Bangga Menjadi Guru Madrasah Go-Blog

baby_computer

Bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa saya adalah guru “goblog” yang mengajar blogging. Saya adalah guru madrasah yang mengajar bahasa Arab, yang kebetulan sudah setengah tahun ini belajar ngeblog. Bagaimana asal-usulnya saya bisa ngeblog? Pada awalnya saya mencari media yang pas untuk menyalurkan sedikit bakat menulis agar tidak basi setelah saya tua nanti.

Mumpung saya lagi bersemangat sekali, saya sebut sekalian diri ini sebagai blogging-teacher atau guru yang suka ngeblog. Ini adalah kebiasaan yang “malaini” dari yang lain, terutama di madrasah tempat saya mengajar. Hanya segelintir guru yang sudah memiliki ketrampilan blogging secara meyakinkan.

Memunculkan karya tulis secara konsisten dengan variasi pembaca yang entah berapa jumlahnya, pastilah akan meningkatkan daya nalar yang tidak boleh ketinggalan zaman (out up date). Saya bangga karena saya tidak termasuk guru yang ‘gaptek’ dan ‘koler’ menulis. Malah ada teman guru dari Kotabaru, Zainal Muttaqin, yang mengomentari profil saya dalam blog. Katanya, “untuk level guru madrasah di Kalsel, kemampuan sampeyan menulis saya kira masih belum ada tandingannya bung Taufik. Tinggal nunggu tulisan-tulisan sampeyan diterbitkan saja lagi. Seharusnya ada sponsor yg berani modalin tuh… “ hehe

Lalu, ada Ogi Fajar Nuzuli yang menyemangati, “Salut atas kreativitas pian sebagai guru, sekaligus bloger…he…he… Terus berjuang pendidikan kita masih memerlukan urang-urang kaya pian-pian ini.” Siti Fatimah Ahmad, dari Malaysia unjuk salam, “Selamat berkenalan dan semoga ukhuwwah persaudaraan Islam akan berpanjangan. Senang dapat mengenali saudara yang sama corak rasa pemikiran, gaya ketrampilan dan perjuangan yang bersendikan kurnia anugerah Allah ini. Harap sama-sama dapat manfaat ilmu dari perjuangan ini”.

Meski tidak terlalu diminati oleh para blogger lain, terutama mereka yang tidak suka tulisan-tulisan “serius”, blog saya masih dikatakan survive dan tidak kehilangan spirit.

Saya rutin posting di sela-sela waktu mengajar. Saya harus bisa memanfaatkan waktu senggang di madrasah untuk kegiatan yang lebih bermanfaat daripada sekedar ikut-ikutan gossip, misalnya. Saya hanya menggunakan fasilitas warnet untuk mengakses internet. Sebagai guru seperti saya, akses internet dengan menggunakan jalur telepon rumah–telkomnet instan–sama seperti bunuh diri. Lebih tepatnya takut dimarahi istri, hehe!

Geliat Bloger Banua

“Ah, ngapain repot-repot ngeblog“ Mungkin ada beberapa dari kita yang pernah mengatakan hal itu. Saya juga dulu berpikir begitu ketika masih awal ngeblog. Yah, pikiran saya waktu itu, ngeblog itu susah dan buang-buang waktu. Cuma itu. Tak lebih. Ternyata setelah hampir setahun ngeblog saya baru menyadari, banyak hal yang harus kita siapkan agar blog kita tampil apik dengan tulisan-tulisan yang inspiratif dan mencerahkan.

Mulai dari pencarian ide, riset, pemilihan gambar (ingat ! gambar bisa bermakna 1000 kata), hingga pada akhirnya tulisan itu bisa tayang di blog. Memang akan rumit kelihatannya. Namun, jika kita bisa mengorganisirnya dengan baik, semuanya akan terlihat mudah.

Dengan ngeblog saya jadi nambah ilmu (InsyaAllah) dan banyak teman di dunia maya. Walaupun tidak bertemu muka langsung, rasanya tetap asik. Pertama kali ngeblog di awal bulan Maret 2008. Sampai sekarang makin jadi ketagihan. Blog menjadi cermin evaluasi diri karena tulisan-tulisan kita juga dikomentari oleh berbagai orang dengan berbagai sudut pandang sehingga kita juga belajar memahami berbagai karakter orang dan sudut pandang seseorang dalam menyikapi masalah.

Melalui blog, seorang guru bisa menguji kualitas tulisan-tulisannya. Cobalah posting sebuah tulisan di blog. Kalau banyak orang yang menyukainya, maka kita sukses jadi penulis yang berbakat. Jika tak ada yang suka, berarti harus belajar lebih giat lagi untuk membuat tulisan yang menarik. Intinya, aktivitas blogging bisa menjadi sarana yang sangat jitu untuk mengevaluasi kualitas dan kemampuan diri.

Di dunia maya ini, saya banyak bertemu guru-guru kreatif dan hebat seperti pak Syamsuddin Ideris (guru SMPN 2 Daha Selatan), pak Suhadi (guru SMP Negeri 4 Danau Panggang), pak Zulfaisal Putera (SMA Negeri 2 Banjarmasin), Sandy Guswan (guru MAN 2 Banjarmasin), dan Zainal Muttaqin (guru MAN Kotabaru). Dari pedalaman Kalteng, ada pak Budi (guru di Barito Timur).

Karena untuk urusan tulis-menulis ini saya masih harus banyak belajar dan berlatih, saya rutin mengunjungi blog “Sang Guru” dan motivator penulisan Ersis Warmansyah Abbas dan Aliansyah Jumbawuya (wartawan Serambi Ummah), yang selanjutnya telah menginspirasi saya untuk belajar (walaupun sampai saat ini saya baru bisa merangkak). Rasanya senang sekali waktu mereka bersedia mengomentari tulisan-tulisan saya.

Kalau saya mau lihat tulisan-tulisan keren mengupas pemikiran dan ide-ide anak banua di bidang sosial, politik, budaya, ekonomi, hukum, hingga keagamaan, maka saya akan pergi ke blognya Ahmad Rizky MU (anak banua kuliah di FISIPOL UGM), atau ke blognya Ahmad Juhaidi (Urang Kandangan kandidat Doktor di UPI Bandung), Zulfa Jamalie (dosen Fak.Da’wah), Taufik Arbain (staf pengajar FISIP UNLAM), HE Benyamin (pengamat sosial politik banua), Syamsuwal Qomar (penulis buku Geliat Pemikiran Kampus), Ridlo Munawir, Samsul Ramli (Staf Pemkab Banjar), Ogi Fajar Nuzuli (PNS, aktif di banyak organisasi), Blog Pakacil Banjarbaru, Rizky Adha, Mahmud Jauhar Ali (Balai Bahasa), M.Rifqinizamy (Fakultas Hukum Unlam), Irfan Abu Hafidz atau blog Ibnu Sina (Ketua Komisi 1 DPRD Kalsel).

Komunitas bloger banua juga sekarang sudah mulai unjuk gigi. Kalsel sendiri sejak Januari 2008 yang lalu telah memiliki satu komunitas blogger yang bernama “Kayuh Baimbai”. Anggota Kayuh Baimbai saat ini mencapai puluhan blogger yang berdomisili mulai dari Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Rantau, hingga Balangan. Tercatat nama-nama mereka di antaranya Ahsani Taqwiem, Hari Insani Putra, Manusia Super, Isuur Loeweng, Ankardiansyah Pandu, Harun Arrasyid (perawat-go-blog), Julax Marotet, Aulia Rachman (doktermuda), Mister Fortynine, dan lain-lain.

Komunitas Blogger Urang Banjar lainnya adalah “Kasturi Banjar”, dibentuk pada tanggal 25 Agustus 2008 di Banjarmasin. Kasturi Banjar dibangun atas keinginan dari para blogger urang Banjar untuk mempunyai sebuah wadah dan media bersama dalam bereksistensi. Komunitas ini digawangi oleh Isnaini Shaleh, Ari Rahman (ictcenter-Bjm), Pajrin Al Parisi, Rahmat Sandi, Qonieta Syavira, Dhani Ramadhan (anomali), M.Arifiani, dan lain-lain.

Belakangan ada kabar menggembirakan dari Banua Enam dengan terbentuknya komunitas blogger kandangan disebut sebagai “Blogger Pahuluan” yang dirintis oleh Wahyu (penjaga warnet yang kesepian), Dadan (spesialis photograpy keren seputar kandangan), Varin (pemuda tanggung berpenampilan atletis) dan Anton (pemilik blog kandangan cingai).

Oh ya, masih banyak lagi bloger banua yang belum disebut seperti Achmad Irfan Altriata, Adi Permana (wartawan Mata Banua), Agung Aritanto, Febriyanti Farida (Fak.Kedokteran Unlam), Erwin D. Nugroho (Windede), Khairil Anwar (wartawan Radar Banjarmasin), A.Sarli Anwar (Jundullah88), Rahayu Suciati (penulis buku Aku Bangga Jadi Urang Banjar), Randu Alamsyah (penulis novel Jazirah Cinta), Kang-Kolis, dan Mia Endriza (Diarypuan).

Terus ada bang Arsyad Indradi (sastrawan Banjar), Daud Pamungkas, Sainul Hermawan, Qinimain Zain (penemu TQZ Scientific System Of Science), Ahmad Nur Irsan Finazli (Staf Fraksi PKS DPRD Banjarbaru) bersama istri, Rahmadona Fitria (Psikolog), Muhammad Qori (santri Al-Falah dan ikhwan-ikhwannya), Sandi Firly (sastrawan), Sari Wihdah (Eswee), Taufik Rahman, Yetty Sarah, Diajeng, Yulian dan masih banyak deh, (mohon maaf sejuta maaf) saya kehabisan waktu buat googling. Bagi yang belum “terdaftar”, bisa mencantumkan link blog di comment bawah. OK

Blog Dalam Dunia Pendidikan

Blog dapat dikategorikan sebagai e learning, dalam tulisannya Rosenberg (2001) beliau mengungkapkan bahwa e learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. Sebuah blog dapat dijadikan media belajar interaktif, misalnya sebuah komunitas guru di
sebuah sekolahan rame-rame membuat blog yang isi atau konten sebuah blog menyangkut mata pelajaran yang di ampu masing-masing guru.

Kemudian ada siswa yang mengakses blog tersebut, Sang siswa mengisi comment di blog, sehingga terjadi komunikasi dalam sebuah blog tanpa di batasi sebuah protokoler antara guru dan murid. Dalam hitungan saat ini jumlah mata pelajaran di sekolah tidak lebih dari 20 macam.

Jadi jika setiap kabupaten ada guru yang aktif ngeblog untuk 1 fokus pelajaran tertentu maka pendidikan Indonesia dengan cepat majunya. Sebab isi blog bisa apa saja, bahkan akan sangat menggigit. Dan tidak akan keluar jalur, karena pengunjung blog bisa saja memberi kritiknya. Setidaknya ini demi penghematan biaya yang harus dikeluarkan untuk kegiatan sosialisasi atau penataran-penataran yang kadang tidak ada ujung pangkalnya.

Blog juga dapat menjadi media untuk mengungkapkan usul, komentar dan uneg-uneg seorang siswa tentang sistem pengajaran yang ada di sekolah, sehingga pihak guru dan sekolah dapat meningkatkan kinerja mereka sesuai yang diharapkan para peserta didik dalam hal ini adalah siswa sekolah.

Mengingat kekuatan dari blog tersebut, saya berpikir kiranya seorang guru perlu nge-blog. Kenapa? Karena blog adalah media yang paling OK, mengingat isinya bisa luas menyangkut banyak hal pengajaran, bisa dijadikan ajang belajar menulis untuk menuangkan ide, bukti portofolio seorang guru terkait profesionalitasnya, relatif lebih hemat biaya, menembus ruang dan waktu, bebas aturan alias suka-suka yang nulis (yang ada hanya etika atau aturan tidak tertulis), melepaskan kebiasaan formalitas untuk menghambur uang rakyat, pengembangan proses pembelajaran yang bervariatif, di samping untuk menambah wawasan sekaligus untuk eksistensi diri.

