Banjarmasin Menuju Kota Sehat, Kawa lah?

jamban

Mari memimpikan Kota Banjarmasin yang berbeda dibandingkan yang ada saat ini. Kota yang bukan saja berkembang di bidang ekonomi, wisata, industri dan perdagangan, namun juga berkembang sebagai kota sehat (healthy city).

Kota sehat adalah kota yang segenap warganya menjalankan kehidupan keagamaan yang sempurna, kota yang warganya bisa hidup layak, terpenuhi kebutuhan dasarnya: pangan, sandang, papan (pemukiman), pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan dasar.

Kota yang pertumbuhan ekonominya mampu menyerap tenaga kerja yang ada, menyediakan ruang publik yang memadai bagi warga banuanya.

Kota yang lalu lintasnya teratur, sarana perhubungan air dan darat tersedia. Angka kriminalitasnya bisa ditekan serendah mungkin. Kota yang listriknya tersedia 24 jam dalam sehari, tidak tergenang air di musim hujan, yang tidak kekurangan air di musim kemarau. Kota yang pemukimannya tidak sehat berganti menjadi pemukiman yang sehat, pemukiman yang higiene dan sanitasinya memadai. Kota yang tidak setiap tahun dilanda wabah penyakit.

Kota sehat adalah di dalamnya setiap warga telah memperlihatkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengembangkan potensi dirinya jadi sejahtera dan produktif, yang memungkinkan mereka memberi kontribusi bagi pengembangan kotanya.

Kota sehat yang menempatkan aspek keadilan sosial sebagai pilar utamanya. Pilar utama itu didukung oleh pilar-pilar lainnya yang berupa lingkungan fisik yang bersih, aman dan tertata. Ekosistem yang seimbang dan dikelola dengan paradigma pembangunan berkelanjutan. Mendayagunakan alam untuk kepentingan generasi saat ini tanpa mengorbankan kepentingan generasi mendatang.

Kota Sehat

Kota Sehat secara sederhana dapat diartikan sebagai kota yang situasi dan kondisinya menjamin seluruh penduduknya agar dapat melaksanakan tugas dan aktivitas masing-masing dengan baik dan produktif.

Sebagai gambaran Departemen Kesehatan telah merumuskan pengertian Kota Sehat sebagai suatu kota yang secara terus menerus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan sosialnya melalui pemberdayaan potensi masyarakat agar dapat memaksimalkan seluruh potensi kehidupan baik secara bersama maupun mandiri.

Pengertian kota sehat dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang. Bisa dipandang sebagai tujuan yang ingin dicapai. Artinya bahwa kota sehat adalah kota yang dapat membuat penduduknya terpenuhi fasilitas umumnya, merasa aman dan tenteram, terjamin keselamatannya; hidup harmonis antar keragaman suku, agama; pelayanan umum yang memuaskan; bersih, indah, bebas polusi dan sebagainya.

Atau dapat pula dipandang sebagai suatu gerakan atau movement dari seluruh penduduknya, suatu tekad dan keinginan dari seluruh penduduk untuk menjadikan kotanya menjadi Kota Sehat. Pengertian atau rumusan mana yang akan diambil seyogyanya disepakati dulu oleh penduduk kota yang bersangkutan.

Mulai Dari Diri

Pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat bisa memulainya lewat hal yang kecil, menyediakan tempat-tempat sampah lebih banyak dan memberi contoh tidak membuang sampah sembarangan. Memberi contoh mempraktekan 3M (menutup, menguras dan mengubur) sampah yang potensial menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk demam berdarah dan malaria.

Memberi contoh tidak merokok di tempat-tempat umum atau pelarangan merokok di kantor-kantor dan tempat-tempat tertentu. Memberi contoh dalam berlalulintas. Memberi contoh perilaku hidup bersih dan sehat di mana pun berada.

Mulai-lah membangun Kota Banjarmasin menuju kota sehat. Kota sehat memang tidak bisa diwujudkan dalam sehari. Juga tidak hanya membebankan pada satu pihak seperti dinas kesehatan.

Peran seluruh unsur dalam masyarakatlah yang paling dibutuhkan memainkan peranannya sehingga mampu mewujudkan kebersihan dalam lingkungan mereka sendiri. Sehingga impian kota Banjarmasin kota sehat dapat diwujudkan.

Bisakah?

Kita memang tertinggal bahkan akan semakin jauh tertinggal bila tidak mulai memimpikan dan meyakini bahwa konsep kota Banjarmasin kota sehat mungkin diwujudkan.

Kota Sehat bisa direalisasikan tergantung dari Pemerintah Kota dan penduduknya. Keinginan untuk hidup di kota yang aman tenteram, nyaman, sehat, bersih, indah merupakan dambaan masyarakat. Keterlibatan seluruh penduduk termasuk swasta, pemerintah, LSM dalam bentuk kemitraan sangat diperlukan.

Dengan semboyan “Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing” dan dukungan, tekad serta satunya gerak dan langkah seluruh masyarakat Banjarmasin, Insya Allah “Banjarmasin Healthy City” dapat tercapai. Amin….ya …rabbal alamin

13 Comments »

  1. salam sobat, semoga makin indah kota Banjarmasin

  2. Ass.

    Harus yakin, Insya Allah kawa ai.

    foto di atas, harus dijadikan foto masa lalu, dan harus diusahakan fotonya kemudian terbaru sudah tidak ada lagi “pos jaga Jepang”. Ada perubahan dalam sanitasi (mck khususnya) yang perlu didorong kearah darat, dan sungai harus dibebaskan dari sumpah serapah (limbah dan saudaranya).

  3. insyaallah!

  4. Siti Fatimah Ahmad said

    Mudah-mudahan, apa yang diingin dan menjadi matlamat akan tercapai juga pada masa akan datang. yang penting perpaduan dan kerjasama warganya menjadi keutamaan untuk memelihara kota yang sihat.

  5. rasid09 said

    Masyarakatnya ai dingsanak perlu kasadaran tinggi melalui himbauan dan peran pemerintah daerah harus dioptimal kan gawiannya dalam memperhatikan masyarakatnya dalam hal juga pejabat and walikota jangan dikantor haja.. sering2 turun kelapangan agar apa yang diinginkan dapat terwujud banjarmasin kota sehat dan barasih…

  6. Temukan Cara bagaimana Menambah penghasilan dari website anda bersama ads.kombes.com.

    Tayangkan Iklan Banner/Teks yang relevan sesuai dengan konten situs anda.

    Dapatkan penghasilan dari setiap klik iklan (60% untuk anda) oleh pengunjung melalui situs anda.

    Sistem Penyaring Iklan memungkinkan anda untuk menolak iklan dari pesaing situs anda.

    Anda dapat menampilkan iklan pada web/blog serta mesin pencari. Anda dapat memasang unit iklan kami bersama-sama dengan program iklan lainnya.

  7. ChiChi MD said

    Almarhum Kakek saya orang Banjarmasin yang merantau ke KalBar…
    Tapi saya belum pernah ke Banjar…
    Pengeeeeennnn…..😀

  8. SQ said

    saya lebih tertarik pada mental penduduknya. Mestinya sifat “kotaku” di implementasikan dengan cara disiplin nga buang sampah sembarangan. 100 orang saja berpikir demikian dan disiplin. Kota sehat tak muskil terwujud untuk BJM. Mari mulai dari diri sendiri dan hal kecil dulu. salam🙂

  9. Erfa Muslimah said

    hal ini sangatlah dibutuhkan kesadaran dari setiap individu tentunya tidak hanya komponen pemerintah atau kalangan tertentu,,,semuanya harus kompak, saling memperingatkan apabila ada yang khilaf dalam pemeliharaan lingkungan.

  10. Ahmad Sarli Anwar said

    woy bubuhannya SULITNYA MEMPERPANJANG “KTP” DI BANJARMASIN

    Realita yang sangat menarik di Banjarmasin khususnya di Kecamatan Banjarmasin Utara, akhir-akhir ini fenomena ini begitu sangat terasakan bagi warga kota Banjarmasin Utara terkait dengan pembuatan Kartu Tanda Penduduk “KTP” atau Kartu Keluarga “KK”.
    Padahal sudah jauh-jauh hari Wali Kota Banjarmasin menghimbau kepada seluruh pelayan publik, baik itu Kecamatan maupun Kelurahan melalui peraturan pemerintah daerah agar tidak memungut bayaran dari pembuatan KTP maupu KK oleh warga sebagaimana yang telah diberlakukan di Kota Banjarbaru.
    Namun peringatan itu sepertinya tidak dihelakan oleh pelayan publik seperti Kecamatan dan Kelurahan, dianggabnya peringatan pemerintah daerah melalui peraturan daerah tersebut sebagai anjing menggonggong kapilah terus berlalu. Mungkin itulah pribahasa yang cocok bagi pelayan pemerintah yang tidak menghiraukan aturan yang telah di buat.
    Tidak tanggung-tanggung Kecamatan Banjarmasin Utara bahkan menjadikan tempat pemerintahan “Kantor Kecamatan” sebagai ladang bisnis, yakni memperjual belikan jasa pembuatan KTP dan KK. Untuk membuat KK saja Kecamatan memungut uang dari warga berkisar antara Rp 7.500 – Rp 10.000 belum lagi pembuatan KTP nya. Hal ini sangat dirasakan sekali oleh warga kota Banjarmasin Utara. Belum lagi fasilitas negara yang dijadikan sebagai tempat untuk ladang bisnis sebagai mana yang dilakukan oleh Kecamatan Banjarmasin Utara yang menyediakan jasa Scaner Foto dan Tanda Tangan serta Fotocopy untuk pembuatan KTP dan pembuatan KK. Yang lebih mengharukan biaya jasa tersebut tidak tanggung-tanggung harganya bahkan untuk pembuatan satu KTP saja bisa di kenakan biaya sekurang-kurangnya Rp 10.000.
    Kebiasaan ini sepertinya menjadi stimulus bagi pelayan publik yang ada dibawahnya, sebagaimana yang di lakukan oleh Kelurahan Pangeran kepada warganya. Tidak jauh beda, mungkin benar apa kata pepatah buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya. Seperti setali tiga uang, hal yang sama juga dilakukan oleh Kelurahan Pangeran. Mungkinm kalau di Kecamatan tadi ada jasa Scaner dan Jasa Fotocopy tetapi di Kelurahan agak sedikit di renovasi, yakni bergerak pada jasa pemberian tanda tangan dan stampel untuk pembuatan KK yang di kenai biaya sebesar Rp 5.000 rupiah serta jasa pemberian blanko untuk pembuatan KTP yang dikenai biaya sebesar Rp 10.000.
    Jadi sekurang-kurangnya untuk pembuatan satu KTP saja di Kelurahan dan Kecamatan paling sedikit dikenakan biaya sebesar Rp 30.000 itu pun dalam jangka waktu 2 minggu. Sehingga bukannya ‘Pelayanan’ publik yang di dapatkan warga melainkan ‘pemerasan’ yang berkedok pelayanan publik.
    Hal ini seperti duri dalam daging, pemerintah daerah sudah mengintruksikan penggratisan pembuatan KTP karena itu merupakan hak bagi warganya untuk mendapatkannya, sementara di lapangan Pungli-pungli berkeliaran dengan berkedok jasa pelayanan publik.
    Biaya Scaner foto, biaya fotocopy, biaya blanko permohonan, serta biaya stempel dan tanda tangan. Inilah fenomena yang sangat memprihatinkan di lingkungan masyarakat terkait pembuatan KK dan KTP oleh warga yang memerlukan. Sehingga musim penerimaan siswa baru ini bisnis tersebut begitu sangat menjanjikan bagi Kecamatan dan Kelurahan stempat untuk memungut biaya yang sebesar-besarnya dari warganya.
    Bentuk pemerasan seperti ini sudah sepatutnya menjadi sorotan bagi pemerintah daerah untuk segera menghentikannya, karena tidak sedikit uang warga yang akan menjadi korban. Mungkin jika hal semacam ini dilakukan di komplek-komplek elit mungkin tidak jadi persoalan tetapi jika hal ini di lakukan di lingkungan warga yang ekonominya menengah ke bawah inilah yang menjadi persoalan. Selesai

    Ahmad Sarli Anwar
    The Sains Community Untuk Indonesia

  11. ansari said

    banjarmasin..kot akelahiranku n ku besar di sana…..!!! smoga pemerintahan sekarang lebih bisa menata kotaku menjadi kota yang bersih n tidk kumuh lagi seperti dulu…. tapi 3 bulan yang lalu aku ke banjarmaisn,,alhamdulilah banjarmasin udah ada kemajuan …. baik dari segi penataan kota dan pembangunannya.. serta transportasinya….!! amin..mari terus bangun kota banjarmasin menjadi kota bersih, kota pariwisata…. serta kota yang kuat akan siraman rohaninya…..!! i love banjarmasin.., aku sekarang di makassar mengadu nasib….!!! insyaallah aku akan kembali ke banjarmasin…!! lebih bahagia bila aku mati di kota kelahiranku…banjarmasin..!!

  12. Teman-Teman,

    Kami dari ISP Banjarmasin, mau memperkenalkan diri, kami PT Mitra Internet Tech (FASTLINE), merupakan provider resmi internet.

    FASTLINE kini sudah di lengkapi jaringan Fiber Optic dan HFC ( hybrid fiber optic coaxial) sebagai jaringan utama distribusi internet. Bagi teman-teman butuh koneksi local loop, iix (domestik) maupun internasional, kami siap bantu.

    Teknologi fiber optic ini kami kembangkan dengan melihat kebutuhan akses internet dan komunikasi data semakin besar untuk wilayah Kalimantan Selatan. Kualitas dan kestabilan pun dibutuhkan oleh pengguna internet. Semoga dengan adanya layanan dari kami dapat membantu teman-teman khusus nya di area Banjarmasin dan sekitarnya untuk mendapatkan koneksi internet yang stabil.

    Untuk informasi lebih detail dapat menghubungi kami :
    PT Mitra Internet Tech
    Jl. Gatot Subroto 7
    Banjarmasin
    Telp : 0511 326 3000 / 326 0909
    ym : fastlinecs7
    http://www.mit.net.id
    “SAATNYA BERALIH KE YANG LEBIH BAIK”

  13. ehent said

    sulit merubah keadaan dan realita mayarakat kita,,,terkecuali masyarakatnya sudah sugih sugih semua,,,itu bisaae terjadi kira kira

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: