Refleksi Blogging 2008, Inspirasi 2009

babyblog

Apa pendapat Anda tentang “menulis”? Saya kira akan ada jawaban yang beragam ketika kita menemui pertanyaan semacam ini. Kalau saya sendiri akan menjawab, ”Menulis adalah sebuah investasi pikiran”. Ya, investasi.

Menulis adalah investasi pikiran, sekaligus pergulatan pengalaman, akumulasi kepercayaan diri, keinginan terus berada dalam “pesta” pemikiran, media ekspresi jiwa, dan pada ujungnya menggunakan tulisan sebagai refleksi kecintaan terhadap banua.

Teringat saya ketika dulu keranjingan menulis karena karya best seller bang Hernowo, sang penulis buku Mengikat Makna. Mulai saat itulah konsentrasi belajar lebih optimal terutama dalam hal tulis-menulis.

Kebanyakan saya menulis artikel seputar refleksi masalah sosial dan momentum keagamaan yang terjadi di banua Banjar. Berbagai tulisan, alhamdulillah mulai diterbitkan di beberapa media cetak. Tulisan pertama dimuat pada harian Radar Banjarmasin, tanggal 4 Pebruari 2008. Sebuah awal yang memberi semangat untuk terus berproses, menulis dan menulis.

Tulisan saya berikutnya mulai bermunculan di media massa lokal Kalsel, seperti Kalimantan Post, Barito Post, Mata Banua dan Sinar Kalimantan. Proses itu terus berlanjut hingga kini dan tidak tahu kapan dianggap berhasil atawa lulus. Dalam kurun waktu ini, naskah tulisan saya yang ditolak tentu lebih banyak dari yang dimuat, yang menggambarkan proses kreatif itu tidak selamanya berhasil seperti yang diharapkan.

Diterbitkan di media adalah suatu kebanggaan tersendiri, namun saya tidak ingin aktivitas menulis itu tergantung media massa. Saya menulis karena kewajiban, bukan karena tuntutan media. Jika tulisan diterbitkan, ya syukur, jika tidak tak apa-apa, toh tidak ada ruginya, bahkan sangat menguntungkan, ketajaman tulisan lebih terasah oleh waktu.

Saya tidak pernah memasuki lembaga pendidikan tertentu yang khusus bidang jurnalistik. Bahkan membaca buku yang terkait dengan jurnalistik pun dulu tidak pernah. Saya banyak belajar dari tulisan-tulisan orang lain secara langsung, saya amati susunan kata, alinea, diksi, isi atau muatan dari tulisan itu. Selebihnya, autodidak, trial and error dan latihan sendiri.

Mengerti teori menulis, tapi tidak pernah praktek atau berlatih menulis sama halnya dengan orang yang ingin pandai berenang tapi tak pernah menyentuh air, tentu tidak mungkin bisa. Sehebat apapun teori berenang yang dikuasainya.

Percaya atau tidak, banyak dari mereka yang sudah menyelesaikan S1 jurusan jurnalistik, tapi tidak pernah menulis. Teori bagi mereka bukan masalah, namun persoalannya dalam praktek. Mereka picak membaca, koler menulis.

Menulis di Blog

Blog adalah salah satu produk dari investasi menulis, selain buku, majalah atau surat kabar. Sekarang, banyak orang telah menjadikan blog sebagai sebuah sarana untuk mengungkapkan, baik cipta, rasa dan karsa seseorang kepada khalayak ramai, selain sebagai media informasi tentunya.

Jika orang lain menilai blog sebagai sarana untuk berekspresi, maka saya lebih melihatnya sebagai sebuah amal jariyah. Kenapa amal jariyah? Karena dari blog yang kita buat, tulisan yang kita susun, pandangan yang kita berikan dan informasi yang kita bagi, itu sama saja dengan “investasi pahala” dan kebaikan yang bisa berguna bagi siapapun yang “berkenan” membacanya.

Saya mulai ngeblog awal bulan Pebruari 2008 melalui wordpress, di alamat www.taufik79.wordpress.com. Makin lama saya blogwalking, makin banyak saya temui owner blog yang seumuran saya namun bisa menghasilkan tulisan-tulisan berkualitas sekelas jurnalis profesional.

Ghirah pun semakin tumbuh setelah saya mengunjungi blog Menulis tanpa Berguru, dan membaca tulisan-tulisan Ersis Warmansyah Abbas, yang selalu setia memotivasi untuk menulis, yang selalu semangat untuk berbagi dan bisa menghasilkan beberapa buku dalam setahun! Hal itu membuat saya kembali berapi-api, dan semakin menyala-nyala untuk nge-blog!

Alasan yang lebih kuat, sebenarnya karena ingin mem-publish tulisan-tulisan yang pernah saya buat. Saya pikir sayang kalau tulisan saya hanya sekali muat di koran atawa surat kabar tersebut dan selanjutnya hanya disimpan di folder document komputer saya.

Berikut napak tilas beberapa judul tulisan yang pernah saya publikasikan dan dimuat pada media massa lokal di Kalsel tahun 2008 (semata tuk bernostal-gila,hehe) :

  1. MTQ, Bukan Ajang Karasmin (Radar Banjarmasin, Jumat/ 29 Pebruari 2008)

  2. Menanti Peran Edukatif TV Lokal Urang Banjar (Mata Banua, Senin/ 31 Maret 2008)

  3. Menelusuri Jejak Ulama di Tanah Borneo (Mata Banua, Jum’at/ 30 Mei 2008)

  4. Sensasi Pilkada HSS (Barito Post, Senin/ 21 April 2008)

  5. Pilkada HSS dan Masa Depan Bumi Antaluddin (Mata Banua, Jumat/ 18 April 2008)

  6. Kepahlwanan Hassan Basry di Era Reformasi (Kalimantan Post, Rabu/ 21 Mei 2008)

  7. Mewarisi Etos Juang Hassan Basry (Mata Banua, Senin/ 19 Mei 2008)

  8. De Javu di Hari Kebangkitan Nasional (Mata Banua, Jum’at/ 23 Mei 2008)

  9. Antara Roma dan Paris, Di Mana HSS (Radar Banjarmasin, Selasa/ 10 Juni 2008)

  10. Urang Banjar dan Tirani Kebebasan (Radar Banjarmasin, Sabtu/ 21 Juni 2008)

  11. Melirik Serambi Mekkah Penuh Berkah (Mata Banua, Jum’at/ 20 Juni 2008)

  12. Ulama Main Langka, Umat Islam Nelangsa (Barito Post, Kamis/ 03 Juli 2008)

  13. Reformasi Moral dari Jalan Raya (Kalimantan Post, Jum’at/ 18 Juli 2008)

  14. Menggali Khazanah Kuliner Banjar (Radar Banjarmasin, Kamis/ 31 Juli 2008)

  15. Syekh Nafis Al-Banjari, Ulama Sufi Banjar (Mata Banua, Selasa/ 29 Juli 2008)

  16. Kalselku Sayang, Kalselku Malang (Kalimantan Post, Sabtu/ 23 Agustus 2008)

  17. Mencipta Bencana di Tanah Borneo (Radar Banjarmasin, Selasa/ 16 Sept 2008)

  18. Mengagumi Masjid Raya Sabilal Muhtadin (Kalimantan Post, Selasa/ 02 Sept 2008)

  19. Banjarmasin Yang Bungas Yang Bergegas (Radar Banjarmasin, Jum’at/ 26 Sept 2008)

  20. Syekh Arsyad, Maafkan Saya dan Kami Semua (Mata Banua, Selasa/ 10 Juni 2008)

  21. Wisata Religi, Segarkan Pikir dan Dzikir (Mata Banua, Jum’at/ 24 Oktober 2008)

  22. Perlukah Transpormasi Sejarah Lokal Banjar (Sinar Kalimantan, Senin/ 3 Nop 2008)

  23. Perang Banjar dalam Refleksi Anak Banua (Radar Banjarmasin, Senin/ 20 Okt 2008)

  24. IAIN Antasari : Sebuah Refleksi Kecintaan (Mata Banua, Jum’at/ 21 Nopember 2008)

  25. Mengkaji Kitab Kuning Di Zaman Serba Instan (Mata Banua, Jum’at/ 28 Nop 08)

  26. Kebudayaan Banjar dan Globalisasi (Mata Banua, Senin/ 15 Desember 2008)

  27. Membangun Kandangan dengan Cinta (Radar Banjarmasin, Selasa/ 02 Desember 08)

  28. Banjarmasin, Menuju Kota Necropolis? (Radar Banjarmasin, Jum’at/ 26 Des 2008)

Refleksi Blogging 2008

Perjalanan satu tahun menulis dan menjadi blogger telah memberikan pengalaman tersendiri bagi saya. Pengalaman positif: mengingat profesi saya sebagai guru merupakan long life study, ngeblog sangat memberikan motivasi bagi saya.

Dengan aktifnya saya di blog saya jadi terpacu untuk lebih banyak membaca agar dapat menghasilkan tulisan yang bagus. Sedangkan pengalaman negatif: kadang kalau lagi semangat-semangatnya ngeblog saya jadi lupa waktu.

Saat ini saya berusaha memperkokoh posisi blog sebagai situs pribadi tentang tema-tema pendidikan, sosial kedaerahan dan religi. Untuk itulah saya memutuskan mentasmiyahi (memberi nama) blog ini “(Kada) Sahibar Corat-coret”, yang sebelumnya memang saya beri nama “Sahibar Corat-coret Kada Karuan”. Semoga, (kada) sahibar corat-coret, lebih memberikan pilihan. Apapun itu … bisa saja yang sahibar dapat membuka berbagai pintu kebaikan. (Thanks Pak Benyamine, EWA for motivation, Randu, Suhadi and Ali for all inspiration ).

Pemberian nama ini juga memiliki nilai filosofis untuk mengajak siapa pun agar mau membicarakan, menulis dan peduli terhadap pendidikan, sosial dan keagamaan di banua kita tercinta.

Selain itu, blog ini didedikasikan pula untuk kedua putera kembar tercinta M.Faqih Khalil el-Rahman (2 th) dan M. Faiz Jaisyi el-Rahman (2 th), yang saat ini sedang lucu-lucunya, yang tentunya mereka masih sangat membutuhkan pendidikan dan bimbingan dari kedua orangtuanya dan para pendidik lainnya.

Inspirasi 2009

Tahun 2008 telah berlalu dan kini kita berada di tahun 2009. Memasuki usia satu tahun ini, saya memutuskan bahwa tujuan utama dari kehadiran blog ini, justru yang paling penting bagi saya adalah saya tetap bisa mengekspresikan diri dan bisa mem-posting tulisan-tulisan yang (semoga) bermanfaat untuk kepentingan kemajuan pendidikan, kehidupan sosial dan keagamaan di Tanah Banjar.

Satu hal yang pasti, dengan menulis, maka pikiran kita akan terpelihara, demikian ujar Hernowo, pengarang buku Mengikat Makna. Menulis akan mencegah kita dari kepikunan dan kelemahan ingatan.

Dan dengan menulis, maka pikiran kita akan terinvestasikan. Sehingga, melalui tulisan yang kita investasikan itu, kita dapat berharap kemanfaatan yang bisa dikais setelah orang lain membacanya. Karena sebuah tulisan bisa bercerita banyak, meski waktu telah lewat bermasa, dan jarak telah tercakup sedemikian panjangnya.

Resolusi 2009? Saya pengin keluar dari “zona aman” dan mencoba menjajal kemampuan (belajar) menulis novel dengan setting lokal Banjar. Syukur-syukur kalau bisa diterbitkan menjadi buku, hehe.

Tunggu saja.

24 Comments »

  1. Ya ya yang terakhir ditunggu. Tapi, jangan ‘belajar’, tulis saja, dijamin jadi novel. Lakukan, ada hasilnya. So Allah akan memudahkan. Amin.

  2. yulianbjm said

    Ya menulis adalah ekspresi hati dan jiwa, semoga ditahun baru ini keinginan untuk menulis novel akan terwujud…he…he.. ditunggu karyanya ,Insya Allah
    lancar dan sukses….
    oya selamat tahun baru Islam dan tahun baru Masehi, semoga di tahun baru ini segalanya akan lebih baik…amin…

  3. Siti Fatimah Ahmad said

    sELAMAT tAHUN BARU 2009

    Semoga semangat menulis akan berterusan menjadikan kita manusia yang sentiasa berfikir dan berfikir untuk kebaikan. wahh…..Tahniah buat saudara atas segala pencapaian sepanjang tahun 2008. Pastinya anda amat berbangga dengan usaha yang ditampilkan. Saya masih belum mampu menghasilkan karya yang sedemikian banyak dalam tempoh yang dilakukan oleh saudara. Hebat dan teruskan untuk tahun-tahun mendatang.

    Salam persahabatan dari UKM, Bangi.

    Laman Menulis Gaya Sendiri
    http://websitifatimah.wordpress.com/

  4. Ikh.. mas itu anak siapa yang megang komputer?? lucu dech… hehee….😀
    Salam hangat…😉

  5. borneojarjua2008 said

    Ass.

    Perjuangan menanti di depan, doa semesta insya Allah selalu menyertai mereka yang berjuang di jalan lurus, jangan pedulikan ujung atau akhir perjuangan, mohonkan ampunan saja sekiranya ada kesalahan kepada pemilik hidup.

  6. Asmia said

    Semangat trus ya mas nulis nya…biar bs belajar gitu..hehe…

  7. suhadinet said

    Terus pertahankan prestasimu, Pak. Saya juga ingin bisa tulisan saya banyak dimuat di media cetak.

  8. hymunk said

    asa behiri nanh wan pian neh…ulun neh paling ngalih sudah dalam tulis manulis neh..postingan di blog gen mbah hanu kada mangaruan isinya..tahalang tabujur..

  9. guswan76 said

    Semoga novelnya terbit jadi trend setter dan best seller

  10. Rindu said

    Menulis itu release stress loh mas …

  11. Rindu said

    Tahun 2009, semoga blog saya yang bisa jadi inspirasi buat mas Taufik …

    *ngarep*

  12. Banyak jua Artikel yang sudah dimuat lah…Weleh…weleh…Hebat Fren…!

  13. kisahdoktermuda said

    bagi saya menulis itu menghilangkan stress dan menumpahkan uneg-uneg serta ajang aktualisasi diri..
    met tahun baru Islam…dan tahun baru masehi..

  14. Menurut saya menulis itu apa ya??? Belum punya jawaban…😀

  15. kenuzi50 said

    Menulis, bisa berarti berbagi. Tulisan yang tidak dijajakan kehadapan para pembaca bagai bunga kembang tak jadi. Jangan takut untuk mulai menulis, siapa tahu bisa jadi ajang dakwah. Lam kenal…

  16. lina said

    Dengan menulis di Blog, sy merasa lega bisa ungkapkan perasaan hati sy.. Lewat tulisan, orang bisa tau apa yang ada dalam benak hati kita, apa yg ingin kita ungkapkan.. pahit.. getir .. suka …duka… senang, semua dpt tergambar lewat sebuah tulisan. Selamat menulis… dan salam kenal🙂

  17. Masenchipz said

    hoahhh… kok semua orang pada rajin maca.. suka nulis.. beda banget ama gw ya.. he..he…
    met tulis menulis dech om..🙂

  18. Hejis said

    Wah sduah banyak tuh artikelnya. Bisa dikompilasi jadi buku, mas Taufik.

  19. omiyan said

    menulis adalah bentuk kreatifitas cara berpikir orang semangat terus

  20. uki21 said

    menulis itu pekerjaan yang berat… penuh dengan tanggung jawad ke depan..
    semoga mas jadi penulis yang baik…

  21. Mahmud said

    Terima aksih atas ucapan selamat tahun barunya di laman saya. Silakan berkunjung kembali ya….

  22. syafwan said

    Saya menunggu dapat diskon beli karya tulisnya aja

  23. elmuttaqie said

    Bagi saya, tangan adalah jembatan kepribadian saya. Tangan, sebagai jembatan, merupakan sarana efektif untuk mengalirkan apa saja yang ada di dalam diri. Lewat tanganlah saya dapat melihat gambaran jiwa saya yang sesungguhnya. Coba mari kita lihat secara saksama tanda tangan kita. Bagaimana lengkungan-lengkungan garis itu membentuk sebuah simbol hati kita. Bagaimana coretan-coretan kuat yang tebal-tipis itu menyiratkan getaran-dahsyat watak kita. Bukankah tanda tangan, yang dialirkan lewat tangan kita, melambangkan diri kita?
    (Hernowo, pengarang buku Mengikat Makna)

    Hehehehe…. saya ngutip tulisan mas hernowo utk ngasih komentar postingan antum. Saya juga sudah bikin sebuah postingan awal tahun yg saya dedikasikan buat sampeyan sebagai lambang kekaguman saya akan konsistensi antum dalam menulis dan mengurus blog. Setidaknya saya bangga bahwa di antara deretan guru madrasah kalsel yg hobi nulis dan ngeblog, nama sampeyan (harusnya!) berada di peringkat teratas.

  24. Arief said

    Melihat dan membaca tulisan pian,sebagai orang yang baru belajar untuk nge-blog ulun sangat kagum,terkesan bahkan menjadi termotivasi dlm hal tulis menulis.walau cuma lulusan SD ulun juga senang menulis jd disini Ulun pengen belajar banyak dari pian..mohon bantuannya,semoga pian sukses selalu..

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: