Kota hidup senafas dengan dinamika pelaku-pelakunya, warga dan Pemerintah kotanya. Dinamika itu juga menggambarkan apakah sebuah kota mengalami kemajuan, stagnan atau mengalami kemunduran. Wajah kota sekaligus membawa citra mau dibawa kemana kota itu. Ekspresi-ekspresi itu sekaligus menorehkan catatan-catatan masa lalu, masa kini bahkan rabaan-rabaan bagaimana kota itu dimasa depan.
Belajar dari kemajuan kota Shanghai yang luarbiasa, maka kemajuan bukanlah melesaknya bangunan ultramodern yang menggambarkan kekinian, tetapi warga Shanghai sekaligus menghargai bangunan lama, kawasan lama dan artefak lama sama nilainya dengan yang baru.
Bayangan akan China masa lalu yang pernah porak poranda tidak nampak samasekali, ketika orang melihat Shanghai masa kini. Orangpun bingung membedakan antara kota-kota Eropa, Amerika dengan Shanghai. Tidak hanya bangunan tinggi berlomba menggapai langit, bangunan masa lalupun tampil bersolek genit. Tidak cukup bangunan-cerdas (smart-buildings) memajang diri, jalan-jalan bebas hambatan dengan transportasi mutahir saling rajut untuk menyapa bangunan tua yang berusia ratusan tahun. Shanghai-pun kaya raya dengan bermacam artefak kota.







