Archive for November 19, 2008

IAIN Antasari: Sebuah Refleksi Kecintaan

logo-iain

Adalah IAIN Antasari Banjarmasin yang pada tanggal 20 November 2008 menapaki usia yang ke 44 tahun. Sesuai dengan proses perjalanan waktu, IAIN Antasari sudah menjadi “makhluk” institusi pendidikan yang secara psikologis “terkesan” lebih dewasa dan “matang”.Perjalanan panjang yang sudah ditempuh IAIN selama ini, sudah lebih dari cukup untuk dijadikan proses pembelajaran (learning process) dalam rangka menyongsong masa depan yang lebih baik. Semua “batu sandung” yang selama ini menjadi kendala, patut dijadikan pelajaran yang berharga untuak selalu dicarikan alternatif pemecahannya.

Lazimnya, usia 44 tahun merupakan tahapan final pematangan sikap mental bagi manusia pada umumnya. Sebagian pakar psikologi mengkatagorikan usia 40 tahunan adalah starting-point perubahan identitas, baik yang berorientasi progress (maju) maupun regress (mundur). Arti kata, di usia 40 tahunan, seseorang akan diverifikasi tingkat kedewasaannya dalam menentukan arah perjalanan hidupnya di masa depan. Sekedar ilustrasi, Nabi Muhammad SAW. pun dilantik menjadi Rasul oleh Allah SWT di saat usia 40 tahun, meskipun pada gilirannya hanya Allah sendiri yang mengetahui rahasia dibalik kematangan usia tersebut.

Read the rest of this entry »

Comments (4)

Merebut Kesempatan Menjadi PNS

pns1

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean pengambil formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. Orang merelakan apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang puluhan juta rupiah, harga diri, dan sebagainya.

Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui hukuman dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat.

Fenomena penerimaan CPNS, sesungguhnya merupakan pemandangan biasa pada setiap tahun. Tapi sesungguhnya bila ditilik dari banyak sisi, kondisi itu memberikan banyak pesan yang menggambarkan masa depan masyarakat kita. Ternyata, dari tahun ketahun animo pencaker (pencari Kerja) semakin meningkat untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Isu yang berkembang pun dari tahun ketahun sama saja yakni, nyogok, beking dan sanak famili pejabat.

Read the rest of this entry »

Comments (1)

Revitalisasi Jiwa Kewirausahaan Umat Islam

entrepreneur

Orang Islam malas dan miskin. Tuduhan yang menyakitkan. Sayangnya, begitulah agaknya kenyataan yang ada. Dalam kurun satu abad terakhir, di banyak bidang percaturan politik, budaya, dan terutama ekonomi, kaum muslim jauh tertinggal dibandingkan dengan kelompok masyarakat lain di dunia.

Lihatlah fakta-fakta berikut. Dari 56 negara mayoritas muslim, masing-masing memiliki rata-rata 10 universitas, yang berarti total lebih kurang 600 universitas, untuk 1,4 milyar penduduknya. Bandingkan dengan India yang memiliki 8.407 universitas. Sementara Amerika Serikat punya 5.758 universitas.

Dari 1,4 milyar warga muslim hanya menghasilkan delapan peraih Hadiah Nobel, dua di antaranya untuk bidang fisika. Sementara bangsa Yahudi, yang jumlahnya hanya 14 juta jiwa, ternyata mampu meraih 167 Nobel. Untuk mereka yang layak disebut ilmuwan pun, kaum muslim hanya punya kurang lebih 300.000 orang. Artinya, kaum muslim hanya memiliki 230 ilmuwan per satu juta warganya.

Sementara Amerika memiliki 1,1 juta ilmuwan (4.099 per satu juta) dan Jepang punya 70.000 (5.095 per satu juta). Untuk lingkup lebih sempit, yakni di negeri Nusantara ini, keadaannya tidak jauh berbeda. Sampai tahun 2000-an, kaum muslim Indonesia termasuk dalam kelompok marjinal. Terutama dalam percaturan ekonomi dan bisnis nasional.

Read the rest of this entry »

Comments (3)