Ikhlas Beramal; Antara Tantangan dan Kinerja (Refleksi Jelang HAB Depag Ke-63)

logo-depag1

Departemen Agama (Depag) merupakan salah satu dari departemen pemerintah setingkat menteri yang mempunyai simbol atau slogan “Ikhlas Beramal”. Slogan ini mengisyaratkan bahwa Depag hendak menjadikan dirinya sebagai departemen yang berbakti kepada bangsa, negara dan Tuhan secara maksimal dengan tanpa memikirkan imbalan dan pujian dalam menjalankan tugasnya. Harapan ini seiring dengan istilah dalam slogan ideal yang bernuansa agamis, yakni Ikhlas Beramal.

Disamping itu Depag juga menggunakan istilah dalam setiap hari ulang tahunnya dengan nama HAB (Hari Amal Bakti). Istilah ini mengindikasikan amal adalah perbuatan yang bernuansa positif, sedangkan bakti merupakan bentuk pengabdian pelayanan seseorang pada orang lain dalam komunitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara ikhlas.

Ikhlas dalam etimologis bermakna murni, tidak tercampur, bersih, jernih, bebas, terhindar, selamat dari keburukan (Kamus al-Munawwir: 388). Dalam terminologi ikhlas adalah suatu perbuatan hati yang dapat mendekatkan diri pada Allah Swt dengan menjauhkan diri dari perasaan pamer.

Menurut Sahal, ikhlas adalah adanya konsistensi perbuatan seseorang hanya pada Allah semata (Ihya Ulumiddin: 369). Ibrahim bin Adham mendefinisikan ikhlas adalah kebenaran niat (dalam hati) karena Allah Swt (Ihya Ulumiddin: 369).

Imam Ghazali menegaskan lagi, ikhlas dalarn dimensi tauhid adalah antonim dengan kata syirik (Ihya Ulumiddin: 367). Ini dapat diartikan apabila seseorang dalam menjalankan sesuatu tidak ikhlas maka dapat dikategorikan orang yang rnenyekutukan Allah Swt (musyrik).

Berbagai definisi di atas menunjukkan bahwa perbuatan seseorang sebagai hamba Allah Swt hanya diukur dari kadar tinggi rendahnya keikhlasan.

Departemen Agama sebagai lembaga kementerian negara, secara formal menggunakan istilah lkhlas Beramal. Istilah ini tidak boleh hanya dijadikan sebagai wacana teori kegamaan ansich, melainkan harus ditunjukkan dalam praktis realistis. lkhlas Beramal dalam dataran teoritis merupakan suatu keniscayaan sebuah nama yang ujung akhirnya adalah agar seluruh jajaran Depag benar-benar ikhlas, profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya untuk memperoleh ridla Ilahi.

Tantangan

Departemen Agama pada tahun 2009 telah memasuki usianya yang ke -63 sejak lahir pada tanggal 3 Januari 1946. Pada prinsipnya departemen ini mempunyai tugas penting yang membawahi semua problem keagamaan di tanah air ini. Tugas pokok tersebut sebagaimana tercantum dalam Keppres No. 45 tahun 1974 lampiran 14, Bab I Pasal 2 adalah menyelenggarakan sebagian tugas umum pemerintah dan pembangunan di bidang agama.

Tugas ini diperkuat lagi dalam GBHN 1993 bahwa asas pembangunan nasional di antaranya adalah agama (keimanan dan ketakwaan); artinya dalam konteks keindonesiaan agama merupakan aspek yang menyatu dalam semua lapis aktivitas seorang untuk menuju pembangunan nasional.

Tugas ini juga merupakan bentuk konkret pengamalan Pancasila; Sila I ”Ketuhanan Yang Maha Esa” dan pengamalan UUD 1945 Bab XI Pasal 29 ayat l “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa” dan ayat 2 “Negaraa menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.

Depag mempunyai banyak tugas di antaranya; pelayanan haji, zakat dan wakaf, nikah, talak dan rujuk, pelayanan dakwah (penyuluh agama), pendidikan agama dan keagamaan (pesantren), pembinaan ormas keagamaan, dan peradilan agama. Tugas tersebut merupakan tantangan Depag yang sangat berat manakala di tubuh pejabat internal Depag sendiri tidak mampu melaksanakan atribut Ikhlas Beramal.

Terlebih memasuki era globalisasi dan westernisasi sekarang ini. Banyak aliran sesat, sempalan agama serta beberapa masalah yang berkaitan dengan umat menunjukkan belum efektifnya pembangunan spiritual bangsa – menuntut jawaban Depag harus profesional dengan landasan utama adalah mengamalkan doktrinitas agama. Maraknya tayangan dan media yang bernuansa sensasional dan pornografi menuntut kepekaan Depag dalam memelihara nilai serta norma agama.

Di antara departemen yang lain mungkin Depag merupakan departemen yang sangat sensitif. Dikatakan sensitif karena disamping terisi orang-orang yang notabene “bermoral” juga membawa nama “agama”, sehingga orang memandang sebagai departemen yang suci dan tanpa dosa.

Tidak disangsikan jika ada kasus korupsi sekecil apa pun di departemen ini akan terekspos secara besar-besaran di media massa. Sebaliknya sebesar apa pun prestasi departemen ini justru tidak akan terdengar oleh masyarakat.

Tantangan Depag lainnya adalah masalah pendidikan di madrasah dan pembinaan keagamaan pada umumnya. Pendidikan keagamaan yang berada dalam naungan Depag secara formal memang telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan dengan adanya SKB tiga menteri, nomor 6 tahun 1975, nomor 037/U/1975, dan nomor 36 tahun 1975 yang memuat; a). Ijazah madrasah dapat mempunyai nilai yang sama dengan ijazah sekolah umurn, b). Lulusan madrasah dapat melanjutkan ke sekolah umum setingkat lebih atas, c). Siswa Madrasah dapat berpindah ke sekolah umum yang setingkat (Kebijakan Depag Dari Masa Ke Masa; 1996: 47).

Namun di sisi lain yang berupa pemberdayaan materi pelajaran, kualitas madrasah masih jauh dari harapan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain; 1). Materi agama dalam proses pembelajaran hanya dalam bentuk teoritik, 2). Adanya standar kemajuan pembangunan nasional yang didasarkan pada kuantitas, bukan kualitas sehingga berdirinya banyak madrasah sudah dianggap bentuk keberhasilan, 3). lnput siswa madrasah yang tidak terseleksi, 4). Banyaknya guru madrasah yang tidak sesuai dengan faknya, 5). Kurang intensifnya pemerintah (Depag) dalam mengontrol madrasah secara langsung ke lapangan, 6). Lemahnya obyektivitas Depag dalam penilaian akreditasi, 7). Adanya asumsi publik bahwa lulusan rnadrasah sulit mencari pekerjaan.

Ini semua merupakan tantangan Depag yang sangat berat pada masa sekarang dan mendatang. Karena bagaimanapun pendidikan -termasuk madrasah- merupakan tolok ukur kemajuan kebudayaan dan peradaban suatu bangsa. Imbas dari tantangan ini apabila tidak dapat ditanggulangi Depag maka akan mempengaruhi semua aspek kehidupan bernegara.

Karenanya dalam hipotesa dapat dirumuskan bahwa pendidikan agama di madrasah mempunyai pengaruh terhadap perilaku bangsa Indonesia yang yang penuh dengan kejujuran serta ikhlas dalam beramal, yaitu melayani masyarakat dengan baik. Hipotesa ini benar apabila Depag maksimal dalam melaksanakan proses pembelajaran agama di madrasah secara praktis sesuai dengan visi dan misi Depag ikhlas Berarnal dan Amal Bakti.

Kinerja Depag

Sebagaimana simbol Ikhlas Beramal, Depag harus menjadi, garda dalam mereformasi semua bentuk penyimpangan dan kejahatan di negeri ini. Departemen ini mempunyai posisi yang strategis di samping posisi yang dilematis. Posisi strategis, karena negara Indonesia negara theis (beragama) yang mayoritas agama Islam. Dalam doktrinitas Islam negara dan agama merupakan hubungan simbiotik, saling memengaruhi dan tidak bisa terpisahkan.

Adanya doktrinitas agama tersebut merupakan modal utama dalam membangun mentalitas dan moralitas bangsa Indonesia. Sedangkan posisi dilematis, karena Depag mengemban amanat secara vertikal dan horizontal. Amanat vertikal Depag harus mampu menjadi teladan dan membina moralitas bangsa Indonesia. Amanat horizontal Depag harus mampu menjadi contoh dan membina interaksi sosial bangsa Indonesia dalam menjalankan roda pemerintah yang meliputi beberapa aspek -politik, ekonomi, hukum, pendidikan, sosial budaya dan pertahanan keamanan yang bernuansa agamis.

Posisi dilematis ini menuntut jajaran Depag harus benar-benar berperilaku sesuai dengan konsepsi simbol Ikhlas Beramal dan Amal Baktinya.

Konsepsi Ikhlas Beramal pada prinsipnya menuntut adanya unsur ilmu dan amal. Artinya ilmu adalah sebagai benih, amal sebagai penanam penih dan ikhlas adalah airnya. Dalam kata lain dengan air tersebut benih yang ditanam bisa hidup dan tumbuh subur. Inilah hakikat makna ikhlas yang berimplikasi pada tumbuh suburnya kehidupan umat jauh dari prilaku penyimpangan dan kejahatan yang berskala nasional.

Dengan konsepsi ini jajaran Depag -terutama para pejabatnya- harus benar-benar orang yang berpengetahuan agama, menghayati ajaran agama dan sekaligus mengamalkannya serta ditransformasikan pada orang lain yang akhirnya pembangunan nasional berupa agama -keimanan dan ketakwaan- dapat tercapai.

Disamping itu dengan kinerja yang ikhlas akan membuahkan keutamaan; Pertama, dapat meningkatkan ibadah kepada Allah dengan khusuk. Kedua, mampu meningkatkan frekuensi tobat kepada Allah. Ketiga, senantiasa mendapat pertolongan Allah. Keempat, mampu bertindak bijak dari hati yang diwujudkan dalam perkataan lisan. Kelima, dapat menghindari perbuatan buruk. Keenam, menambah kasih sayang dan hormat orang lain kepadanya. Ketujuh, memperbanyak relasi kawan. Kedelapan, dapat meningkatkan etos kerja tanpa pamrih.

Keutamaan ini hendaknya dijadikan dasar Depag dalam mendukung kinerja pemerintahan ke arah perubahan perbaikan pada semua sektor kehidupan negara. Kinerja Depag yang paling penting sekarang adalah mereposisi internal dan eksternal. Kinerja internal meliputi; skorsing anggotanya yang indisipliner, memberi sanksi kepada yang melakukan pungli dalarn melayani masyarakat jika perlu dicabut hak PNS-nya secara tidak terhormat, memberdayakan potensi pemahaman agamanya yang masih minim.

Kinerja eksternal meliputi; menjalin kerja sama yang intensif dengan lembaga keagamaan, seperti MUI, NU, Muhammadiyah, pesantren dan ormas Islam lainnya untuk mengontrol penyimpangan yang dilakukan pemerintah atau masyarakat, meningkatkan program penyuluh agama di kantor/instansi antarpemerintah, menciptakan manajemen relasi dengan perusahaan-perusahaan besar agar sadar memenuhi kewajiban pajaknya dan membuat tayangan yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia, menyosialisasikan hakikat makna ikhlas beramal kepada semua komponen bangsa, terutama pada menerintah sendiri.

lnilah hakikat makna slogan lkhlas beramal, apabila Depag dapat melaksanakannya dengan baik maka bangsa Indonesia akan mudah keluar dari multi penyakit yang muaranya adalah krisis moral. Bagaimanapun keberadaan Depag merupakan simbol baik buruknya moralitas suatu bangsa dan negara.

Dengan memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Depag yang ke-63, kita berharap departemen ini akan makin profesional dan kompeten serta kehadirannya sangat diperlukan masyarakat. Semoga.

15 Comments »

  1. Erwein said

    Pertamaxx…
    Slogannya doank yg ikhlas beramal tp kinerjanya gak becus he3x..
    Gak nyambungkan?
    Wkwk, mas tuker link yuk…
    Mas taufik ikut komunitas apa?
    Blogger pahuluan ato kayuh baimbai?

  2. salam.Moga Depag bisa membuktikan slogannya ya.. Insya Allah

  3. Turut mendoakan sebab Depag termasuk departemen yang sering mengecewakan. Sloganny bagus, lebih bagus dipratikkan. Selamat.

  4. guswan76 said

    Kadang merasa sedih dan kecewa karena antara slogan dengan praktik jauh panggang dari api

  5. borneojarjua2008 said

    Ass.

    Slogan yang perlu diamalkan oleh kita semua.

    Untuk Depag, semoga slogannya dapat dilaksanakan secara nyata agar dapat memberi inspirasi orang lain.

  6. gak akan cuma sekedar slogan jika dikelola oleh orang yang tepat.

  7. SEMOGA DEPAG MAKIN PROFESIONAL..

  8. Akhta said

    Saya baru tahu kalo banyak sekali keluhan tentang departemen agama terutama bidang pendidikan keagamaan. Saya kira itu hanya terjadi di pesantren tempat saya mengajar. Waduh, jadi pesimis nih bisa nggak ya depag mengatasi rumitnya masalah pendidikan di madrasah dan pesantren?
    Lam kenal pak!

  9. aq pekerja di depag neh…..
    aq bukan pegawe depag neh…
    sebab
    kalo pekerja gak di depak kan??
    kalo pegawe kali z di depak…ehm
    tapi aq rindu depag nyang zuzur…
    nyang tidak uzur hingga lupa akan semboyannya sendiri
    IKHLAS BERAMAL, yaaah paling sekale kale nyang AMALNYA BERIKHLAS-IKHLAS.
    lam kenal dangsanak…..

  10. Hejis said

    Kasihan orang2 Depag yang baik ya, dicemari oleh ognumh-ognumh yang korup. Masyarakat banyak yang berpersepsi buruk terhadap departemen ini. Padahal negara2 di dunia jarang yang memiliki departeman agama. Ya, jarang. Indonesia merupakan salah satu negara yang “hebat” punya departemen kayak begindang. Salam depag!😀

  11. rasid09 said

    saya rasa semua dijadikan bahan evaluasi untuk kedepan, Depag merupakan lembaga / institusi yang salah satunya adalah membina ahklah masyarakat yang demikian rupa, menurunya ahklah masyarakat dalam dunia modern yang penuh dengan tantangan demikian agar dapat disikapi dengan tanggap jangan berlarut -larut yang menimbulkan kebrobrokan ahklah dimasyarakat, maaf ini hanya komentar dan saya rasa masih banyak tantangan yang dhadapi degag, tahnks.l

  12. SYAIFUL said

    Assalamualaikum Wr. Wbr.
    Kunjungan perdana ni di awal tahun baru Islam, muda-mudahan tahun ini kita semua lebih baik dari tahun-tahun dulu. salam ukhuwwah dari Pekanbaru. kunjungi juga ya

  13. Mas Boleh Copas Artikelnya kan??

  14. sidiq said

    saya minta tolong jabarkan donk makna-makna yang terkandung dalam logo Iklas beramal itu..

    aq lagi ada tugas nich……….!

    please………..

  15. ikhlas dihadapkan dengan berbagai masalah pasti sulit,,, apalagi[engorbanan yang kita lakukan tidak dihargai sakalipun…nice artikel,,, visit me friend

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: