Archive for November 26, 2008

Siapa Mau Datang Ke Banjarmasin?

banjarmasin

Kota hidup senafas dengan dinamika pelaku-pelakunya, warga dan Pemerintah kotanya. Dinamika itu juga menggambarkan apakah sebuah kota mengalami kemajuan, stagnan atau mengalami kemunduran. Wajah kota sekaligus membawa citra mau dibawa kemana kota itu. Ekspresi-ekspresi itu sekaligus menorehkan catatan-catatan masa lalu, masa kini bahkan rabaan-rabaan bagaimana kota itu dimasa depan.

Belajar dari kemajuan kota Shanghai yang luarbiasa, maka kemajuan bukanlah melesaknya bangunan ultramodern yang menggambarkan kekinian, tetapi warga Shanghai sekaligus menghargai bangunan lama, kawasan lama dan artefak lama sama nilainya dengan yang baru.

Bayangan akan China masa lalu yang pernah porak poranda tidak nampak samasekali, ketika orang melihat Shanghai masa kini. Orangpun bingung membedakan antara kota-kota Eropa, Amerika dengan Shanghai. Tidak hanya bangunan tinggi berlomba menggapai langit, bangunan masa lalupun tampil bersolek genit. Tidak cukup bangunan-cerdas (smart-buildings) memajang diri, jalan-jalan bebas hambatan dengan transportasi mutahir saling rajut untuk menyapa bangunan tua yang berusia ratusan tahun. Shanghai-pun kaya raya dengan bermacam artefak kota.

Read the rest of this entry »

Comments (4)

Tegur Sapa Untuk Sinar Kalimantan

sinar-kalimantan

Sebagai salah satu pilar dalam membangun demokrasi, muncul pertanyaan yang sangat menggelitik bagi harian Sinar Kalimantan dan bagi kita semua sebagai pembaca setianya: mampukah Sinar Kalimantan berbuat maksimal sebagai ‘agent of change’ di daerah ini dalam rangka mendorong masyarakat Kalsel menyongsong era globalisasi?

Media massa sebagai kekuatan demokrasi yang keempat (the fourth estate of democracy) agaknya tak seorang pun bisa membantahnya. Banyak pihak yang beranggapan, media massa –termasuk media massa lokal- memegang fungsi yang signifikan dalam membentuk opini publik melalui pemberitaan dan informasi.

Media massa memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan tiga pilar demokrasi lain –legislatif, eksekutif dan yudikatif- yaitu karena sifatnya yang elastis. Media massa dapat bergerak dari lapisan masyarakat terbawah hingga lapisan masyarakat teratas dengan arus informasinya. Media massa juga dapat membentuk opini publik yang kemudian menumbuhkan sikap kritis masyarakat. Sehingga, media massa yang disertai dengan kejujuran dan objektivitas dapat menjadi sarana efektif dalam melakukan rekayasa social.

Semakin beragamnya media massa yang tersedia di Kalimantan Selatan, ditambah kini dengan terbitnya harian Sinar Kalimantan dapat dimanfaatkan sebagai media melakukan pendidikan politik yang kritis bagi masyarakat banua.

Read the rest of this entry »

Comments (3)