Upaya Meningkatkan Sektor Pariwisata Kalsel

Catatan dari Festival Budaya Pasar Terapung 2008 [21-22 Juni 2008]

Industri pariwisata merupakan sektor yang memberi harapan besar bagi pengembangan ekonomi di banyak negara sehingga sektor pariwisata memegang peranan penting dalam produk domestic bruto (PDB). Selain itu, sektor pariwisata juga dianggap memiliki efek ganda dan dapat menggerakan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat. Namun demikian, negara kita termasuk Kalimantan Selatan tidak mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan yang dominan, padahal potensi kita sangat besar.

Pariwisata kita sangat jauh tertinggal dengan negara tetangga, peningkatan kunjungan wisata pada beberapa negara tetangga jauh lebih tinggi dari pada apa yang kita peroleh. Pada tahun 1991, jumlah wisatawan yang mengunjungi Malaysia, Singapura, dan Thailand adalah sekitar 5 sampai 5,5 juta pengunjung, dua kali lebih besar dari pada Indonesia. Sementara pada tahun 2005, Malaysia mendatangkan 15 juta wisatawan, sedangkan Indonesia hanya bisa mendatangkan 5 juta wisatawan.

Mengingat potensi sektor pariwisata yang begitu besar terhadap perekonomian, mestinya pariwisata dijadikan sebagai salah satu prioritas untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan, apalagi potensi pariwisata Kalsel tidak kalah, khususnya jika dibandingkan dengan daerah lain. Kalsel memiliki beragam potensi wisata, mulai dari pantai, hutan, pegunungan, sampai wisata religi dengan situs-situs sejarah yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat tujuan wisata yang menarik. Di samping itu, dengan beragam budaya daerah, Kalsel juga sangat potensial dikembangkan sebagai tujuan wisata budaya, wisata religius, maupun wisata kuliner.
Ada beberapa permasalahan pariwisata nasional termasuk juga Kalsel yang menyebabkan lambatnya pekembangan pariwisata kita. Permasalahan tersebut antara lain adalah (i) mind set pemerintah belum sepenuhnya menjadikan pariwisata sebagai andalan, (ii) pariwisata belum memiliki posisi yang jelas dalam peta politik nasional, (iii) kurangnya keterpaduan antar pelaku kepariwisataan, antara pelaku dengan pemerintah, antara pelaku dengan masyarakat, (iv) peta pariwisata sekarang dinilai telah mengalami disorientasi sehingga membuat suasanan pariwisata semakin membosankan, (v) kurang memadainya infrastruktur pendukung industri pariwisata, serta akses ke objek wisata yang belum memadai, (vi) lemahnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam berpariwisata khususnya dalam menjaga keberlanjutan daerah tujuan wisata (vii) manajamen yang kurang profesional termasuk pengelolaan, pelayanan, SDM, dan lain-lain, (viii) terlanjur adanya stigma yang melekat sebagai negara sasaran teroris, image tidak aman, dan adanya travel warning, (ix) ketidakjelasan image Indonesia di mata wisatawan mancanegara.

Berdasarkan pemasalahan di atas, untuk mengangkat pariwisata Kalimantan Selatan, maka hal yang perlu dilakukan adalah (i) Berupaya memberikan citra positif terhadap sektor pariwisata tersebut. (ii) Industri pariwisata harus dijalankan dengan niat melakukan amal baik dan citra baik sehingga diharapkan akan memunculkan ketulusan dalam bekerja bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelayanan pariwisata. (iii) Menguatkan kelembagaan, menguatkan manajemen instansi yang terkait dengan pariwisata, dan upgrading semua orang yang terkait dengan sektor pariwisata. (iv) Cara dan strategi promosi pariwisata daerah ke luar negeri harus diubah total dengan memanfaatkan perkembangan informasi teknologi dan telekomunikasi. (v) Menentukan posisi pariwisata secara jelas dalam peta perekonomian Propinsi KalimantanSelatan. (vi) Memunculkan image kepariwisataan Kalimantan Selatan dan melakukan positioning pariwisata Kalimantan Selatan

Positioning Kalimantan Selatan

Salah satu kelemahan dari kepariwisataan Indonesia sebagaimana dijelaskan di atas adalah ketidakjelasan image pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, hal utama dan pertama-tama yang perlu dilakukan dalam membenahi sektor pariwisata Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan adalah melakukan “positioining” terhadap sektor pariwisata Kalimantan Selatan. Positioning maksudnya adalah membangun image atau posisi sehingga calon wisatawan mempunyai persepsi tertentu tentang pariwisata Kalimantan Selatan. Jadi positioning terkait erat dengan persepsi, yaitu bagaimana persepsi calon konsumen atau wisatawan memandang pariwisata Kalimantan Selatan yang dibangun melalui apa yang mereka lihat, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka dengar, dan apa yang mereka ketahui tentang pariwisata di bumi Kalsel. Dengan demikian melalui persepsi tersebut akan memunculkan image atau gambaran yang jelas tentang profil pariwisata KalSel.

