Archive for August, 2009

Ramadhan Medan Jihad

jihad2

Sudah berapa kalikah kita menunaikan ibadah puasa Ramadhan? Tentu tak terhitung jumlahnya. Puasa Ramadhan sudah menjadi rutinitas yang pasti datang setiap tahun. Rutinitas itu biasanya potensial membuat kreativitas tidak berkembang, bahkan mandeg.

Agar tidak hanya menjadi rutinitas, kita seharusnya berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah puasa sehingga mengantarkan kita menjadi “orang-orang muttaqin”. Kita tidak hanya merasakan haus, dahaga, dan lapar, tetapi juga kita mampu meningkatkan kualitas kesalehan, keimanan, dan ketakwaan.

Dalam ibadah puasa ada tiga aspek yang fundamental, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyucikan diri, dan membangun kesalehan sosial. Dengan puasa, kita berusaha mengaktifkan kekuatan ruhani, lalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah sedekat mungkin.

Dengan kedekatan dan intensitas berkomunikasi dengan Allah, sebuah proses penetrasi dan internalisasi sifat dan nilai ilahi dalam diri kita diharapkan akan terjadi. Ibadah puasa mengandung edukasi bagi pengendalian diri, pengembangan, pembersihan, dan penyempurnaan diri.

Dengan menunaikan ibadah puasa, kita berusaha untuk melatih menguasai dan mengendalikan diri agar kita tidak terjerumus ke jurang yang dapat mengantarkan kita ke derajat kehewanan sangat hina. Ibadah puasa menjadi “medan jihad” untuk membelenggu, membunuh, dan mengalahkan egoisme, konsumerisme, materialisme, sikap dan perilaku kapitalistik yang menjadi keseharian kita.

Read the rest of this entry »

Comments (4)

De Javu Kemerdekaan Bangsaku

lupa1

Waktu terus berputar. Tanggal 17 Agustus tahun 2009: Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia baru saja berlalu. Ramai-ramai kita merayakannya dengan gembira, masing-masing dengan tingkah-polahnya: apel akbar, bazaar, aneka lomba, bentuk-bentuk karnaval dan perayaan, diiringi gelak tawa dan pesta hura-hura, atau ada pula yang menyampaikan doa dengan khidmat.

Orang-orang berucap: semoga di hari kemerdekaan hidup lebih baik, rejeki bertambah, tercukupi sandang pangan, kemiskinan berkurang, dan tak ada lagi bencana.

Suatu kewajaran bila kita berharap sesuatu yang lebih baik di hari kemerdekaan bangsa. Hanya saja kita juga mesti tabah, karena harapan-harapan kita itu lebih sering terbang begitu saja entah ke mana (?). Hilang diterpa angin puting beliung, dihanyutkan banjir, dan tertimbun tanah longsor. Betapa seringnya apa yang kita angankan dan kita pikirkan jauh di atas kenyataan apa yang kita dapatkan.

Read the rest of this entry »

Comments (2)

Budi, Teruslah Bermain Bola!

budi

Iklan sebagai wahana mengenalkan sebuah produk, saat ini menjadi hal yang tidak terelakkan bagi sebuah perusahaan. Dari hari ke hari iklan semakin gencar dilakukan.

Satu iklan yang cukup menggelitik selama kurun waktu berminggu-minggu adalah iklan yang diusung produk sebuah iklan provider seluler sebagai sponsor utama kedatangan klub bola raksasa paling popular di jagad raya dan super kaya yaitu Manchester United ke Indonesia dalam tur pra musimnya di Asia beberapa waktu lalu. Apa yang menarik dari iklan tersebut? ya tingkah para bintang MU yang sedang belajar Bahasa Indonesia

Bagaimana tidak, rombongan bule para pemain Manchester Utd FC yang sedang belajar Bahasa Indonesia. Kacau memang, tapi itulah mereka, kalu menurut saya kocak dan menggemaskan.

Read the rest of this entry »

Comments (2)