Optimalisasi Blog untuk Pembelajaran

blog

Blog adalah salah satu aplikasi internet content yang sangat digemari saat ini, karena di samping tersedia secara gratis pada masing-masing server-nya, seorang pemilik blog tidak harus menguasai script pemrograman walaupun sedikit. Kesederhanaan, kesimpelan dan kemudahan dalam manajemennya menjadikan blog semakin populer.

Blog juga menjadi fenomena belakangan ini, karena mengingat reportase dan jurnalisme blak-blakan dapat dilakukan lewat blog, sehingga tak jarang para jurnalis dari mainstream publication merasa tersaingi. Mengapa? Sebab, mereka kehilangan monopoli dan kendali atas reportase suatu berita. Ini bukan hanya menyangkut cara reportasenya, tetapi juga dalam memilih apa yang cocok dan disukai oleh publik.

Power of Blog

Berbeda dengan saluran komunikasi lainnya, melalui media blog, kita dapat langsung mem-posting berita. Mudah, murah, dan dapat dibaca di mana pun. Blog juga mudah ditemukan lewat situs pencari, berdasarkan subjek, nama penulis, atau keduanya. Makin tambun suatu blog, makin digemari.

Blogosphere cirinya adalah cuap-cuap. Percakapan yang menarik berdasarkan topik beralih dari suatu situs ke situs web, nge-link dari suatu link ke link lain. Melalui blog, mereka yang memiliki minat yang sama dapat membangun network atau berita lintas geografi.

Informasi bisa menyebar lebih cepat melalui blog dibanding news service. Saat ini tak ada viral marketing yang dapat menyetarakan kecepatan dan efisiensi suatu blog.

Blog mempunyai content yang kaya mudah disindikasikan oleh siapa saja. Bayangkan dunia penuh dengan orang pandai, dan lewat media blog, ribuan informasi yang tersebar dapat diperoleh setiap saat.

Setiap blog nge-link ke yang lain, memiliki akses ke puluhan juta orang yang mengunjungi blogosphere setiap hari yang bercirikan komunikasi internet dua arah. Sehingga ada yang mengibaratkan, media blog itu bak supermarket tabloid.

Mengingat kekuatan dari blog tersebut, saya berpikir kiranya seorang guru perlu nge-blog. Kenapa? Karena blog adalah media yang paling OK disamping untuk menambah wawasan sekaligus untuk eksistensi diri.

Kok bisa? Tentu saja, sebab dalam blog seorang guru bisa menuliskan apapun tentang kegiatan di sekolah seperti; menceritakan kegiatan belajar yang menyenangkan bersama murid-murid, menceritakan inovasi dalam metode mengajar yang memang menarik minat dan bisa jadi contoh bagi guru-guru yang lain untuk dipraktekkan di kelas mereka, menuliskan uneg-uneg selain jadi bahan melepas stres.

Blog menjadi cermin evaluasi diri karena tulisan-tulisan kita juga dikomentari oleh berbagai orang dengan berbagai sudut pandang sehingga kita juga belajar memahami berbagai karakter orang dan sudut pandang seseorang dalam menyikapi masalah.

Melalui blog, seorang guru bisa menguji kualitas tulisan-tulisannya. Cobalah posting sebuah tulisan di blog. Kalau banyak orang yang menyukainya, maka kita sukses jadi penulis yang berbakat. Jika tak ada yang suka, berarti harus belajar lebih giat lagi untuk membuat tulisan yang menarik. Intinya, aktivitas blogging bisa menjadi sarana yang sangat jitu untuk mengevaluasi kualitas dan kemampuan diri.

Saya pikir pasti bisa dan pasti akan banyak penulis-penulis yang memang berasal dari guru. Seorang guru perlu punya media yang bisa menjadi ruang berkreasinya.

Apa Itu Blog?

Sebuah Weblog atau singkatnya Blog , adalah sebuah aplikasi web (internet) yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian sampai dengan media publikasi dalam sebuah kampanye politik, program-program media dan korporasi. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif. Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere .

Karena semakin banyaknya pengguna fasilitas blog dan seringnya para pengguna blog yang sering berkunjung ke blog lain, maka lazim dibentuk sebuah organisasi atau komunitas kumpulan blogger.

Sampai saat itu Blog kian hari kian bertambah hingga makin sulit untuk mengikutinya. Ribuan Blog kemudian bermunculan dan masing-masing memilih topik bahasannya sendiri, dimulai dari bagaimana menjadi orang tua yang baik, hobi menonton film, topik politik, kesehatan, seksual, olahraga, buku komik dan banyak macam-macam lagi. Blog adalah daerah kekuasan si Blogger-nya tanpa ada editor atau boss yang ikut campur, tema “segila” apapun biasanya dapat kita temukan sejalan dengan makin bermunculannya blog di Internet.

Ayo Nge-Blog

Saat ini, weblog tidak hanya menjadi sebuah fenomena teknologi, namun telah berubah menjadi gaya hidup  ( life style ). Jika beberapa tahun lalu orang berlomba-lomba membuat situs pribadi (yang mempopulerkan beberapa layanan situs gratisan seperti Geocities, Tripod, AngelFire, dan sebagainya), maka sekarang adalah jamannya weblog. Weblog tampaknya lebih menggiurkan ketimbang situs pribadi konvensional, karena pengelolaan content-nya yang sangat mudah, cepat, dan praktis.

Sebagai gaya hidup, komunitas weblog pun semakin banyak yang tumbuh di internet. Nah, jika tidak mau ketinggalan dengan salah satu fenomena yang sedang ngetrend di internet, memiliki situs pribadi yang berisi catatan pribadi, segeralah membangun blog.

Jika selama ini banyak kalangan guru mengeluh betapa sulitnya membangun sebuah personal web, dengan berbagai persyaratan bahasa pemrograman dan hosting yang memakan waktu dan energi, sudah saatnya bagi mereka untuk bermigrasi ke blog. Sudah waktunya ilmu yang dimiliki oleh guru dituangkan ke dunia cyber demi untuk mencerdaskan bangsa ini.

Puluhan bahkan ratusan artikel dan bahan ajar yang telah dibuat oleh masing-masing tenaga pendidik, baik guru, dosen, instruktur atau widyaswara selama ini hanya menjadi koleksi pengisi hard disk komputer. Bahan-bahan itu dinikmati dan digunakan sendiri tanpa mau berbagi dengan orang lain dengan berlindung di bawah bendera hak kekayaan intelektual.

Coba bayangkan jika ratusan, ribuan bahkan jutaan tenaga edukatif yang kita miliki mempublikasikan tulisan, bahan ajar, artikel, opini, dan berbagai karya lainnya melalui fasilitas blog ini. Dunia pendidikan kita, khususnya peserta didik, tidak akan pernah kekurangan referensi dalam menggali ilmu pengetahuan dan keterampilannya. Luar biasa..!!!!

Indonesia akan menjadi negara yang kaya dengan internet content, dengan nilai edukasi yang tinggi. Dengan demikian, generasi muda kita akan memanfaatkan teknologi ini untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, daripada membuang waktu untuk yang tidak-tidak.

Selamat nge-Blog.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: