Archive for May 18, 2008

Quo Vadis Pendidikan Bangsa? (Momentum 100 Tahun Kebangkitan Nasional)

Kebangkitan nasional memang tidak dapat dilepaskan dari aspek pendidikan. Pendidikan merupakan tonggak perjuangan bangsa menuju kemajuan peradaban. Tanpa pendidikan yang baik, tata aturan dan etika kehidupan akan kacau, krisis moral akan merebak, hingga menimbulkan gangguan sistem ekonomi yang mengarah pada kelumpuhan stabilitas negara.

Indonesia, sebagai negara berkembang sangatlah urgen untuk memberi perhatian lebih pada bidang pendidikan yang sekarang jauh tertinggal dari negara-negara lain. Dengan meningkatkan bidang pendidikanlah, perkembangan pada bidang kehidupan yang lainnya akan tecapai hingga akselerasi kebangkitan nasional berjalan lebih cepat.

Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Kebangkitan Nasional, Antara Harapan dan Realita

Bulan Mei identik dengan kebangkitan nasional. Perkumpulan priyayi Jawa bernama Budi Utomo disebut-sebut sebagai motor penggeraknya. Walau masih terbatas di Pulau Jawa, Budi Utomo dianggap menjadi “cikal bakal” embrio kebangkitan nasional bangsa Indonesia.

Meskipun hingga kini ahli sejarah masih melakukan kajian mendalam tentang tahun dan nama kelahiran kebangkitan nasionalisme tersebut, mengingat munculnya pandangan bahwa organisasi tersebut bukan dalam lingkup nasional dan hanya mewakili kalangan Jawa.

Tetapi, paling tidak, telah terjadi sebuah gerakan perlawanan terhadap penjajah oleh mahasiswa kedokteran Stovia yang notabene sekolah milik pemerintahan penjajah. Merupakan kearifan lokal (local wisdom) yang menjadi stimulant dan pijakan awal kebangkitan nasional.
Read the rest of this entry »

Comments (1)

Pemuda dan Agenda Reformasi Bangsa

Istilah pemuda atau generasi muda umumnya dipakai sebagai konsep untuk memberi generalisasi golongan masyarakat yang berada pada usia paling dinamis, yang membedakan dari kelompok umur anak-anak dan golongan tua. Menurut budayawan Taufik Abdullah, pemuda bukan cuma fenomena demografis, akan tetapi juga sebuah gejala historis, ideologis, dan juga kultural. (Pemuda dan Perubahan Sosial, LP3ES, 1987).

Dalam setiap episode transisi politik, peran pemuda-terutama para pemuda “elite” selalu terlibat di dalamnya. Mereka adalah generasi terpelajar – mahasiswa, profesional, akademisi, dan para aktivis pada umumnya – yang berasal dari kalangan menengah, tinggal di kota besar, memiliki kepekaan sosial dan empati politik yang tinggi.

Read the rest of this entry »

Leave a Comment