Archive for September, 2008
September 27, 2008 at 8:31 pm
· Filed under Islami

Idul Fitri segera datang. Seperti tahun-tahun sebelumnya kita sambut dan meriahkan hari itu dengan penuh kegembiraan, bahkan dalam beberapa kasus kita rayakan hari itu dengan pesta penuh nafsu. Agar Idul Fitri tidak sekedar menjadi rutinitas yang menjebak, maka kita perlu melakukan perenungan-perenungan mendalam untuk mendapatkan makna, semangat, atau ruh asasi Idul Fitri.
Semangat Pembebasan
Ketika masuk pada Idul Fitri, kita diperintahkan untuk mengagung-besarkan Allah. Kita penuhi langit dengan gemuruh takbir. Kalimat-kalimat tayyibah yang berisi puji-pujian untuk Allah kita lantunkan. Dalam puji-pujian itu kita kembali mengikrarkan akan keagungan, ketinggian, kesucian, kebesaran, kekuasaan, dan keesaan Allah. Puji-pujian itu sekaligus menjadi cerminan pengakuan akan kekerdlilan, kerendahan, dan kelemahan kita.
Dengan tuntunan melantunkan kalimat-kalimat tayyibah tersebut, Idul Fitri menyadarkan kita untuk kembali ingat kepada Allah. “Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah pun melupakan mereka (pada diri mereka sendiri)” (At-Taubah/9:67). Dengan mengingat Allah, kita menjadi ingat terhadap diri kita sendiri.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 27, 2008 at 8:29 pm
· Filed under Islami

Rasanya baru saja kita berucap,”Marhaban ya Ramadhan.” Begitu dengan suka cita kita menyambut bulan Ramadhan, bulan penuh kemuliaan saat ia hadir. Tapi kini bulan kemuliaan ini telah beranjak pergi meninggalkan kesedihan karena perpisahan dengannya. Terutama bagi mereka orang-orang yang beriman dan menghayati kehadiran bulan suci ini dengan berbagai kegiatan ibadah. Sungguh telah pergi bulan yang dijanjikan kepada mereka, orang-orang yang beriman, bulan di mana setiap orang dapat berlomba-lomba mencapai predikat takwa.
Tinggallah kini sebaris doa yang terucap,”Allahumma ballaghna Ramadhaana.” Ya Allah! Sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Seperti inilah kata-kata yang terucap dari bibir orang-orang beriman begitu berpisah dengan Ramadhan, penuh harap akan diberikan kesempatan bertemu dengan bulan surga, bulan Al-Qur’an dan Lailatul qadr dalam tahun berikutnya.
Kerinduan, kerinduan, itulah yang akan terbit di hati orang-orang beriman yang menantikan Ramadhan yang telah berlalu. Teringat akan puasa, tahajjud dan i’tikaf bersamanya. Teringat dengan tilawah Al-Qur’an, zikir dan doa bersamanya. Teringat akan anugerah, barakah, dan kebaikan yang berlimpah padanya. Teringat dengan rahmat, maghfirah, dan pengampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 25, 2008 at 8:58 am
· Filed under Islami

Hari Raya Idul Fitri telah menjadi suatu momen mudik nasional bagi sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia. Cukup unik memang, karena hal itu tidak terjadi di negara-negara mana pun di dunia, bahkan di negara-negara yang berlabel Islam sekalipun. Bagi mereka yang biasa melaksanakan mudik, rasanya akan ada sesuatu yang hilang atau mengganjal dalam hati dan perasaan apabila tidak melakukan mudik di hari Lebaran.
Mudik, sebagai sebuah tradisi sosial yang beririsan dengan momen ritual keagamaan, ternyata juga menjadi suatu hal yang melibatkan aspek-aspek multidimensional kehidupan kemasyarakatan dan bahkan pemerintahan. Lihat saja, bagaimana pemerintah sibuk dan seriusnya mengurusi masalah transportasi ketika momen ‘hajatan’ nasional itu tiba. Belum lagi, aparat keamanan yang juga turut terlibat dan bertanggung jawab di dalamnya. Para pedagang dan masyarakat umum di sepanjang jalur mudik juga tak kalah ikut berpartisipasi dalam prosesi budaya yang berlangsung secara massal dan alami ini.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 23, 2008 at 10:54 am
· Filed under Islami

Pemanasan global kini menjadi persoalan yang sudah sangat serius. Gerakan untuk menanggulanginya menjadi gerakan internasional karena dampaknya berupa perubahan iklim atau cuaca yang tidak lagi dapat diprediksi telah membuat resah seluruh manusia di bumi. Di Indonesia misalnya, cuaca tak dapat lagi dibaca secara akurat. Musim panas dan musim dingin tidak seperti dulu lagi, yang kehadirannya dapat diperkirakan agak mudah. Maka gerakan “Stop Global Warming” adalah wujud komitmen kemanusiaan seluruh dunia.
Meski di antara para peneliti berbeda pendapat mengenai efek suhu terhadap tingkah laku manusia, namun kenaikan suhu setelah melewati ambang tertentu akan mengganggu kehidupan manusia, misalnya terganggunya prestasi kerja, meningkatnya beban psikis (stress) sehingga akhirnya menurunkan perhatian atau konsentrasi. Di lapangan, entah di lingkungan industri, sekolah atau perkantoran, efek suhu yang tinggi biasanya menimbulkan kejenuhan, kelelahan otot-otot dan berkurangnya konsentrasi.
Efek suhu lingkungan yang tinggi terhadap tingkah laku sosial diantaranya adalah peningkatan agresivitas. Dalam catatan sejarah kerusuhan di Amerika, tahun 1968 misalnya, US Riot Commision pernah melaporkan bahwa dalam musim-musim panas, rangkaian kerusuhan dan agresivitas massa lebih banyak terjadi dibanding pada musim-musim lainnya. Pemanasan global yang diduga berdampak pada perubahan tingkah laku manusia yang lebih agresif sebagian besar terasa di lingkungan perkotaan.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 23, 2008 at 10:47 am
· Filed under Umum

Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-482 tanggal 24 September 2008 menerbitkan kesadaran baru dalam diri saya: Kota Banjarmasin hari-hari ini, seakan membawa warganya masuk dalam lorong waktu yang tersublimasi pada keredupan cahaya aura kota yang asri, indah dan bersahaja. Kota ini seperti kota yang bergegas entah mau pergi ke mana. Bahkan cenderung tergesa-gesa. Di manakah makna sesungguhnya dari Banjarmasin Bungas?
Banjarmasin Bungas, begitulah jika urang Banjar membanggakan kotanya. Bungas artinya cantik. Kota yang keindahannya selalu disamakan dengan kejelitaan seorang gadis. Namun, makin hari sisa-sisa “kebungasan” ini sulit ditemukan meskipun kota terus-menerus berkoar tengah menata diri. Apa yang membuatnya begitu sulit berdandan?
Rasanya slogan “Banjarmasin Bungas” sudah tinggal tulisan di papan-papan besar di pinggir jalan. Ia tidak lagi memiliki makna sebagai slogan yang merefleksikan realitas sesungguhnya. Slogan Banjarmasin Bungas itu, hanya menjadi sekedar kata-kata, sekedar slogan, sekedar tulisan, tanpa makna yang sesungguhnya.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 20, 2008 at 10:13 am
· Filed under Umum

Banjarmasin agaknya sudah berubah julukan. Bukan lagi “Kota Seribu Sungai”, tetapi sudah menjadi “Kota Seribu Ruko”. Ruko adalah istilah yang muncul 10 tahun belakangan ini, singkatan dari rumah dan toko. Istilah ini muncul di kota besar seperti Jakarta yang menghadapi masalah pelik di bidang transportasi, sehingga pemilik toko tak bisa bolak-balik pulang ke rumahnya setelah menutup toko. Ia langsung saja berdiam di sana.
Model ruko ini kemudian berkembang ke kota-kota lain yang sebenarnya tidak memiliki masalah transportasi. Ruko jadi model pemukiman baru para pedagang kelas menengah ke bawah. Tutup toko langsung naik ke lantai atas, di sana sudah ada tempat tidur, kamar mandi, ruang makan, layaknya sebuah rumah. Banjarmasin menjadi Kota Seribu Ruko, bukan diakibatkan oleh masalah transportasi, tetapi lahan yang minim. Pemerintah kalah mengantisipasi masalah pemukiman ini dan pembangunan ruko tak bisa direm. Sejumlah ruko terus dibangun.
Ruko di Banjarmasin pun menjadi Ruko Plus. Plusnya adalah bangunan ruko merangkap kantor. Banyak yang dibuat dengan ukuran minimal. Pemandangan menjadi unik, sebuah ruko yang langsung tingkat tiga, misalnya, dari atas ke bawah begitu kontras. Paling atas ada balkon yang indah berukir, di lantai tengah muncul jendela-jendela kaca, kadang terselip ruang jemuran, di bagian bawah semrawut dengan material dari pasir sampai kayu yang berseliweran. Maklum, pemiliknya menjual alat-alat bangunan.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 19, 2008 at 2:02 pm
· Filed under Islami

Ramadhan adalah bulan yang sangat dirindukan dan dinanti-nantikan orang-orang beriman karena kemuliaan dan keagungan yang terdapat di dalamnya. Salah satunya adalah Lailatul Qadr Apakah Lailatul Qadar itu ? Seberapa besarkah keagungan dan keutamaannya? Bilakah malam itu terjadi? Dan apa yang sebaiknya kita lakukan saat kita merasakan atau berada pada malam tersebut?
Secara harfiyah “Lailah” berarti malam. Sedangkan “Qadr” berarti takaran, ukuran, sesuatu yang bernilai dan sesuatu yang terbatas. Kemudian para ulama beragam dalam mengartikan dan menafsirkannya.
Ada yang menyebutnya malam kemuliaan, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan kitab suci Al-Qur’an yang merupakan sumber kemuliaan manusia. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuh kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagi kamu. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS al-Anbiyaa:10)
Sebagian yang lain mengartikan sebagai malam yang sangat bernilai. Kerena pada malam itu
ketaatan manusia akan mendapatkan nilai yang tinggi dan pahala yang besar. Bila dilihat dari kacamata bisnis keuntungan senilai 3.000.000% (1000 bulan X 30 hari X 10 kebaikan). Karena itu Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya, bulan Ramadhan telah hadir ditengah-tengah kalian. Didalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang diharamkan pada malam tersebut, berarti ia telah diharamkan dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang yang diharamkannya melainkan orang-orang yang benar-benar merugi,” (HR Ibnu Majah dengan sanad hasan).
Read the rest of this entry »
Permalink
September 19, 2008 at 1:56 pm
· Filed under Islami

Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah untuk memberikan petunjuk kepada manusia. Oleh karena itu, apa saja yang dibicarakan oleh Al-Qur’an tidak pernah terlepas dari kepentingan manusia itu sendiri. Jika pernyataan ini dapat disahuti, maka akan muncul suatu keyakinan, bahwa isyarat dari ayat-ayat Al-Qur’an untuk membimbing manusia berperadaban modern. Hal ini terbukti ketika terdapat sebagian ayat-ayat yang membicarakan kehidupan masa depan.
Contoh informasi Al-Qur’an ini ialah pernyataan tentang utuhnya jenazah Fir’aun. Kemudian pernyataan fenomena langit dengan segala benda-benda angkasa seperti matahari yang beredar pada porosnya, sinar bulan yang merupakan pantulan dari matahari dan lain-lain, bumi ini bulat dan gunung-gunung berlari kencang seperti awan. Pembuktian ini harus dilakukan oleh generasi ke depan tidak oleh orang-orang yang dahulu.
Ada hal yang membuat kita seharusnya salut kepada orang-orang yang terdahulu dalam memahami isi kandungan Al-Qur’an. Mereka tetap saja berupaya untuk memahami ayat Al-Qur’an yang kemudian dijewantahkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mengingat bahwa terbatasnya fasilitas yang mereka miliki, maka ayat-ayat yang berkaitan dengan kehidupan pada masa itu yang mereka geluti, namun yang patut ditiru adalah semangat mereka untuk mendalami pesan Al-Qur’an. Pada awalnya, para sahabat memahami pesan Al-Qur’an hanya melalui kekuatan imani karena keterbatasan ilmu khususnya ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan persoalan teknologi.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 17, 2008 at 10:01 am
· Filed under Umum
Pernah dimuat pada harian Radar Banjarmasin/ Selasa, 16 September 2008

Beberapa tahun terakhir saya seringkali merenung dan seringkali juga menatap-natap peta Nusantara. Seperti ada sesuatu yang rawan menyerang perasaan saya. Bila disadari, kepulauan Nusantara sekilas di peta persis seperti bilah lidi atau korek api yang disusun oleh anak-anak dalam permainan mereka. Dari perenungan sederhana itu saya berani berkesimpulan, seandainya Pulau Kalimantan rusak atau hancur maka bilah lidi kepulauan Nusantara akan patah.
Memang tak ada hubungannya antara kepedihan hati saya ketika melihat hutan-hutan yang rusak, bencana banjir, sungai-sungai yang tak lagi indah seperti dulu. Tapi saya merasa harus mengungkapkannya. Hal itu tidak lain karena Pulau Kalimantan tertumpu pada satu pegunungan Muller. Pegunungan besar yang kakinya berada di empat propinsi dan Malaysia. Kalimantan Selatan memang agak jauh, tapi berada di sekitar pegunungan Meratus yang juga merupakan rentetan kecil dari kaki pegunungan Muller yang besar.
Daratan Borneo merupakan terbesar ketiga di dunia setelah Greenland dan seluruh Pulau Irian. Luasan ini merupakan 28 % seluruh daratan Indonesia. Bagian utara Borneo meliputi negara bagian Malaysia yaitu Serawak dan Sabah, dan Kesultanan Brunei Darusalam. Kalimantan meliputi 73 % massa daratan Borneo. Keempat propinsi di Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, luas seluruhnya adalah 549.032 km2.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 15, 2008 at 11:18 am
· Filed under Islami

Bagi umat Islam, peristiwa Nuzulul Qur’an adalah peristiwa spiritual yang agung, dimana Al-Qur’an di turunkan saat Lailatul Qadar, dari Lauhul Mahfudz ke Langit Dunia, yang kelak dikenal sebagai “malam lebih seribu bulan”. Tetapi mengapa kita tidak menyongsongnya dengan kesiapan-kesiapan spiritual sehingga transformasi moral yang bisa berpengaruh terhadap proses harmoni kebangsaan belum terwujud semestinya?
Hanya ada dua jawaban terhadap pertanyaan seperti itu. Pertama, karena cara dan semangat menyongsong Cahaya Al-Qur’an yang turun, tidak dengan spirit inklusif yang bisa membumikan Al-Qur’an dalam dataran kebangsaan, bahkan Al-Qur’an banyak dimanipulasi untuk kepentingan-kepentingan kelompok dan politik.
Kedua, karena Al-Qur’an telah diacuhkan nilai-nilainya, sehingga banyak umat yang hanya memahaminya secara tekstual belaka, lalu dijadikan sebagai legitimasi pandangan-pandangan ideologisnya. Al-Qur’an terasa kering maknanya dalam kehidupan, hampir-hampir tidak muncul fenomena theosofianya dalam perilaku, khususnya pada kaum elit bangsa ini.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 13, 2008 at 9:46 am
· Filed under Islami

Sahabat, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kita berjumpa dengan Ramadhan, walaupun dalam penuh keprihatinan, duka yang mendalam, akibat begitu banyaknya musibah dan krisis yang melanda negeri ini.
Sahabat, Betapa bahagianya setelah sekian lama kita merindukan saat-saat seperti ini, Allah berkenan menyertakan kita dalam indahnya menahan lapar, gembiranya menunggu beduk, nikmatnya santap sahur, syahdunya Al-quran yang kita lantunkan, khusuknya ibadah malam, dan tunduknya hati beri’tikaf di rumah Allah, subhanallah mudah-mudahan kita bukan termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan keindahan nikmat bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini dengan kemaksiatan …
Sahabat, Ketika orang-orang tidak menyadari kekhilafannya, Allah menancapkan kesadaran dalam jiwa kita akan dosa-dosa yang selama ini telah berurat dan berakar dalam kulit dan tulang-tulang kita. Kita menyadari lisan-lisan yang selama ini sering berdusta, hati yang tidak mau tunduk, kotor dan penuh kedengkian, jiwa yang sombong, keingkaran yang amat sangat kepada Allah, kebencian kepada sesama saudara, durhaka pada orang tua, kelalaian tanggung jawab mendidik dan melayani anak, istri serta suami, ketidak sabaran menuggu datangnya seorang kekasih yang akan memantapkan langkah, kebahagiaan melihat orang lain menderita, iri, benci termasuk dendam kesumat. Kita menyadari itu semua sebagai akibat dari lemahnya iman yang tertanam, astaghfirullah al aziem, mohon ampun ya Allah …
Read the rest of this entry »
Permalink
September 8, 2008 at 12:00 pm
· Filed under Islami

Dalam sejarah, begitu mudah kita temukan sosok-sosok “pemfitnah Allah”, sebut saja umpamanya Fir’aun, Haman, Qorun, Karl Marx, Nietzsche dan yang lainnya. Namun, mereka adalah indikasi orang yang “protes” kepada Allah tanpa ilmu, tanpa petujuk, tanpa kitab (suci) yang menerangi (Qs. Al-Hajj [22]: 30).
Fir’aun, sebagaimana yang direkam oleh Al-Quran menyatakan:“Wahai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?” (Qs. Az-Zukhruf [43]: 51).
Ketika Allah memberikan tawaran kepadanya (lewat rasul-Nya Musa) untuk membersihkan dirinya dari kesesatan dan diseru kepada jalan Tuhan: agar ia takut kepada-Nya. Bahkan, Musa memberikan mukjizat yang besar kepadanya. Ia malah mendustakannya dan mengumpulkan “hamba-hamba” paksaaannya dan berkata: “Wa ana rabbukum al-a’laa” (Akulah tuhanmu yang paling tinggi”) (Qs. An-Naazi`aat [79]: 18-24).
Sosok Haman, adalah seorang teknokrat Fir’aun yang tidak tahu kebesaran Tuhannya. Ia dibodohi oleh Fir’aun untuk membuat tangga-tangga ke atas langit: untuk melihat Tuhan Musa. Seharusnya ia lebih tahu akan kemampuannya: tidak bisa melakukan itu. Bukankah Fir’aun, sebagai “tuhannya”, juga tidak bisa membuatnya? Tapi memang maksud mereka (hanya) ingin “memfitnah Allah”, jadi segala hal seolah-olah mungkin untuk dikerjakan.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 8, 2008 at 11:58 am
· Filed under Islami

SEBUAH hal yang “mehimungi” di minggu-minggu pertama Ramadhan adalah soal ramainya masjid-masjid. Tradisi shalat tarawih berjamaah yang digelar selalu dihadiri kaum muslimin dari berbagai lapisan. Yang miskin, yang biasa dan yang kaya; yang tua, pemuda dan anak belia. Semua hadir.
Meramaikan masjid tentu saja bernilai utama, karena pahala shalat berjamaah selalu berlipat ganda. Mereka yang memakmurkan masjid adalah orang-orang yang beriman dan mendapat petunjuk (QS 9:18). Praktek keseharian umat menunjukkan bahwa ternyata tidak mudah untuk terus memelihara ramainya jamaah di surau dan masjid. Saat-saat Ramadhan biasanya merupakan pengecualian.
Dalam bulan seperti inilah sering terasa bahwa masjid yang sudah demikian besar pun masih saja kekecilan, karena jamaah yang datang sering melimpah ruah. Terasa betul syiar Islam itu. Orang berjejal-jejal dalam shaf, sampai ke pojok-pojok. Ruang-ruang tambahan sering diadakan, entah di balkon, di sayap masjid, di lantai dasar atau lantai atas, kalau perlu di halaman luar, pokoknya di setiap ruang yang mungkin.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 7, 2008 at 9:57 am
· Filed under Islami

Selain puasa yang lazim kita lakukan, tidak makan, minum, dan berhubungan intim suami istri, seharusnya juga jika kita mengendalikan indera lahiriyah kita: lidah dengan puasa bicara, telinga dengan puasa mendengar, dan mata dengan puasa melihat. Puasa inilah yang disebut puasa tarikat. Demikian diungkapkan oleh Jalaluddin Rakhmat, dalam bukunya Meraih Cinta llahi Pencerahan Sufistik, Penerbit Rosda, 1999.
Pertama, puasa bicara. Puasa bicara lebih dari sekedar menahan lidah untuk tidak mengunjingkan orang, mencaci maki, menghujat dan menghujat balik, mengeluarkan kata-kata kotor. Lebih dari itu, puasa bicara meniscayakan kita hanya berbicara yang perlu-perlu saja atau yang betul-betul bermanfaat. “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berkatalah yang baik atau diam,” pesan Rasulullah SAW.
Diantara faedah puasa bicara adalah kita bisa menjadi pendengar yang lebih baik. Bayangkan jika semua orang tidak mau menjadi pendegar melainkan ingin berbicara semua? Apalagi jika kata-kata yang dikeluarkan cukup pedas dan menyengat. Pasti akan terjadi kontroversi (pro-kontra), konflik, dan permusuhan.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 5, 2008 at 8:48 am
· Filed under Islami

Pernahkah terlintas dalam pikiran kita, bahwa setiap memasuki Ramadhan, tingkat ‘konsumerisme’ masyarakat kita paling tinggi. Yang biasa membeli gula dua kilo di bulan biasa, bisa membeli barang itu lebih dari lima kilo di bulan Ramadlan. Itu semua bisa saja terjadi pada jenis barang-barang yang lain. Sehingga hukum ekonomipun berlaku, bahwa jika barang sedikit dan jumlah permintaan lebih banyak maka harga akan mahal.
Ini sudah terbukti sejak bertahun-tahun yang lalu setiap Ramadhan datang. Sampai menteri-menteri yang berkait dengan makanan harus melaporkan kepada khalayak bahwa: ‘persediaan ‘makanan ini dan makanan itu’ memasuki Ramadhan tahun ini mencukupi’.
Jujur saja, memasuki Ramadhan ini, tentu banyak sekali di antara kita yang merintih, pedih. Tak terelakan juga tentu keluarga kita. Karena kita telah disambut hangat oleh naiknya harga kebutuhan sehari-hari.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 5, 2008 at 8:46 am
· Filed under Islami

Setiap (menjelang) Ramadhan, wacana penutupan berbagai tempat hiburan malam kembali mencuat, dan tak jarang selalu muncul pendapat yang pro dan kontra. Sepintas, alasan-alasan yang dikemukakan kedua kalangan sangat logis. Akan tetapi jika ditelaah lebih jauh, akan kita temukan beberapa kerancuan logika yang melandasi pendapat mereka.
Di antara sekian alasan yang pro terhadap penutupan itu, salah satunya adalah bahwa bulan suci Ramadhan dan umat Islam yang berpuasa di dalamnya harus dihormati dengan jalan menghentikan segala bentuk perilaku maksiat.
Menarik menelaah seberapa jauh alasan tersebut bisa diterima. Memang, pada saat umat Islam menunaikan ibadah di bulan Ramadhan, diperlukan suasana kondusif yang memungkinkan dijalankannya puasa dan ibadah lain secara khusyuk. Maka, segala gangguan, terutama yang berbau kemaksiatan, sebisanya dihindari.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 5, 2008 at 8:45 am
· Filed under Islami

IBADAH puasa memang “aneh”. Bagaimana tidak? Dalam puasa, kita dilarang mengkonsumsi makanan dan minuman halal, baik ditinjau dari sisi kepemilikan maupun dzatnya sebelum tiba waktunya. Kita juga dilarang melakukan hubungan intim dengan istri atau suami sah kita.
Pesan apa dibalik “keanehan” tersebut. Pertama, puasa adalah peragaan penting pengendalian hawa nafsu. Kita diuji secara ekstrem untuk mengendalikan keinginan-keinginan, meskipun keinginan itu sah dan halal. Dengan peragaan seperti itu, kita diharapkan mampu mengendalikan keinginan-keinginan yang tidak sah dan haram.
Read the rest of this entry »
Permalink
September 1, 2008 at 3:33 pm
· Filed under Islami

Umar Bin Abdul Aziz pernah dibuat takjub oleh seorang bocah ketika beliau kedatangan utusan dari negeri Hijaz. Ketika itu, sang bocah maju menjadi juru bicara. Melihat seorang bocah yang maju, sang Khalifah berkata, “Wahai anak kecil, duduklah, biar orang yang lebih tua darimu yang bicara.”
Mendengar itu, sang bocah menjawab, “Semoga Allah menolongmu, wahai Amirul Mu’minin. Seseorang itu dilihat dari dua hal yang kecil, yaitu lisan dan hatinya. Jika Allah memberinya lisan yang fasih dan hati yang kuat maka ia berhak berbicara… kalaulah segala urusan, ditentukan oleh usia, niscaya di antara umat ini ada yang lebih berhak menempati singgasana itu.”
Seorang bocah yang lantang mengungkapkan isi hatinya di hadapan khalifah, sungguh sebuah perkara yang mengagumkan! Terlebih jika kita menyaksikan anak-anak kita saat ini, hari-harinya diliputi kegelisahan dan sikap minder. Jangankan berbicara lantang di hadapan orang asing, untuk bicara di depan kelas saja terkadang sangat sulit bagi mereka.
Mengapa ada anak yang memiliki kekuatan psikis? Dan mengapa ada anak yang tidak memilikinya? Bocah yang membuat takjub Umar bin Abdul Aziz adalah tipe anak yang memiliki kekuatan psikis yang menakjubkan. Kecerdasan emosional yang tinggi. Lalu apa yang terjadi dengan anak-anak kita? Apa kira-kira yang akan mereka jawab jika mereka berada dalam situasi si bocah?
Read the rest of this entry »
Permalink
September 1, 2008 at 3:31 pm
· Filed under Islami

Kedatangan seorang tamu bagi seseorang, apalagi tamu yang membawa segala yang diharapkan pastilah orang itu akan merasa riang dan gembira. Kenapa? Setidaknya, sang tamu dapat memenuhi harapan kita sebagai tuan rumah. Bagi orang yang sudah memiliki keluarga dan anak-anak, kehadiran tamu merupakan hal yang sangat menyenangkan, apalagi sang tamu sudah lama dinanti dan diidam-idamkan dalam waktu yang begitu lama.
Belum lagi bila sang tamu tergolong “the have”. Bukan tidak mustahil sang tamu dapat membantu meringankan beban materil tuan rumah. Begitu pula kiranya -hemat penulis-dengan bulan Ramadhan. Bulan yang mulia, penuh berkah, bertabur pahala dan lipatan ganjaran kebaikan merupakan “Sang Tamu Agung” yang harus kita sambut dengan senang dan gembira.
Ramadhan adalah tamu yang banyak membawa keberkahan, nikmat, curahan pahala dan berbagai kebaikan. Sangat naif sekali jika seorang Muslim tidak sadar akan kehadiran Sang Tamu Agung ini. Apalagi kalau sampai lalai dan baru sadar ketika sang tamu sudah akan pergi meninggalkan sang tuan rumah. Bukankah Nabi Saw. mengatakan bahwa jika seorang tamu datang berkunjung, ia membawa seribu berkah?
Read the rest of this entry »
Permalink