapan yang sama seperti tahun ini.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 20, 2008 at 8:29 am
· Filed under Pendidikan

Berita mengenai penderita gizi buruk terus meningkat. Kematian seorang ibu di Makasar beberapa waktu lalu bersama anaknya karena kelaparan makin membuat bangsa ini getir. Belum juga usai, seorang ibu di Tangerang meregang nyawa karena tak kuat berobat ke rumah sakit. Ia sakit dan tak punya biaya ke puskesmas. Karena sakit, sang ibu miskin ini tidak makan selama tiga hari. Bayangkan! Akibatnya pun fatal. Sang ibu meninggal dunia.
Bangsa ini perlu bangkit. Namun, dari mana kita memulai kebangkitan bangsa ini? Jawabannya: dari dunia pendidikan. Pendidikan diyakini bisa berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia.
Pendidikan juga diyakini bisa mengangkat derajat bangsa menjadi lebih beradab dan modern. Itu sebabnya, pendidikan menjadi kunci kebangkitan bangsa ini.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 20, 2008 at 8:22 am
· Filed under Pendidikan

Konon, Julius Caesar, raja Roma, pernah menyerang ke Mesir. Namun, ternyata Mesir memiliki tentara yang amat kuat. Saking kuatnya, dia pun beserta pasukannya terjepit. Dalam keadaan terjepit itulah, Julius Caesar memiliki ide untuk menghindari musuh, yaitu dengan cara membakar perpustakaan besar Mesir yang bernama Alexandria. Berhasilkah dia?
Ya, ternyata Caesar berhasil meloloskan diri dari kepungan tentara Mesir. Rupanya dia tahu betul, bahwa orang-orang Mesir sangat menghargai perpustakaannya.
Dari cerita di atas, tersirat bahwa perpustakaan yang berisi sekumpulan buku yang disusun secara sistematis (pada waktu itu berupa papyrus) merupakan sesuatu yang sangat berharga. Bahkan harganya jauh lebih tinggi dari seorang raja Roma sehingga mereka rela meloloskan musuhnya demi untuk menyelamatkan perpustakaan yang terbakar.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 18, 2008 at 9:44 am
· Filed under Pendidikan

Kebangkitan nasional memang tidak dapat dilepaskan dari aspek pendidikan. Pendidikan merupakan tonggak perjuangan bangsa menuju kemajuan peradaban. Tanpa pendidikan yang baik, tata aturan dan etika kehidupan akan kacau, krisis moral akan merebak, hingga menimbulkan gangguan sistem ekonomi yang mengarah pada kelumpuhan stabilitas negara.
Indonesia, sebagai negara berkembang sangatlah urgen untuk memberi perhatian lebih pada bidang pendidikan yang sekarang jauh tertinggal dari negara-negara lain. Dengan meningkatkan bidang pendidikanlah, perkembangan pada bidang kehidupan yang lainnya akan tecapai hingga akselerasi kebangkitan nasional berjalan lebih cepat.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 18, 2008 at 9:35 am
· Filed under Umum

Bulan Mei identik dengan kebangkitan nasional. Perkumpulan priyayi Jawa bernama Budi Utomo disebut-sebut sebagai motor penggeraknya. Walau masih terbatas di Pulau Jawa, Budi Utomo dianggap menjadi “cikal bakal” embrio kebangkitan nasional bangsa Indonesia.
Meskipun hingga kini ahli sejarah masih melakukan kajian mendalam tentang tahun dan nama kelahiran kebangkitan nasionalisme tersebut, mengingat munculnya pandangan bahwa organisasi tersebut bukan dalam lingkup nasional dan hanya mewakili kalangan Jawa.
Tetapi, paling tidak, telah terjadi sebuah gerakan perlawanan terhadap penjajah oleh mahasiswa kedokteran Stovia yang notabene sekolah milik pemerintahan penjajah. Merupakan kearifan lokal (local wisdom) yang menjadi stimulant dan pijakan awal kebangkitan nasional.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 18, 2008 at 9:30 am
· Filed under Umum

Istilah pemuda atau generasi muda umumnya dipakai sebagai konsep untuk memberi generalisasi golongan masyarakat yang berada pada usia paling dinamis, yang membedakan dari kelompok umur anak-anak dan golongan tua. Menurut budayawan Taufik Abdullah, pemuda bukan cuma fenomena demografis, akan tetapi juga sebuah gejala historis, ideologis, dan juga kultural. (Pemuda dan Perubahan Sosial, LP3ES, 1987).
Dalam setiap episode transisi politik, peran pemuda-terutama para pemuda “elite” selalu terlibat di dalamnya. Mereka adalah generasi terpelajar – mahasiswa, profesional, akademisi, dan para aktivis pada umumnya – yang berasal dari kalangan menengah, tinggal di kota besar, memiliki kepekaan sosial dan empati politik yang tinggi.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 15, 2008 at 2:21 pm
· Filed under Umum
Pernah dimuat pada harian Mata Banua/ Senin, 19 Mei 2008

“Saya yakin sungguh-sungguh bahwa jiwa 17 Mei tetap kita miliki dari dulu, sekarang dan pada masa-masa yang akan datang.” (Pidato Hassan Basry, 17 Mei 1963)
Kenalkah Anda dengan Hassan Basry, seorang pahlawan nasional dari Kalimantan Selatan yang wajahnya hanya kita kenal lewat buku-buku sejarah. Bahwa eksistensi Hassan Basry tak dapat dipisahkan dengan kelahiran organisasi perjuangan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, yang telah mengukir sejarah perlawanan heroik terhadap kolonialisme Belanda. Kisah perjuangannya ternyata lebih heroik daripada Spiderman III.
ALRI Divisi IV telah memberikan warna yang tajam dalam antisipasinya terhadap politik pecah belah Belanda pada saat itu. Politik “devide et impera” dengan gerakan federalisme-nya ini telah dikecam begitu keras oleh Hassan Basry sebagai seorang pejuang nasionalis yang tetap bertahan pada prinsip perjuangan.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 15, 2008 at 2:19 pm
· Filed under Islami

20 Mei akan segera tiba. Di hari itu kita bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional, yang bagi sebagian komunitas kecil masyarakat Indonesia yang masih berpikir kritis nampaknya bisa menjadi momentum yang pas untuk introspeksi atas capaian pembangunan nasional dan pendidikan manusia Indonesia.
Namun, yang memprihatinkan, memang belum lama kita melihat berbagai kegaduhan dunia pendidikan nasional dengan berbagai ulah yang menunjukkan bahwa soko guru pembangunan karakter manusia Indonesia telah rontok berkeping-keping, menyisakan kengiluan, keprihatinan dan kekhawatiran yang mendalam bagi banyak kalangan.
Apa momentum Harkitnas bagi bangsa Indonesia, khususnya Umat Islam yang saat ini menurut statistik menjadi penghuni terbanyak NKRI ini?
Read the rest of this entry »
Permalink
May 15, 2008 at 2:18 pm
· Filed under Umum
Pernah dimuat pada harian Barito Post/ Sabtu, 17 Mei 2008 dan harian Kalimantan Post/ Rabu, 21 Mei 2008

SETIAP generasi mempunyai pahlawan sendiri-sendiri. Tetapi bagaimana sosok pahlawan dalam pandangan satu generasi dengan generasi lain, atau bahkan orang per orang, belum tentu akan sama.
Sosok pahlawan tidak semata dilihat dari kandungan heroismenya. Ada nilai kesejarahan sesuai dengan dimensi waktu yang terjadi pada generasi bersangkutan. Maka di zaman Kerajaan Banjar ada Pangeran Antasari dan Pangeran Hidayullah, tapi di masa revolusi ada Hasanuddin HM.
Tetapi tak sedikit pula sosok-sosok pahlawan yang tetap hidup dan memperoleh tempat dari generasi ke generasi, bahkan melewati batas waktu sekian abad. Sosok Gajah Mada, pemersatu Nusantara, adalah salah satunya.
Siapapun sosok pahlawan yang muncul di satu dan lain generasi, maka nilai yang terkandung dalam kepahlawan itu tetap sama. Lalu bagaimana dengan sosok-sosok pahlawan di era reformasi? Apakah mereka yang berjiwa reformis itu otomatis juga seorang herois? Siapakah sebenarnya yang disebut sebagai pahlawan?
Di era reformasi, masihkah para pahlawan memiliki tempat di hati pemuda? Sebuah pertanyaan yang barangkali aneh, namun mungkin juga satu ikhtiar untuk mengimbau makna ingatan, mencoba menangkal ancaman yang datang dari sebuah kekhilafan sejarah.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 15, 2008 at 8:25 am
· Filed under Umum

Salah satu masalah yang tidak pernah tuntas didiskusikan adalah wanita, ia menjadi isu sosial yang menarik sejak zaman dahulu, sekarang dan masa yang akan datang. Masalah itu tetap tidak akan tuntas, karena wanita telah diperlakukan dan memperlakukan dirinya tidak sesuai dengan fitrah mereka, wanita dihinakan, dipuja dan tuntutan kesetaraan di segala bidang yang sering dikenal dengan istilah emansipasi dan karirisasi tidak pernah menemukan titik temu dengan hukum Allah.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 12, 2008 at 10:47 am
· Filed under Islami

”SHALAWAT serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang.” Kalimat ini layaknya pepatah yang terkesan sudah menjadi lagu wajib bagi para dai manakala mengawali ceramahnya. Hal itu ternyata bukanlah sebuah omong kosong yang tidak mempunyai dasar. Karena berdasarkan catatan sejarah versi manapun mengakui kelahiran (Nabi) Muhammad-lah yang membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia ini.
Sebagaimana Raymond Lerouge dalam Lavie De Mohomed, mengakui Muhammad adalah promotor revolusi sosial dan revolusi internasional yang membawa nilai-nilai keadilan dan nilai-nilai persaudaraan. Thomas Carlyle dalam On Heroes, Hero, Worship and the Heros in History, Muhammad diakui sebagai pahlawan sejarah nilai-nilai kemanusiaan (humanis). Bahkan Annie Besant dalam The Life and Teachings of Muhammad, meyakini Muhammad seorang nabi terbesar dari sang Pencipta.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 10, 2008 at 11:33 am
· Filed under Umum
Pernah dimuat pada harian Mata Banua/ Senin, 12 Mei 2008

Semasa kampanye, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif, seorang kontestan pemilu diperkenankan untuk menyampaikan janji-janji kepada para pendukungnya. Untuk sementara ini, banyak dari masyarakat kita yang beranggapan jika janji politik tersebut hanyalah ‘pemanis’ untuk memikat daya tarik kontestan.
Tanpa kita sadari, janji politik sebenarnya adalah bagian dari proses pendewasaan dalam berdemokrasi. Janji politik tidak semata mencerminkan kepribadian atau hanya sebagai atribut para kontestan. Lebih dari itu, janji politik mencerminkan pula tangungjawab moral seluruh komponen masyarakat di banua ini. Melewatkan begitu saja, akan semakin sulit demokrasi menjadi alat untuk menjadikan negeri ini lebih baik.
Penulisan artikel ini dimaksudkan untuk menyikapi dan sekaligus menindaklanjuti hasil pemilihan kepada daerah (pilkada) di Hulu Sungai Selatan (HSS) beberapa waktu lalu. Sesudahnya, setelah diketahui hasil pilkada dan selanjutnya dilakukan pelantikan, apakah pesta demokrasi di Kandangan sudah berakhir begitu saja? Jika saja ini adalah pesta pernikahan, mungkin kita bisa pulang dan mengerjakan urusan kita sendiri. Namun, bukanlah begini semestinya sikap bangsa yang arif dalam menyikapi upaya untuk menjadikan bumi Antaluddin lebih baik.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 5, 2008 at 11:15 am
· Filed under Umum

Embrio “Indonesia baru” pasca tumbangnya orde baru tumbuh demikian pesat dan cepatnya, kalau tidak bisa disebut terlahir secara prematur. Embrio ini lahir bukan karena kedewasaan dan kematangan berpikir rakyat banyak, melainkan karena kekecewaan pada rezim terdahulu yang terkesan menghasilkan dua corak kaum pada waktu yang bersamaan: otoriter, superpower dan eksklusif disatu pihak,(di)lumpuh(kan), (di)pecundang(i), dan inklusif yang termarjinalkan di pihak lain yang ternyata mayoritas audiens negeri ini.
Kalau pun ingin disebut bahwa aksi tumbangnya orde baru sebagai manifestasi kedewasaan dan kematangan berpikir rakyat, fakta di lapangan menunjukkan bahwa motor perubahan masih dari kampus, yang notabene minoritas intelektual dari dua ratusan juta jiwa rakyat awam di negeri ini.
Sehingga, tidak mengherankan jika reformasi hanya jadi “momennya para elit untuk berpesta”. Rakyat hanya diposisikan sebagai “pemberi legitimasi” kepada mereka, sebagaimana amanat demokrasi. Dengan kata lain, rakyat hanya “dibutuhkan” untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna mencoblos si A dan atau partai B di setiap Pemilu dan Pilkada. Kebodohan rakyat “sangat diperlukan” oleh para elit politik untuk menunjang eksistensi mereka.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 2, 2008 at 1:32 pm
· Filed under Pendidikan

Menurut Human Development Reports , HDR 2002 (Laporan Pembangunan Manusia 2002) yang dikeluarkan oleh Program Pembangunan PBB ( United Nations Development Programme, UNDP) tentang Human Development Indicators 2002, Indonesia menempati peringkat 110 dari 173 negara yang diteliti dengan Human Development Index (HDI) 0.684. Posisi Indonesia itu jauh di bawah negara anggota ASEAN, misalnya Singapura (25), Brunei Darussalam (32), Malaysia (59), Thailand (70), Vietnam (109).
Kemudian pada HDR 2003, indeks tersebut merosot menjadi 0,682. Penurunan indeks yang mencerminkan memburuknya kualitas manusia Indonesia ini juga terlihat dari menurunnya peringkat HDI, dari urutan 110 ke 112, sementara Malaysia naik ke peringkat 58 dan Vietnam masih di urutan ke 109. ( Kliping Suara Pembaharuan, 2003)
Ironis memang. Dua puluh tahun yang lalu, Malaysia masih belajar banyak dalam bidang pendidikan kepada Indonesia. Kini kualitas pendidikan negerinya Siti Nurhaliza itu jauh di atas ‘mantan guru’-nya. Ketika negara tetangga giat menggenjot prestasi intelektual kaum terpelajarnya, negerinya Samson Betawi ini malah disibukkan dengan audisi AFI, Indonesian Idol, KDI atau Pentas Idola Cilik.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 2, 2008 at 1:15 pm
· Filed under Pendidikan

Kata ”melacak”, dalam judul artikel ini menggambarkan sulitnya menemukan fungsi pendidikan politik dalam momen Pilkada. Ibarat mencari sepatah jarum dalam onggokan jerami, sulit tak terperi. Dalam konteks regulasi formal, atau kajian teoritis, momen Pilkada mestinya menjadi bagian penting bagi pelaksanaan edukasi warga, menggelar aktivitas politik yang sehat dan demokratis. Dalam prakteknya, logika Pilkada adalah kekuasaan sepenuhnya. Seraya meminggirkan artikulasi nilai-nilai moralitas dan pembelajaran politik yang patut diteladani.
Kasarnya, ”pendidikan politik” dan pagelaran ”Pilkada” adalah contradictio in terminis. Dua petak istilah yang bukan hanya berbeda dan berseberangan, tetapi justru saling menegasikan atau menghilangkan! Per definisi, pendidikan politik mensyaratkan banyak unsur bernuansa moral. Semisal, ketaatan terhadap hukum atau aturan main, mengagungkan kepentingan publik, memproses kebijakan secara prosedural, pro rakyat banyak, penuh keteladanan, pencerahan publik, dan mengusung visi serta program yang populis.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 2, 2008 at 1:11 pm
· Filed under Pendidikan

Baru saja berlalu Ujian Nasional (UN) bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Umum (SMU) di seluruh Indonesia, dan berbagai tanggapan meluncur memuja pendidikan. Sebagian besar sekolah seakan lebih bangga dengan status kelulusan seratus persen siswa dibandingkan dengan kualitas lulusan itu sendiri.
Di Kalimantan Selatan, beberapa tahun terakhir ini kita lebih banyak tersenyum dengan hasil Ujian Nasional, dan dengan bangga menyampaikan bahwa Kalsel adalah salah satu daerah yang sudah bebas buta huruf dan mempunyai indeks peningkatan sumberdaya manusia yang tinggi.
Di balik itu, angka pencari kerja dan angka angkatan kerja yang tidak bekerja karena lulusan dari institusi yang bernama sekolah itu belumlah mampu meluluskan manusia-manusia yang mampu menciptakan lapangan kerja, masih cukup tinggi. Bahkan kalau kita meneliti lebih dalam masih banyak anak di Kalsel yang tak mampu mengenyam pendidikan dasar, tapi ini tak pernah dicatat sebagai satu kemunduran. Ironis memang!
Read the rest of this entry »
Permalink
May 2, 2008 at 1:08 pm
· Filed under Islami

Cinta merupakan kata yang paling populer di dunia saat ini. Semua orang pasti pernah mendengarnya dan setiap manusia pasti punya persepsi masing-masing terhadapnya. Ada yang mengagung-agungkan kata sedemikian rupa. Di dalam berbagai kesempatan dibahas dan diucapkan dengan penuh gairah. Bahkan ada yang memberi simbol yang khas, berbentuk hati dengan warna yang khas pula, merah jambu.
Maka kita sering mendengar kata-kata cinta diulang di dalam buku-buku, novel, roman, cerpen, dikumandangkan melalui lagu-lagu, diucapkan dalam film-film, dijadikan obrolan para remaja, dan lain-lain. Pendeknya, masyarakat didominasi oleh kata cinta ini.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 1, 2008 at 11:25 am
· Filed under Pendidikan

Menjelang peringatan hari Pendidikan Nasional 2 Mei adalah waktu yang tepat untuk mulai merekat (ulang) kembali cermin retak pendidikan kita. Betapa persoalan pendidikan Indonesia adalah masalah krusial yang harus segera dibenahi. Betapa tidak, menurut laporan tahunan Human Development Index UNDP, kualitas Indonesia berada di posisi sangat memprihatinkan, yakni 111 dari 175 negara.
Tragisnya, angka ini kalah jauh dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia yang berada di urutan 58, Thailand 76 dan Filipina 83. Adapun hasil survei tentang kualitas pendidikan di Asia yang dilakukan oleh PERC (The Political and Economic Risk Country) yang berbasis di Hong Kong, Indonesia menempati urutan ke-12 atau yang terburuk.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 1, 2008 at 11:22 am
· Filed under Umum

(Antara Cinta dan Nelangsa, Inilah Secercah Goresan Jiwa)
Mbak Dewi, bagaimana kabarnya Mbak? Ini surat saya yang pertama untuk Mbak. Saya tahu Mbak justru semakin sibuk manggung setelah kontroversi pencekalan Mbak di mana-mana. Wah, sampai tiap hari saya melihat wajah Mbak di televisi!
Saya terharu dengan kisah hidup dan rumah tangga Mbak yang mengalami perceraian dengan penyanyi Saiful Jamil. Tapi, saya juga kasihan dengan seorang bocah di Jawa Timur. Itu lho, yang diperkosa kakek-kakek. Yang tragis, katanya, si kakek memperkosa karena terangsang setelah menonton VCD Mbak Dewi… Bagaimana Mbak tanggapannya?
Read the rest of this entry »
Permalink
May 1, 2008 at 11:19 am
· Filed under Pendidikan

Coba sejenak kita perhatikan kegiatan kita sehari-hari. Kita makan nasi yang dimasak menggunakan rice cooker, mandi menggunakan shower, dan tidur di atas spring bed yang dibungkus bed cover. Sebelum berangkat kerja kita menyempatkan untuk membaca harian pagi, kalau tidak begitu kita menyempatkan diri untuk menyalakan televisi, melihat “Headline News.” Ada berita “Sepeda Versus Motor” yang mengakibatkan pengendara sepeda klenger.
Di harian yang sama kita mendapati berita tentang banyaknya siswa yang tak lulus berdasarkan hasil try out ujian nasional. Ada juga berita kapolda yang mulai geram dengan pelaku illegal logging. Dan berita paling menghebohkan, bahwa terkait dengan kecelakaan Adam Air di Surabaya beberapa waktu yang lalu sejumlah pesawat maskapai tersebut di-grounded.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 1, 2008 at 11:17 am
· Filed under Islami

Dalam tahun ini, Peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada bulan Maret berdasarkan kalendar Syamsiyah. Dan pada bulan Mei, tepatnya tanggal 1 Mei, kita juga memperingati Hari Buruh Sedunia. Kedua momentum tersebut dapat kita jadikan introspeksi dan refleksi sehubungan dengan maraknya aksi demo buruh akhir-akhir ini.
Dalam memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW, idealnya kita tidak sekadar merayakannya sebagai perayaan rutin belaka. Perlu direnungkan dan ditelaah, suri teladan apakah yang dapat kita petik dari perayaan kelahiran Nabi dari tahun ke tahun.
Read the rest of this entry »
Permalink
May 1, 2008 at 11:05 am
· Filed under Umum

Jabatan dengan segala fasilitasnya membuat manusia terpesona, daya tarik jabatan seperti memiliki kekuatan sihir luar biasa, mampu menjadikan manusia kehilangan akal sehat.
Al Qur’an menginformasikan, bahwa dengan menakjubkan, ”…mereka menyihir mata orang banyak, dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir hebat yang menakjubkan”, demikian Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Al A’raf: 116. Kehebatan sihir menyulap mata dan mendatangkan takut kepada orang banyak diinformasikan oleh Al Quran Surat Tha Ha ayat 66, yang menceritakan pertarungan antara ahli sihir Fir’aun dengan Nabi Allah Musa As. “ … maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang kepada Musa seakan-akan merayap cepat, lantaran sihir mereka.” Sihir mampu membuat manusia memandang dengan takjub sesuatu yang biasa-biasa saja. Orang yang tersihir seperti kehilangan akal sehat, tidak mampu lagi berpikir kritis dan logis.
Read the rest of this entry »
Permalink