Al-Qur’an Sumber Peradaban (Catatan Nuzulul Qur’an 1429 H)

Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah untuk memberikan petunjuk kepada manusia. Oleh karena itu, apa saja yang dibicarakan oleh Al-Qur’an tidak pernah terlepas dari kepentingan manusia itu sendiri. Jika pernyataan ini dapat disahuti, maka akan muncul suatu keyakinan, bahwa isyarat dari ayat-ayat Al-Qur’an untuk membimbing manusia berperadaban modern. Hal ini terbukti ketika terdapat sebagian ayat-ayat yang membicarakan kehidupan masa depan.

Contoh informasi Al-Qur’an ini ialah pernyataan tentang utuhnya jenazah Fir’aun. Kemudian pernyataan fenomena langit dengan segala benda-benda angkasa seperti matahari yang beredar pada porosnya, sinar bulan yang merupakan pantulan dari matahari dan lain-lain, bumi ini bulat dan gunung-gunung berlari kencang seperti awan. Pembuktian ini harus dilakukan oleh generasi ke depan tidak oleh orang-orang yang dahulu.

Ada hal yang membuat kita seharusnya salut kepada orang-orang yang terdahulu dalam memahami isi kandungan Al-Qur’an. Mereka tetap saja berupaya untuk memahami ayat Al-Qur’an yang kemudian dijewantahkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mengingat bahwa terbatasnya fasilitas yang mereka miliki, maka ayat-ayat yang berkaitan dengan kehidupan pada masa itu yang mereka geluti, namun yang patut ditiru adalah semangat mereka untuk mendalami pesan Al-Qur’an. Pada awalnya, para sahabat memahami pesan Al-Qur’an hanya melalui kekuatan imani karena keterbatasan ilmu khususnya ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan persoalan teknologi.

Ketika Al-Qur’an menyatakan bahwa manusia dan jin dapat naik ke langit dengan kekuatan, maka mereka menyahuti ayat ini melalui kekuatan imani. Munculnya kekuatan imani ini, karena mereka sudah melihat dari beberapa ayat yang dikaji dan semuanya memberikan kontribusi bagi kehidupan manusia. Lambat laun perkembangan peradaban manusia semakin tinggi, sehingga apa yang dinyatakan oleh Al-Qur’an dahulunya, tidak lagi disahuti hanya melalui kekuatan imani saja, akan tetapi sudah didukung oleh kekuatan ilmi. Informasi yang menyatakan bahwa manusia dan jin dapat naik ke langit sudah dapat dibuktikan melalui kekuatan ilmi. Dan oleh karena itu, keyakinan terhadap kebenaran Al-Qur’an untuk umat sekarang, seharusnya lebih mendalam bila dibanding dengan umat yang hidup pada masa dahulu.

Melihat informasi Al-Qur’an yang seperti ini, maka untuk konteks sekarang ada juga beberapa ayat (bahkan banyak) yang harus disahuti melalui kekuatan imani yaitu ayat-ayat yang membicarakan tentang hari akhirat. Urgensi memahami ayat-ayat seperti ini secara imani, karena belum terbukti kecuali hanya sebatas isyarat-isyarat saja. Akan tetapi melihat kebenaran Al-Qur’an tentang informasi yang dapat dilakukan manusia untuk ‘menaklukkan’ alam ini melalui pembuktian ilmi, maka terjadinya hari kiamat juga mutlak kebenarannya.

Pernyataan yang seperti ini menunjukkan bahwa informasi ayat-ayat Al-Qur’an jauh lebih maju dari pemikiran manusia. Ketika tulis baca ketika itu belum membudaya di kalangan masyarakat Arab, maka Al-Qur’an sudah mengawali ayatnya dengan kata iqra’ (membaca). Kata ini tidak hanya sebatas informatif akan tetapi sudah berbentuk perintah bahwa membaca itu memang wajib. Mungkin prakiraan masyarakat ketika itu agak aneh mengapa Al-Qur’an menyuruh ‘membaca’ (iqra’) sementara mereka belum terbiasa untuk itu.

Bagi yang beriman, mereka tetap tunduk kepada pernyataan Al-Qur’an sambil mencari korelasinya dengan kehidupan mereka. Sekalipun bukti pendukung tentang urgensi iqra’ dalam kehidupan mereka belum didapat secara sempurna, namun mereka yakin bahwa iqra’ tetap saja memberikan kontribusi dalam kehidupan mereka.

Hal ini terbukti ketika Rasulullah menyuruh para tawanan perang untuk mengajari anak-anak tulis baca sebagai tebusan untuk kebebasan mereka. Para sahabat Rasulullah tetap saja berupaya untuk mencari tahu tentang pernyataan-pernyataan Al-Qur’an sebatas yang mereka mampu. Sekalipun ada ayat-ayat yang sulit dipahami ketika itu (khususnya yang berkaitan dengan teknologi) namun mereka tetap saja mengimaninya. Para sahabat nampaknya menyadari bahwa ada ayat-ayat yang harus dipahami oleh beberapa generasi sesudahnya, karena Al-Qur’an ini tidak hanya diturunkan untuk satu generasi.

Hal ini dapat dibuktikan ketika Al-Qur’an turun pada masa Rasulullah sudah berbicara mengenai teknologi canggih yang hampir tidak mungkin diwujudkan pada masa para sahabat. Meskipun demikian bukan berarti bahwa penemuan modern sekarang sudah menjawab semua kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Ketika teknologi ini dapat dibuktikan pada masa sekarang namun masih terdapat lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang belum dapat dibuktikan, seperti informasi tentang langit terlebih lagi informasi tentang hari akhirat.

Oleh karena itu, termasuk hal yang agak aneh jika ada sebagian para ilmuwan yang mencoba mengembalikan isyarat-isyarat Al-Qur’an -khususnya dalam bidang teknologi- kepada kehidupan para sahabat. Hal ini dapat kita lihat dari contoh-contoh yang selalu dikedepankan seperti unta, dinar, dirham jarak tempuh perjalanan dan lain-lain. Jarang sekali yang menyodorkan contoh-contoh yang membumi dalam kehidupan sekarang seperti pesawat, mobil, internet, telepon dan lain-lain.

Upaya yang seperti ini terkesan kurang bijak dan bahkan bertentangan dengan prinsip Al-Qur’an itu sendiri yang selalu menuju masa depan yang berpradaban. Pemikiran yang seperti ini sangat statis dan sama sekali tidak bersentuhan dengan kehidupan yang dinamis. Ada sebagian orang yang berpendapat, ‘jika ingin selamat menafsirkan Al-Qur’an, maka kembalilah kepada penafsiran para sahabat’. Pernyataan ini sebenarnya konyol karena yang ditangkap dari penafsiran para sahabat bukan hasil penafsiran tapi metodologi.

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah semangat para sahabat untuk mengaplikasikan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka. Jika pernyataan ayat-ayat Al-Qur’an ini cepat disahuti oleh manusia dari dulu, maka kehidupan sekarang seharusnya jauh lebih modern. Akan tetapi karena banyak manusia yang menurutkan emosionalnya untuk tidak beriman kepada Al-Qur’an, atau beriman kepada Al-Qur’an tapi tidak berupaya untuk membumikannya dalam kehidupan, maka banyak waktu yang terbuang secara percuma untuk meyakinkan mereka tentang kebenaran Al-Qur’an. Akhirnya isyarat-isyarat Al-Qur’an ini baru dapat dibuktikan ratusan tahun berikutnya.

Kuat dugaan, sekiranya Al-Qur’an ini dikaji secara bertahap di mana ayat-ayat tentang theologi sudah dianggap selesai, demikian juga pemahaman terhadap ayat-ayat hukum hanya dengan mengadakan sedikit renovasi, maka fokus berikutnya adalah kajian terhadap ayat-ayat sosial dan teknologi. Bila hal ini dapat dilakukan, maka kehidupan sekarang mungkin jauh lebih maju dari apa yang kita saksikan sekarang.

Berdasarkan paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an senantiasa menggiring manusia menuju masyarakat yang berpradaban (masyarakat madani atau masyarakat modern). Oleh karena itu, hanya orang-orang yang berpikiran modernlah yang mampu menangkap pesan-pesan Al-Qur’an untuk dijewantahkan dalam berbagai aspek kehidupan. Jika tidak, maka mereka akan gamang melihat pernyataan-pernyataan Al-Qur’an yang spektakuler.

Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini, marilah kita memulai suatu langkah awal yang akan membawa warna baru dalam kemajuan sains dan teknologi demi tegaknya kembali kejayaan Islam yang pernah eksis 14 abad yang lampau. Hal ini dapat dimulai dengan membaca, mengerti dan mampu memahami tafsir Al Qur’an karena hanya dengan berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Assunnah-lah kejayaan Islam akan mampu kembali tegak. Dengan meneguhkan azzam kita, semoga Allah menjadikan kita ke dalam golongan ulil albab. Amin.

Wallahu a’lam bishawaab.

1 Comment »

  1. leenoh said

    Assalamualaikum.
    Al.Quran sememangnya mendahului zaman, al.Quran menceritakan peristiwa yang telah berlalu, peristiwa yang sedang berlaku dan peristiwa yang akan berlaku, Al.Quran mengandungan segala yang di dunia dan di akhirat.kerana Al.Quran kalam Allah.
    Seruan dan ajakan anda seharusnya disahut dan disokong sepenuhnya.
    Wassalam.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: