PKS, Selamat Datang Kekuasaan

Sejak bergulirnya reformasi dan berdirinya PKS, termasuk ketika masih bernama PK, PKS telah tampil beda dengan partai lainnya. Sejak awal PKS tidak terlihat sebagai partai yang ingin berkuasa, partai ini terlihat hanya ingin sebagai penyeimbang, sebagai penjaga moral, dan sekadar ingin mengoreksi kesalahan dan penyimpangan yang ada. Sejak berdirinya, kehadiran PKS terlihat lebih memosisikan diri sebagai partai dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, dan ingin menunjukkan citra sebagai partai yang berbuat nyata untuk rakyat.

PKS merupakan satu dari sedikit partai yang setidak-tidaknya terlihat selalu beraktivitas sepanjang tahun dan bukan hanya menjelang pemilihan umum saja. PKS berbuat secara konkrit dalam aktivitas yang terkait langsung dengan kebutuhan rakyat banyak, termasuk saat bencana datang menimpa rakyat, bahkan untuk yang terakhir ini partai lain seakan meniru apa yang telah dilakukan oleh PKS.
PKS juga dalam berbagai acaranya muncul sebagai organisasi yang damai, sejuk, dan dengan suasana persaudaraan, bahkan partai bisa menjadi rumah yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga para aktivisnya. Hal ini terlihat dari pelibatan anak dan keluarga para anggota PKS dalam kegiatan mereka. Hal inilah mungkin yang membuat beralihnya pilihan pemilih kepada PKS dan menjatuhkan pilihannya kepada calon yang diajukan oleh PKS, selain faktor lain tentunya, yaitu solidnya anggota dan keberaniannya untuk tampil beda dengan partai lain yang antara lain ditunjukkan dengan keberaniannya berhadapan dengan sejumlah partai besar dan kecil pada berbagai pilkada.

Namun munculnya kepercayaan dan dimulainya babak baru bagi PKS untuk tampil sebagai penguasa di pemerintahan, jika tidak mawas diri dan selalu berhati-hati, bisa jadi akan menjadi bumerang bagi PKS dan seluruh pengurus serta para anggotanya. Kemenangan yang diperoleh dan kesuksesan yang diraih, sering membuat lupa diri dan lupa daratan. Niat awal yang semula merupakan komitmen untuk menjadi penjaga moral, sebagai koreksi terhadap kesalahan dan penyimpangan, sebagai media dakwah, serta sebagai wadah untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sebagaimana nama partai ini, bisa jadi hanya akan sekadar cita-cita, akan sekedar angan-angan, dan akan terlupakan.

Manisnya kekuasaan, nikmatnya jabatan, dan empuknya kursi singgasana bisa melupakan segalanya. Lemahnya pengendalian nafsu banyak menjadikan penguasa membabi buta, mengambil keputusan sesuka hatinya, setan menjadi sahabatnya, dan beraja di hati bersultan di mata. Harta, tahta, wanita yang selama ini sering kali disebut-sebut sebagai penggoda yang bisa menghancurkan niat tulus, dan meluluhlantakkan idealisme, bahkan memporakporandakan bangunan kehidupan yang telah dibina sejak lama, akan betul-betul tampil sebagai perusak bagi niat tulus dan komitmen yang kuat dari pendiri partai ini.

Dalam kondisi seperti yang kita alami seperti sekarang ini, di mana kasih sayang sudah sirna, kebenaran hanya ada dalam kata-kata, kejujuran sudah menjadi barang langka, etika menjadi isi pidato semata, idealisme sekadar menjadi bahan bercanda, dan agama hanya sekadar pembungkus saja. Dalam kondisi seperti saat ini, maksiat seolah suatu kewajaran, kekerasan begitu mudahnya dilakukan, kebohongan menjadi sebuah kewajiban, kemunafikan sebagai alat untuk berkuasa, korupsi meraja lela, penyimpangan adalah hal biasa, dan menumpuk harta menjadi tujuan utama, maka siapa saja bisa menjadi tergoda, siapa saja bisa menjadi tergila-gila, apa lagi kekuasaan ada dalam genggamannya, maka niat tulus bisa berobah menjadi akal bulus, ikhlas menjadi culas, tujuan mulia bisa menjadi tipu daya, ingin membuat sejahtera berubah jadi sengsara, halusnya budi bahasa menjadi beringas luar biasa.

Jadi kepada PKS beserta seluruh jajarannya, khususnya yang telah dan akan duduk di kursi kekuasaan, harapannya untuk selalu istiqomah dengan tujuan dan cita-cita semula, selalulah membuka hati untuk menerima segala masukan dari sesama, buka mata dan telinga untuk melihat keadaan rakyat jelata, selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa, untuk menjaga diri dan keluarga dari godaan yang setiap datang menerpa. Sudah biasa terjadi juga dalam perpolitikan kita meyusupkan orang untuk merusak citra dan mengadu domba, sert melakukan pembusukan dengan segala cara. Jadi hal ini pun harus diantisipasi bersama, agar apa yang dicita-citakan tidak keguguran atau layu muda.

Jadi sebelum semuanya terlambat, sebelum kepercayaan yang sudah muncul hilang kembali, sebelum kekuasaan justru menjadi bumerang dan kontra-produktif dengan tujuan yang diinginkan, perlu dipikirkan ulang, jika rasanya susah untuk bertahan dengan prinsip dan harapan yang ingin diwujudkan, tidakkah sebaiknya lupakan kekuasaan. Akan tetapi jika bisa menjaga bahwa kekuasaan betul-betul hanya sebagai jalan untuk mewujudkan tujuan, bukan justru berubah hanya sekedar menjadi tujuan, teruskanlah perjuangan, teruskan pengabdian, rakyat sudah lama berada dalam penantian, untuk mendapatkan perubahan untuk memperoleh keadilan dan kesejahteraan.

Untuk teman-teman di PKS, saya ucapkan selamat datang di kekuasaan !!!

5 Comments »

  1. iqbalmochammad said

    orang PKS ya?🙂

  2. budisan68 said

    setuju…dengan komentarnya tentang PKS, saya juga lagi mikir partai mana yang baik, walaupun kita tidak aktif berpartai, namun kita harus mendukung partai yang Islami

  3. Karena para kadernya sudah lama en lelah kalah mulu, makany folitik siyasyahnya sekarang mendukung Calon yang kemungkinan menangnya lebih banyak…

  4. mantex said

    saya sangat sependapat, mudah -mudahan seluruh kader PKS tetap istiqomah dalam ibadah dan amar ma’ruf nahi munkar

  5. abe said

    PKS tidak mungkin menang

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: