Archive for August 28, 2008

Kekayaan Hakiki, Ke Mana Hendak Dicari?

Sebuah diskusi kecil dengan rekan-rekan di ruang kantor, sebuah pertanyaan terlontar, “Apa jadinya bila seluruh orang yang ada di dunia ini diberikan oleh Allah SWT satu kilogram emas perorang?

Mereka dengan penuh tanda tanya dan merasa aneh menjawab “Ngga bakalan ada yang mau kerja”, “ngga bakalan ada yang jadi tukang sapu”, “ngga bakalan ada yang jadi sopir” tetapi ada satu jawaban smart yaitu, harga emas akan menjadi turun dan emas tidak akan berharga lagi. “Smart”, saya bilang.

Pertanyaan kedua, “Apa jadinya bila Allah menjadikan semua orang dimuka bumi menjadi Doktor semua?” Ada banyak jawaban, “semua orang jadi pinter”, “semua akan jadi professor”, yang pasti harga pendidikan tidak akan semahal ini, bahkan boleh jadi ilmu begitu murahnya sehingga orang tidak merasa terhormat bila menyandang gelar S-3 lagi, karena tukang sapu pun bergelar Doktor.

Jadi apa yang kita cari? Apakah kekayaan yang begitu banyak, ataukah gelar yang terhormat? Mengapa Allah SWT tidak menciptakan semua orang dimuka bumi menjadi kaya dan mengapakah Allah SWT tidak menjadikan manusia bergelar S-3 semua.

Read the rest of this entry »

Comments (5)

Melahirkan Pejuang Kesederhanaan

Khalifah Umar berjalan melalui lorong-lorong perkampungan. Ia temukan sebuah keluarga yang sedang memasak batu, karena tak ada gandum untuk dimasak, sementara anaknya menangis tersedu-sedu menunggu masakan itu. Ketika didekatinya, keluarga itu menjelek-jelekkan khalifah karena dianggapnya tidak peduli terhadap rakyat kecil. Ia terperanjat dan langsung pergi ke gudang beras mengambil satu karung gandum dan diberikannya kepada keluarga tersebut. Pembantunya menawarkan jasa, “Biar aku saja yang memanggul karung itu.” Umar menjawab, “Apakah kemarahan Tuhan akan bisa kau halangi ketika aku membiarkan umatku kelaparan, sementara aku tak memberinya makan?”

Pintu kantor diketuk. “Silakan Masuk!” Jawab penghuninya. Masuklah seseorang ke dalam ruangan. Orang dalam ruangan itu bertanya, “Apakah kepentinganmu untuk urusan pribadi atau urusan umat?” “Urusan pribadi.” Jawab tamu itu. Dengan cekatan dimatikanlah lampu di ruangan itu hingga gelap gulita. “Mengapa Anda matikan lampu-lampu itu, Tuan?” Tanya si tamu. “Karena urusanmu bersifat pribadi, dan lampu ini hanya akan dipergunakan untuk kepentingan umat, selain itu tidak.”

Kedua kisah di atas sangat populer di kalangan umat Islam. Keduanya selalu dikaitkan dengan model kepemimpinan dalam Islam. Kisah manusia-manusia suci yang mempertahankan amanah. Kisah kesederhanaan dan kejujuran dalam memimpin umat. Kisah empati pemimpin ketika mendapati penderitaan rakyatnya. Inilah kisah bahwa jabatan adalah amanat Allah yang harus dipertanggungjawabkan.

Read the rest of this entry »

Leave a Comment