Archive for April 15, 2008

Kartini, Ahmad Wahib dan Soe Hok Gie

Hikmah apa yang bisa kita petik dari Raden Ajeng Kartini, Ahmad Wahid dan Soe Hok Gie? Ketiga nama itu sepertinya tak pernah habis menjadi bahan pembicaraan. Padahal, ketiganya adalah sosok yang jelas-jelas berbeda, hidup dalam zaman yang berbeda pula. Kartini hidup semasa kolonialisme Belanda sedang berjaya di persada nusantara. Soe Hok Gie hidup dalam zaman peralihan, masa kemunduran Soekarno transisi menuju era Soeharto. Sementara Wahib, hadir di zaman awal pemerintahan Orba, saat umat Islam mengalami posisi marginal dan stagnan.

Kartini begitu harum namanya sebagai pejuang perempuan dalam menghadapi dominasi feodalisme patriarkhi, sehingga setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, hari emansipasi kaum perempuan. Soe Hok Gie dikenal sebagai intelektual muda yang giat melawan tirani rezim Soekarno. Wahib terkenal dengan gagasan pembaruan Islamnya. Ia yang juga salah satu motor penggerak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Hanya itu?

Read the rest of this entry »

Comments (4)

Televisi, Antara Fungsi Sosial dan “Agama Baru”

Televisi yang saat ini sudah tayang 24 jam dari sejumlah stasiun penyiaran (siaran swasta, berlangganan, publik dan komunitas) dengan program acara meliputi hampir seluruh aspek kehidupan kita, telah begitu menarik dan sangat banyak menyita perhatian manusia dari segala jenis status, usia dan jenis kelamin.

Televisi telah menjadi “agama baru” karena dalam kenyataannya memang sudah terlalu sering peran dan fungsi agama diambil alih oleh televisi. Telah diyakini dan diakui bersama bahwa peran agama dalam kehidupan dipandang sebagai hal yang sangat dipentingkan dan menjadi pedoman dalam menjalani segala aspek kehidupan.

Setidaknya, selama ini agama berfungsi sebagai pelipur lara di kala duka, menjadi pedoman dan cermin dalam bertingkah laku, di mana ritme dan jadwal kehidupan kita senantiasa harus disesuaikan dengan agenda ritual keagamaan.

Akan tetapi, jika kita mencoba merenungkan dengan apa yang telah dan sedang terjadi di sekitar kita saat ini, khususnya tentang daya tarik dan kekuatan pengaruh televisi dalam kehidupan keluarga, maka boleh jadi kita tidak bisa menyangkali, bahwa peran dan fungsi keagamaan tersebut, sebagian besar telah diambil alih oleh televisi.

Read the rest of this entry »

Comments (6)