Positioning dianggap sangat penting karena; pertama, pada komunitas dengan pilihan yang beragam, tanpa suatu gambaran yang jelas, suatu produk tidak akan mampu memberi kesan yang membedakan suatu produk dengan produk yang lainnya, sehingga kecil kemungkinan bagi konsumen untuk memilih dan mengingat produk tersebut. Demikian juga halnya dengan pariwisata, jika kita tidak mampu memberi image khusus tentang apa pariwisata Kalimantan Selatan, calon wisatawan tidak merasa adanya kekhususan objek wisata di Kalimantan Selatan, maka tidak akan membuatnya tertarik, dan tentunya tidak akan menjadikannya sebagai pilihan untuk dikunjungi.

Kedua, pada masyarakat komunikasi, hanya sebagian kecil dari informasi yang mudah diingat, dan sebagian kecil tersebut umumnya mempunyai suatu elemen yang unik dengan karakteristik khusus yang membedakannya dengan yang lain. Informasi yang umum tentunya kurang menarik perhatian, demikian juga dengan objek wisata yang umum dan biasa-biasa saja serta dapat ditemui di tempat lain, akan kurang terperhatikan, dan mudah dilupakan. Oleh karena itu, pariwisata Kalimantan Selatan harus diupayakan unik dan punya karakteristik spesifik yang tidak ditemukan di daerah atau negara lain.

Ketiga, manusia modern yang memiliki banyak pikiran dan persoalan yang rumit, tidak ingin lagi dipusingkan dengan masalah-masalah lain yang rumit, mereka biasanya hanya akan menerima informasi yang jelas, langsung dan sederhana, sebaliknya akan menolak pesan yang membingungkan. Oleh karena itu, kitapun dalam merancang positioning pariwisata Kalimantan Selatan haruslah bersifat jelas, langsung, dan sederhana.

Jadi dalam upaya membangun image pariwisata Kalimantan Selatan, kita diharuskan terlebih dahulu menentukan produk pariwisata yang akan diunggulkan untuk dijual dari semua potensi yang ada yang meliputi pantai, hutan, pegunungan, situs-situs sejarah, budaya, objek-objek religius, dan kuliner serta selanjutnya menyajikannya dan menawarkannya kepada calon wisatawan. Langkah selanjutnya tentunya semua aktivitas yang dilakukan oleh pelaku pariwisata Kalsel haruslah didasarkan pada konsep yang sama yaitu pada image yang akan dibentuk atau posisi yang akan ditempati oleh kepariwisataan Kalsel. Dalam mengembangkan image yang sudah dirancang melalui positioning, haruslah dilakukan dengan menggunakan tema komunikasi yang jelas, konsisten, berkesinambungan, serta diterapkan dan ditekankan secara berulang-ulang, sehingga image tersebut menempel di benak calon wisatawan.

Upaya Memperjelas Image

Untuk memperjelas image dan posisi pariwisata Kalimantan Selatan, diperlukan kondisi yang mendukung. Oleh karena itu dalam menunjang kondisi yang mendukung tersebut diperlukan kesepakatan tentang image yang akan dibangun, perumusan bersama mengenai tema utama promosi pariwisata Kalsel, koordinasi kegiatan promosi, pengembangan produk wisata dan lingkungan, dan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dalam mewujudkan kesepakatan tentang image yang akan dibangun tersebut, pelaku yang terlibat dalam pembentukan kebijakan dan implementasi dari promosi pariwisata haruslah mempunyai pandangan yang sama terhadap image atau posisi pariwisata yang akan datang dibangun. Selanjutnya, image yang akan dibangun dan posisi yang akan diisi tentunya harus berbeda dengan daerah lain atau paling tidak, pariwisata Kalimantan Selatan dapat memilih satu posisi yang belum diisi oleh banyak daerah atau negara lain, hal tersebut sejalan dengan upaya menciptakan kekhasan pariwisata Kalimantan Selatan dan untuk mengantisipasi persaingan. Dalam membangun image tersebut harus juga mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan dari struktur dan elemen pendukung kepariwisataan, karena tentunya image harus sejalan dengan kenyataan yang ada. Jika terdapat perbedaan yang besar antara image yang dipromosikan dengan kenyataan yang dialami, image yang dibangun akan hancur dan sekaligus menghancurkan kepariwisataan Kalimantan Selatan itu sendiri.

Sementara itu, dalam merumuskan tema utama promosi pariwisata Kalsel, haruslah menjadikan image atau posisi yang akan diambil sebagai panduan, sehingga tema utama yang dirumuskan betul-betul mendukung pengembangan image dan posisi yang diambil. Selanjutnya, tema utama yang dirumuskan haruslah dapat menjadi panduan dalam memutuskan isi, bentuk, dan pemilihan media promosi, serta semua kegiatan promosi menjadi terpusat/terfokus dan teritegrasi dengan image dan posisi yang ditetapkan. Sedangkan perlunya dilakukan koordinasi kegiatan promosi adalah untuk mencegah ketidakjelasan tema-tema dan kontradiksi dalam promosi pariwisata. Semua kegiatan promosi harus dikoordinasikan dan untuk menjaga terbangunnya image, semua kegiatan promosi harus mendukung pengembangan image dan harus sejalan dengan tema yang telah diputuskan sebelumnya.

Dalam memperjelas image pariwisata, potensi yang dimiliki mestinya dijadikan sebagai salah satu pertimbangan. Oleh karena itu, untuk kepariwisataan Kalimantan Selatan, keterkenalan Pasar Terapung misalnya, mestilah digunakan sebagai batu loncatan. Namun harus diingat bahwa Kalsel bukan hanya sekedar Pasar Terapung, karena Kalsel mempunyai banyak tempat yang indah dan tradisi yang menarik, sehingga perlu dibangun image bahwa banyak objek wisata lain di Kalimantan Selatan yang sama menariknya bahkan mungkin lebih menarik daripada Pasar Terapung.

Agar image pariwisata lebih jelas dan fokus, maka pengembangan produk wisata dan lingkungan juga harus sejalan dengan image yang dibangun atau posisi yang diambil serta harus disesuaikan dengan fakta dan image Kalsel di mata wisatawan, demikian juga dengan masyarakat di sekitar lingkungan objek wisata, komunitas ini juga harus memahami dan menunjang image yang dibangun dan posisi yang diambil, termasuk dalam merancang dan memelihara keadaan alam pada dan di sekitar tempat produk wisata tersebut.

Hal terakhir yang perlu disiapkan adalah sumber daya manusia yang harus terus menerus memberikan dukungan langsung terhadap pembangunan image dan penguatan posisi. Selain itu, diperlukan pemikiran dan sumbangan tenaga secara sistematik untuk meningkatkan kerjasama antara sektor swasta dan pemerintah dalam memperkuat sumber dana bagi promosi kepariwisataan Kalsel. Dalam hal sumber daya manusia ini, oleh karena terbatasnya peran pemerintah, maka diperlukan mobilisasi kekuatan-kekuatan yang ada pada masyarakat agar dukungan sumber daya manusia untuk memperjelas dan menguatkan image dan posisi yang diambil.

Penutup

Kesimpulannya, pariwisata Kalimantan Selatan sungguh sangat potensial untuk dikembangkan sebagai penyumbang utama perekonomian daerah ini. Hanya saja potensi yang ada selama ini belum sepenuhnya termanfaatkan. Perlu upaya bersama untuk membenahi dan mengembangkannya. Jika daerah lain bisa, harusnya kita pun bisa. Jadi, kita berharap pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terkait dengan kepariwisataan di Kalsel agar bangkit dari segala ketertinggalan tersebut. Kita memang sudah terlambat, tetapi kesempatan masih ada.

Momen Visit Indonesia Year 2008 dapat dijadikan untuk menata kembali pariwisata Kalimantan Selatan. Mulailah dengan membangun citra positif dan positioining sebagai langkah awal, selanjutnya lakukan secara tulus dan sepenuh hati. Jadi, Visit Indonesia Year 2008 sudah dimasuki, mari kita benahi, semoga hasilnya nanti dapat kita nikmati!

8 Comments »

  1. suhadinet said

    Membuka pintu yang lebih luas untuk pariwisata, selain harus siap fasilitas, kita juga harus siap dengan dampak iringin berupa budaya yang akan dibawa para turis itu ke daerah ini.
    Kita harus punya benteng yang kokoh agar adat budaya dan norma agama tak terkikis.

  2. Sebagai anologi kepada seorang petinggi saya biang begini: kalau ingin berprestasi dalam bidang sepakbola, bangunlah lapbol di setiap kecamatan; masyarakat sehat karena berolahraga dan berujung prestasi. Kalau potensi, dana, dan waktu dihabiskan untuk mengikuti turnamen, ntar hasilnya ngak maksimal. Artinya, bagun ha dasar baru bicara prestai. Benar ngak sih?

  3. wahyu said

    thanks julak ai udah datang ke blog ulun_ nie merupakan kunjungan balasan dari ulun, mari kita bangun tali persaudaraan,
    ups_ mari promosikan wisata alam kandangan khususnya da kalsel,
    salam kenal juga
    wassalam

  4. anas said

    aq sendiri sangat prihatin dgn geliat pariwisata kalsel yg agak lamban.contohnya pasar terapung.dia bisa bertahan krn tradisi yg gak mau dilepas sama mereka yg masih ada saat ini.jika ibu2 itu telah tiada, & anak cucunya (secara kandung) tdk mau meneruskan profesi pendahulunya, maka dpt dipastikan lokasi unik itu bakal hilang.
    namun aq salut upaya pemprov & pemko banjarmasin mau mengadakan berbagai gebrakan, sperti festival jukung hias kemaren.
    byk sekali wisatawan baik lokal maupun asing yg dtg.disana juga dipamerkan bbrapa wisata andalan tiap kabupaten/kota.bayangkan, sdh brp banyak orang yg mengetahui wisata menarik diluar pasar terapung melalui ajang tersebut.
    bang taufik, ulun ada koleksi foto seputar jukung hias, buka aja di kalimantanku.blogspot.com
    makasih.

  5. anas said

    tengkiw dah berkunjung ke blog kalimantanku.foto jukung hias itu boleh aja di copy, tp jgn semua he…he…kita tukeran link yuk?balas di blog ulun, oke.

  6. Aidey (ID) said

    Assalamualaikum…

    kalau tidak dari sekarang kapan lagi kita menata dan memajukan pariwisata banua kita, saya rasa sangat minim sekali informasi tentang obyek wisata kalsel. Itu terlihat dari minimnya upaya dari pihak yang terkait untuk promosikan obyek wisata yang ada, terlebih untuk menggarap potensi yang wisatanya semua terkesan apa adanya. Walaupun di situs resmi pemprop dan pemda ada informasi wisatanya tapi masih dirasa minim. Disamping perlu pengembangan obyek2 wisata yang ada, kita juga harus punya “Kalsel tourism center” atau semacamnya yang bisa mengakomodasi semua informasi2 pariwisata yang dibutuhkan oleh wisatawan. Dimana terdapat satu kesatuan antara pemerintah dan pelaku wisata antara lain : pengelola tempat wisata, travel agen, perhotelan serta unsur yang terkait. Setahu saya hanya 3 obyek wisata yang selama ini dikenal oleh turis manca yaitu : floating market (pasar terapung), orang utan khas kalsel (bakantan), bambu rafting (lanting di Lhoksado) informasi ini saya dapat dari teman saya staff dari http://www.oranghutantours.com kantor pusatnya di bali. Padahal potensi wisata banua kita sangat besar, dari wisata alam sampai wisata kuliner tentunya yang sangat menjual dan tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia.

    Ulun asli urang banjar sekolah dan bagawi di biro wisata yang kantornya di Malang http://www.bali-bromo-ijen-adventures.com. rancak pang wisatawan luar negeri yang menggunakan jasa kantor ulun….insyaalah kaina ulun membawa orang bule ke banua kita bawisata… amin..

  7. borneo said

    Lawas kada bulik ka banjar. Sama aja dengan di Kaltim, sektor parawisata kurang di kembangkan padahal potensinya besar. Banjar banyak juga tempat wisatanya, apalagi ke batu licin. Pemerintah harus buka mata untuk mempromosikan dan mempercantiknya.

  8. aisyah m yusuf said

    Menawarkan lokasi untuk dijadikan objek wisata di Banjarbaru
    Jika anda berminat untuk ber-infestasi memiliki sebuah tempat wisata alam yang cantik kami tawarkan kepada anda sebuah lokasi yang sangat cocok untuk dijadikan sebuah tempat wisata . Sebuah lokasi seluas kurang lebih 14 Ha yang langsung sampai ketepi jalan beraspal dan masih alami dengan pemandangan yang indah dan teduh, mata anda di manjakan oleh pemandangan yang seperti ini, Bukit-bukit kecil disekeliling sebuah danau yang luasnya kurang lebih 1 ha , perjalanan kelokasi sangat mudah karena melalui jalan beraspal dan hanya memakan waktu setengah jam saja dari pusat kota Banjarbaru . Danau yang indah ini berada kurang lebih 100 meter dari tepi jalan . dapat dijadikan lokasi memancing bagi yang hobby memancing
    Tempat ini memikat jika dikelola sebagai tempat wisata , sangat sesuai bagi mereka yang menginginkan suasana tenang jauh dari hingar bingar kota. Uniknya lagi, di sekitar Danau ini ditumbuhi pohon-pohon aksia Tak ada salahnya jika danau ini dijadikan tempat wisata alam.
    Lokasi :
    Untuk menuju lokasi ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 4 pribadi atau kendaraan sewa. Jaraknya sekitar 15 km dari Kota Banjarbaru. Jalan mulus beraspal.
    Fasilitas lain : Juga tersedia jaringan listrik disepanjang jalannya
    Bagi investor yang berminat memiliki lokasi tersebut silakan hubungi kami di 05116249691 .

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: