Do’a Hidayah Untuk Geert “Fitna” Wilders (Sebuah Upaya Korektif Internal Ummat)

Akhir–akhir ini dunia Islam seakan digegerkan dengan munculnya film Fitna karya Geert Wilders. Apa yang dilakukan Geert “Fitna “ Wilders telah membuat kemarahan umat muslim di seluruh belahan dunia, termasuk di dunia blogger , berbagai tulisan dan hujatan seakan mengisi minggu-minggu kita. Demo besar-besaran pun di gelar di seluruh penjuru dunia yang intinya sama, mengecam apa yang dilakukan Geert “Fitna “ Wilders

Saya jadi teringat dengan kisah seorang badui yang mengencingi masjid pada zaman Rasulullah, dimana para sahabat sangat marah pada waktu itu, seakan mau “menghabisi” si badui tersebut. Bayangkan saja masjid tempat beribadah kok di kencingin.

Lantas apa yang Rasulullah saw lakukan ???. Rasulullah saw hanya menyuruh seorang sahabat untuk membersihkan kotoran tersebut dan dengan hikmah berbicara dengan badui tersebut, tanpa kemarahan, tanpa rasa emosi yang meledak-ledak. Dan hasilnya Allah berikan hidayah kepada badui tersebut.

Begitu juga ketika Rasulullah berdakwah ke Thaif, dimana bukan sambutan yang Rasulullah dapatkan melainkan sambitan batu dan hinaan, bukan dari satu dua orang , melainkan seluruh penduduk kota tersebut menyakiti Rasulullah, darah mengucur hingga membasahi alas kaki Rasulullah , bahkan malaikat yang maksum pun geram melihatnya sehingga meminta ijin untuk menghancurkan penduduk Thaif,

Lantas apa yang Rasulullah saw lakukan ??? Allahu Akbar, benar-benar Rasulullah saw sosok yang mulia, tidak ada dendam , tidak ada perasaan marah, yang ada perasaan cinta kasih , Rasulullah pun berdoa untuk memohonkan hidayah bagi penduduk Thaif, doa yang teramat sedih dari seorang hamba yang mengakui kelemahannya di hadapan Tuhannya, doa dari seorang yang diutus kedunia sebagai rahmat , bukan sebagai azab. Rasulullah saw yang memiliki sifat pengasih dan mulia itu menjawab tawaran malaikat yang berniat menghancurkan penduduk Thaif, “Saya hanya berharap kepada Allah swt. Jika mereka tidak menjadi muslim, semoga pada suatu saat nanti anak-anak mereka akan menjadi orang-orang yang menyembah dan beribadah kepada-Nya”.

Ini lah akhlak orang yang yang paling mulia, yang diri kita mengaku sebagai pengikutnya. Tetapi sikap kita jika mendapatkan kesulitan sedikit saja, maka kita akan mencaci mereka, bahkan akan membalas dendam terhadap mereka. kezhaliman dibalas dengan kezhaliman. Inilah yang selalu kita lakukan dan sudah menjadi kebiasaan kita sekarang. Sedangkan kita masih mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad saw. Seharusnya dengan pengakuan tersebut tingkah laku kita harus mengikuti beliau.

Rasulullah saw sendiri jika mendapatkan kesulitan dan penderitaan yang pedih dari orang lain tidak pernah membalas keburukan tersebut dengan doa keburukan bagi mereka, dan tidak pernah berkeinginan membalas dendam kepada mereka.

Memang tindakan Geert Wilders tidak bisa di benarkan, tapi sudah kah kita bercermin dari tindakannya tersebut. Mengapa sampai Geert Wilders melakukan hal tersebut ??? tidak lain dan tidak bukan karena kehidupan Islami sudah tidak ada di muka bumi ini kalau pun ada sangat sulit untuk menemukannya , sehingga tidak salah kalau Geert Wilders beranggapan seperti itu.

Sekarang kita tanya kepada diri kita sendiri, lebih jahat mana Greet Wilders dengan kita. Apa yang Greet lakukan hanya menghina Islam karena “ketidak tahuannya”. Sedangkan yang kita dan sebagian besar umat Islam lakukan adalah meruntuhkan Islam itu sendiri, ibarat rayap yang menggerogoti tiang pancang suatu bangunan.

Berapa banyak hari ini umat Islam yang meninggalkan sholat ???? apakah mereka tidak tahu sholat merupakan suatu kewajiban???? Saya rasa anak balita pun tahu sholat merupakan keharusan bagi umat Islam dan Rasulullah saw pun bersabda, “ Islam di bangun atas lima tiang: Bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah hamba-Nya dan utusannya, mendirikan sholat, membayar zakat, puasa pada bulan ramadhan, dan mengerjakan haji.” Sekarang tanyakan pada diri kita sendiri , sejauh mana kita telah menancapkan tiang-tiang itu dalam diri kita?? , jangan-jangan orang-orang-orang yang menghujat dan menghina Greet “fitna” Wilders malah tidak sholat.

Saya jadi ingat dengan novel “Robohnya Pesantren Kami” karya Ahmadi Sofyan disitu di tulis tentang fenomena goyang ngebor Inul . “ Inul mungkin masuk surga bukan karena amalannya, tapi karena terlalu banyak dibicarakan dan digosipi sehingga dosanya terkikis”.

Dan kemarin sore terbetik berita dari Belanda, bunyinya kurang lebih seperti ini ,”Al Qur’an diborong di toko-toko buku belanda, 3 orang masuk Islam kemaren”, Coba bayangkan hikmah apa yang Allah ingin tunjukan kepada kita , asbab orang seperti Geert “Fitna “ Wilders orang-orang jadi tertarik untuk mengkaji Islam dan 3 orang mendapat hidayah, sekarang coba bandingkan dengan kita, asbab amalan kita yang jauh dari Islam maka melahirkan orang-orang seperti Geert “Fitna “ Wilders.

Wahai saudaraku , sudah kah kita bercermin ??? Wahai umat Islam yang imannya baru sampai di mulut belum ke hati, bangunlah dari sebuah kelalaian, sudah saatnya kita kembali kepada Islam, kepada amalan-amalannya. Sangat jauh kehidupan kita hari ini dengan kehidupan para kekasih Allah. Dahulu di zaman sahabat, ketika mereka di tanya oleh orang kafir apa itu Islam , maka mereka tinggal menunjuk sahabat yang lainnya, karena kehidupan mereka begitu Islami, mereka laksana seperti Qur’an-qur’an yang berjalan.

Kalau hari ini kita di tanya apa itu Islam, maka kita akan mencarinya di lembaran-lembaran buku, disebabkan sudah teramat jauh kehidupan kita dengan Islam itu sendiri, seperti jarak langit dan bumi , seperti air dan minyak tanah yang tidak pernah bisa bersatu.

Islam kita baru hanya sekedar simbol-simbol, kita akan terkagum-kagum mana kala melihat fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar kita, seperti awan, hewan dan tumbuhan bertulisan lafas Allah tanpa mau berpikir mengapa Allah gunakan mereka sebagai wujud kebesaran-Nya ! kenapa tidak kita yang Allah gunakan sebagai bentuk dari kasih sayang-Nya??? Ini semua di karenakan begitu “buruk”nya kita di pandangan Allah , sehingga Dia tidak memerlukan kita untuk menjadi asbab hidayah-Nya.

Hari ini kita besemangat sekali mengumpulkan umat untuk melakukan demo-demo di jalan demi menentang suatu kebijaksanaan pemerintah atau berdemo menentang segala bentuk penghinaan dan pelecehan agama, tetapi sayangnya ada yang kita lupa, kita lupa untuk mengumpulkan umat dan mengajak umat kepada ampunan-Nya. Bayangkan andai semua umat bangun pada malam hari mengangkat tangan dengan tangisan mengadukan semua permasalah hidup ini kepada Allah pasti Allah akan kabulkan doa-doa kita.

Sekarang sudah kah kita hari ini bangun malam berdoa agar Allah beri hidayah untuk Geert “Fitna “ Wilders dan kawan-kawannya, atau malah jangan-jangan kita lupa untuk meminta hidayah untuk diri kita sendiri , karena begitu asiknya menghujat dan membuat tulisan yang mengecam Greert berserta kaki tangannya.

“Ya Allah berikan hidayah-Mu pada kami , pada anak keturunan kami , pada Greert Wilders, dan pada penetang-penetang Islam, Ya Allah tetapkan lah kami pada agama-Mu yang lurus, berikanlah perasaan cinta kasih di diri kami sebagaimana Kau letakan rasa itu pada diri kekasih-kekasih-Mu. Jadikan seluruh panca indra kami dan segala hal yang kami lihat , kami sentuh , kami bicarakan menjadi asbab hidayah untuk umat seluruh alam , baik di darat , di laut , dan di udara.

Ya Allah kumpulkan kami kelak di akhiratmu bersama Rasulullah dan para sahabat-nya. Amien…amein..amien..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: