Archive for August 14, 2008

63 Tahun Indonesia Merdeka, Sebuah Otokritik

Hampir dapat dipastikan, setiap jatuh tanggal 17 Agustus, masyarakat kita senantiasa masuk dalam euforia-euforia kemerdekaan. Hampir dapat dipastikan pula, masyarakat menggelar hajatan, baik dalam lingkup RT, RW, kampung, atau bahkan nasional. Berbagai event digelar, mulai dari olahraga, pentas seni, pengajian, dan bahkan (maaf) larung sesaji pun dilakukan. Tradisi tahunan itu sepertinya mengisyaratkan bahwa masyarakat kita benar-benar merasakan adanya kebebasan dan kemerdekaan. Ya, kebebasan untuk melakukan segalanya.

Kembali menyoroti tentang peringatan kemerdekaan, ada sederet pertanyaan yang kemudian terejawantah kedalam sebuah perenungan mendalam. Ditengah euforia masyarakat dengan berbagai macam perayaan tersebut, sepertinya masyarakat kita benar-benar melupakan setumpuk permasalahan bangsa yang sekarang benar-benar ada di depan mata. Krisis multidimensi yang apabila kita tarik benang merahnya merupakan imbas dari krisis moral, ternyata mampu terlupakan dengan dilaksanakannya panjat pinang, atau bahkan yang lebih sering identik dengan dunia anak muda, pentas band atau dangdut yang marak disebut tontonan kawula muda. Lantas dimanakah permasalahan itu semua pada setiap tanggal 17 Agustus?

Read the rest of this entry »

Comments (5)

Menimbang Ulang Calon Presiden “Daur Ulang”

Setelah Megawati Soekarnoputri menyatakan kesediaan menjadi calon presiden untuk Pemilu 2009, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengemukakan pernyataan serupa. Dua mantan presiden ingin kembali menjadi calon presiden.

Selain Megawati dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), diduga “daur ulang” atas calon presiden (capres) juga akan dilakukan beberapa partai lain menjelang pemilu mendatang. Tokoh-tokoh politik lama amat mungkin akan beredar kembali untuk menebar pesona dan menawarkan harapan serta janji-janji politik baru. Mengapa demikian? Bagaimana kita harus membaca dan memahaminya?

Read the rest of this entry »

Comments (1)

Merdeka di Ladang yang Gersang

Hmm…Kemerdekaan. Kata yang satu ini kembali akrab di telinga kita yang bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, dalam pekan-pekan ini bangsa Indonesia ada yang tengah bersuka cita merayakan kemerdekaanya yang ke-63, tepatnya 17 Agustus 2008.

Sepanjang jalan bendera merah putih berjejer seakan tengah berbaris. Umbul-umbul beraneka warna menyelingi merah putih itu. Warga ramai-ramai menghelat lomba. Acara-acara media elektronik dan cetak dengan serta merta mencoba menjadi nasionalis tulen. Berbagai jenis kendaraan dipasangi bendera cilik. Bangunan milik pemerintah dan swasta didekor semeriah dan seindah mungkin. Rumah-rumah warga dari yang mewah sampai yang butut pun tak luput ikut memasang bendera merah putih itu. Intinya satu yaitu, mereka mencoba mengaktualisasikan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-63 itu.

Pertanyaan yang kemudian menyeruak adalah: begitukah cara kita memperlakukan kemerdekaan itu? Adakah cara-cara lebih cerdas dan berperadaban dalam memaknai kemerdekaan itu?
Read the rest of this entry »

Leave a Comment

PKS, Selamat Datang Kekuasaan

Sejak bergulirnya reformasi dan berdirinya PKS, termasuk ketika masih bernama PK, PKS telah tampil beda dengan partai lainnya. Sejak awal PKS tidak terlihat sebagai partai yang ingin berkuasa, partai ini terlihat hanya ingin sebagai penyeimbang, sebagai penjaga moral, dan sekadar ingin mengoreksi kesalahan dan penyimpangan yang ada. Sejak berdirinya, kehadiran PKS terlihat lebih memosisikan diri sebagai partai dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, dan ingin menunjukkan citra sebagai partai yang berbuat nyata untuk rakyat.

PKS merupakan satu dari sedikit partai yang setidak-tidaknya terlihat selalu beraktivitas sepanjang tahun dan bukan hanya menjelang pemilihan umum saja. PKS berbuat secara konkrit dalam aktivitas yang terkait langsung dengan kebutuhan rakyat banyak, termasuk saat bencana datang menimpa rakyat, bahkan untuk yang terakhir ini partai lain seakan meniru apa yang telah dilakukan oleh PKS.
Read the rest of this entry »

Comments (2)