Sebagai gaya hidup, komunitas weblog pun semakin banyak yang tumbuh di internet. Nah, jika tidak mau ketinggalan dengan salah satu fenomena yang sedang ngetrend di internet, memiliki situs pribadi yang berisi catatan pribadi, segeralah membangun blog.

Sebagai bloger guru, saya turut bangga atas perkembangan blogger di banua. Sebuah posisi yang sudah semestinya diperhatikan dalam pengembangan media teknologi informasi dalam dunia pendidikan. Walaupun blog saya tidak sepopuler blog-blog teman saya yang sudah memiliki komentator tetap, saya ingin mempunyai jiwa blogger sejati. Impian saya hanyalah, “menginformasikan apa yang ada dipikiran saya ke seluruh dunia”.

Mimpi saya adalah agar blogging ini bisa mendatangkan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Saya juga ingin menyumbangkan pikiran sederhana saya kepada bubuhannya yang sempat berkunjung ke blog saya. Do’a saya mudah-mudahan amaliyah blogging saya ini menjadi ungkapan syukur saya atas karunia akal dan pikiran dari Yang Maha Kuasa.

Inti dari tulisan ini adalah GURU must go Blog!

Hidup bloger guru!!! Hidup bloger banua !!!

Hidup bloger Indonesia !!!

27 Comments »

  1. suhadinet said

    Walah! Saya disebut-sebut sebagai guru kreatif….
    Rasanya biasa saja, menyalurkan hobi menulis, kalau pas ada waktu….

  2. Assalamu Alaikum Mas taufiq…! Wah pian ni lah, Ulun ni syukur banar sawat kenal wan pian nih. Kawan-Kawan, Jangan heran kalo si pemilik Blog ini jago nulis. Lha wong dia ini kumloder koq…!

    Jangan sangit, lah Mas Taufiq…

  3. rasid said

    Pak Taufiq bloger sejati, hehe. Kunjungi blog saya di http://www.rasid09.wordpress.com yaaa…

  4. goenoeng said

    selamat malam, Mas Taufik.
    nge-blog selain untuk memuasi hasrat kita dengan menulis, mengekspresikan diri, memuntahkan yg terpendam di pikiran, juga bisa jadi ajang silaturahmi dan memperluas wawasan serta menambah kawan.
    percaya kan ? buktinya ? ini adalah komen pertama saya di sini untuk menambah satu teman.
    salam🙂

  5. Ass.

    Media pembelajaran yang begitu beragam, berbagai perspektif, mengarahkan menjadi masyarakat pembaca, yang terbuka berbagai pintu pengalaman dan pelajaran.

    Guru, sudah seharusnya mendapatkan fasilitas yang memungkinkan mereka go blog.

    Meskipun ada guru, atas kesadaran sendiri, yang mungkin mengalihkan sebagian pendapatnya untuk biaya go blog dan menunda (mengurangi) kebutuhan lainnya, harusnya menjadi perhatian dan dorongan untuk pemerintah daerah agar guru yang seperti ini tidak lagi membagi pendapatannya untuk go blog, tapi pemerintah terdorong untuk menyediakan fasilitas ini untuk mereka yang dapat menunjang PBM dan meningkatkan kompetensi mereka, sehingga lebih banyak guru yang go blog (akses dunia maya).

    Pemerintah melalui instansi terkait sudah saatnya melihat peluang ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini.

    Wass.

  6. lintang said

    kunjungan balik , kalau bisa ajarin saya jd penulis yang baik pak guru.

  7. AL said

    Betul pak. Saya juga guru dan senang karena bertemu banyak guru-guru kreatif. Kalau saya sih sering pakai fasilitas telkom net instan, itu bikin ibu saya ngomel-ngomel hehehe..

  8. Guru menulis? Itulah hal sebenarnya. Guru tidak menulis? Itulah kecelakaan sejarah yang tak terhindarkan. Salam.

  9. agusampurno said

    Salam kenal Pak guru, saya banyak mengambil inspirasi dari blog ini.

  10. Hejis said

    Wajarlah kalau guru memanfaatkan teknologi (new media). Orang profesinya mengajari anak didik. Kalau guru tertinggal dalam derap teknologi, bagaimana nanti anak didiknya. Blog bisa menjadi teman para guru dalam mengemban tugas profesionalnya, mumpung teknologi ini belum dikuasai oleh pemburuk-pemburuk.😀

  11. Itulah yang saya impi-impikan selama ini. Yaitu ada perubahan paradigma GURU secara revolusioner. Guru wajib ngeblog, ah… alangkah nimatnya menyandang profesi Guru tanpa dipandang sebelah mata.

    Saya undang anda berceloteh di blog saya.

    salam istimewa dari BISNIS GURU

  12. shaleh said

    Semoga saja makin banyak guru yang suka menulis seperti Bang Taufik dan juga diharapkan muridnya bisa mengikuti gurunya suka menulis.

  13. Sudah lah diganti sahibar corat coretnya…

  14. Ass.

    Sudah berganti ternyata, (kada) sahibar corat-coret, lebih memberikan pilihan.

    Apapun itu … bisa saja yang sahibar dapat membuka berbagai pintu kebaikan.

    Wass.

  15. Salam kenal.

    Keep Post, cuma itu pesan saya.
    Apapun yang terjadi, tetap semangat. Berikan yang terbaik pada dunia.

    Salam Sukses,

    BLOG MOTIVASI ARIEF – Support Your Success

  16. Rizky said

    Wah, kebuat jua ulun nah… Tapi ulun masih harus banyak belajar dari pian jua nih??? Apalagi ulun kena jadi cagur (calon guru)…he

  17. Hanyar tahu ulun, pian ni kumloder, pantas haja blog pian ini bagus banar. Alhamdulillah paling tidak pian sudah mewakili suara guru-guru yang lain di kalsel (banjarbaru) untuk menyampaikan aspirasi melalui blog.

    Mohon maaf baru bisa berkunjung, bukan sibuk atau sombong, tapi karena jalur internet di kantor mulai diawasi ketat oleh orang IT.

    Wassalam.

  18. sandi said

    Seandainya semua guru (setidaknya di Kalsel) seperti bang Taufik, pasti dahsyat kemajuan dunia pendidikan kita!

  19. Esa said

    setuju dengan ide Guru Bo Blog (jangan disatuin Pak nulisnya, ga ahsan bagi seorang guru:mrgreen: ). Bapak sudah tau web Pak EWA? Beliau juga praktisi pendidikan yang go blog.
    Hidup guru go blog!!!:mrgreen:

  20. Esa said

    Pasti dah tau sih😀 Pak Windede aja ada. Eh, ada deng Pak EWA juga. Siip deh. Sekali lagi..hidup guru go blog!!!

  21. Pak guru, udah lama saya gag mampir disini,
    saya muridnya pak khairus (suhadi) yang buandhel.

    GoBlog memang mengasyikkan pak, salam buat semua

  22. Erwein said

    Mas, saya juga orang kalsel tepatnya dinegara tp sekarang ada di tanjung buat sekolah hehe…
    Eh, mampir ke blog aku ya.. http://www.eryu3.co.cc

  23. omiyan said

    ini baru guru gaul….memanfaat teknologi untuk kebaikan

  24. abdul Basit, S.Pd.I said

    assalamu’alaikum wa,wb.
    semoga blogger ini, selalu bisa memberikan motivasi dan masukan yang bagus bagi anak-anak banua, khususnya guru-guru, sebagai agen perubahan, untuk menjadikan anak-anak didiknya lebih dapat menguasai ilmu dan teknologi dengan berlandasakan iman dan takwa! Amin

  25. kang kolis said

    blog juga karya kreatif populer.
    ada kumnya ngga ya……. hehehe

  26. 4z1z4h said

    wuih… makin semangat jadi guru nih:D
    Makasih pak untuk tulisan2 nya… cukup “Membakar”😀

  27. Terus berkarya ya Pak..jangan berhenti minimal dengan tulisan kita memberikan kontribusi untuk negeri ini..

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: