Pilkada HSS dan Masa Depan Bumi Antaluddin

Pernah dimuat pada kolom Opini harian Radar Banjarmasin, Sabtu/ 19 April 2008 dan pada kolom Surat Pembaca, harian Mata Banua, Jumat/ 18 April 2008.

HIRUK pikuk Pemilihan Kepala Daerah Hulu Sungai Selatan (Pilkada HSS) semakin hari semakin memanas. Prediksi-prediksi sampai pada klaim kemenangan dari pemerhati politik dadakan, tim sukses para kandidat bahkan sampai buruh bangunan pun setiap hari dapat kita saksikan.

Tidak hanya di media cetak atau elektronik, kantor pemerintahan/ swasta, sekolah-sekolah sampai pada warung-warung kopi sekalipun, pilkada HSS seolah menjadi menu wajib dan primadona dalam obrolan ringan sehari-hari. Tapi bagi penulis, suasana demikian adalah hal yang lumrah terjadi dan bahkan menjadi kelaziman dalam setiap perhelatan demokrasi di manapun dan kapanpun.

Mencermati hal di atas sebenarnya momen pilkada HSS kali ini kiranya dapat menjadi sebuah refleksi dan kesempatan baik bagi masyarakat HSS untuk memotong mata rantai pemimpin buruk di bumi Antaluddin, lantas siapa yang pantas memimpin Kandangan ke depan?

Jawabannya semuanya berpulang pada kita, pada masyarakat HSS!! artinya masa depan HSS ke depan ada ditangan kita sendiri, bukan pada mereka-mereka yang hanya berjualan program-program kerja yang tidak dapat diukur, bukan pada mereka yang hanya memberikan janji-janji kosong yang hanya memanfaatkan suara rakyat dalam momen pilkada saja, menyapa dan menyunggingkan senyum beberapa menit dan seusai itu hilang tanpa bekas.

Bukan menjadi rahasia bahwa politik seperti pedang bermata dua, ia dapat berdampak positif dan negatif, politik dapat mengangkat harkat martabat dan memuliakan manusia tetapi ia juga dapat membawa masyarakat pada masa jurang kemelaratan dan kesengsaraan, pilkada HSS adalah buah dari aktivitas politik tersebut

Sikap hati-hati kita sebagai ”objek” politik mesti dimunculkan dari sekarang, artinya jangan terjebak dan tergoda pada slogan-slogan abstrak, program-program kerja yang tidak realistis dan terukur, atau janji-janji kosong untuk memberikan sesuatu yang lebih baik bagi masyarakat HSS.

Kita tidak pernah tahu siapakah yang pantas menjadi pemimpin harapan masyarakat HSS untuk 5 tahun ke depan dari 3 pasangan kandidat yang resmi “bertarung” tanggal 28 April ini (Muhammad Safi’i-Ardiansyah, Bachdar Djoehan-Samsuri Yusuf, dan Arifin Noor-Anwar Hamidi) seluruh pasangan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing

Kita bukan mencari pemimpin yang sempurna dan seideal seperti seorang nabi, tapi masyarakat HSS ke depan hanya membutuhkan pemimpin yang dapat memberikan “pencerahan” untuk masa depan rakyatnya bukan “penggelapan”, pemimpin yang dapat menjalankan tugas-tugas kepemimpinannya dengan jujur dan bertanggung jawab, melayani bukan dilayani, tidak kedap kritikan, pemimpin yang tidak hanya dapat membawa masyarakatnya pada kemajuan ekonomi dan pembangunan tapi pemimpin yang juga mampu mengubah akhlak dan moralitas masyarakat dan bawahan yang dipimpinnya.

Penulis yakin, beribu harapan rakyat HSS akan tampilnya pemimpin seperti harapan di atas bukanlah hal yang utopis atau mimpi semata jikalau mereka yang menjadi kandidat-kandidat tersebut meluruskan niat dan hati mereka dengan sebenar-benarnya untuk mensejahterakan HSS bukan karena ingin mensejahterakan kepentingan pribadi, golongan dan kelompok semata….Wallahu a’lam

Melalui tulisan ringan ini pula penulis juga berharap agar masyarakat HSS tidak menutup mata terhadap momen rekonstruksi ini, golput memang pilihan tapi golput bukan pilihan terbaik dan solusi atas kekecewaan karena tanggung jawab perbaikan ada di pundak kita bersama.

Melepas hak pilih sama saja kita melepas kartu perbaikan karena itu penulis mengatakan bahwa perbaikan HSS ke depan ada ditangan rakyat HSS sendiri. Pengalaman adalah hal yang terbaik. Jangan karena kesalahan 5 menit di bilik suara, kita terjebak dalam kemelaratan untuk 5 tahun kedepan.

Penulis: Putra Daerah Urang Kandangan, menetap di Kertak Hanyar, Kab.Banjar.

3 Comments »

  1. Zul ... said

    Mencari pemimpin yang amanah, itu yang susah, Mas! Yang sedang dialami bangsa ini, dan sudah merasuk ke daerah tingkat kabupaten kota adalah krisis moral Apa yang mereka janjikan saat kampanye sangat bertolak belakang dengan yang mereka lakukan ketika mengampu jabatan itu. Dua lembaga yang paling sering begini adalah DPRD dan Pemerintah Kabupaten (baca: bupati). Semoga HSS tidak memperoleh pemerintahan semacam itu.

    Tabik!

  2. BINTANG said

    sapa apa kah nang manang..nang panting..baras kd larang..harga gatah baik..minyak gas murah..gula..kd naik..nyaman jua baulah kupi..he he

  3. Fahmi said

    Bujur jar mas/mbak Bintang bausaha nyaman duit datang tarus iya am sudah ca ma hirani nang jadi bupati nang panting rakyat dipikirakan nang kaya apa supaya nyaman jangan pahin kampanye haja dibari baju, duit, baras, bahkan dipugarakan rumah sudah imbah jadi……kada tahu tahu lagi….

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: