Pernah dimuat pada kolom Opini harian Radar Banjarmasin, Sabtu/ 19 April 2008 dan pada kolom Surat Pembaca, harian Mata Banua, Jumat/ 18 April 2008.
HIRUK pikuk Pemilihan Kepala Daerah Hulu Sungai Selatan (Pilkada HSS) semakin hari semakin memanas. Prediksi-prediksi sampai pada klaim kemenangan dari pemerhati politik dadakan, tim sukses para kandidat bahkan sampai buruh bangunan pun setiap hari dapat kita saksikan.
Tidak hanya di media cetak atau elektronik, kantor pemerintahan/ swasta, sekolah-sekolah sampai pada warung-warung kopi sekalipun, pilkada HSS seolah menjadi menu wajib dan primadona dalam obrolan ringan sehari-hari. Tapi bagi penulis, suasana demikian adalah hal yang lumrah terjadi dan bahkan menjadi kelaziman dalam setiap perhelatan demokrasi di manapun dan kapanpun.
Mencermati hal di atas sebenarnya momen pilkada HSS kali ini kiranya dapat menjadi sebuah refleksi dan kesempatan baik bagi masyarakat HSS untuk memotong mata rantai pemimpin buruk di bumi Antaluddin, lantas siapa yang pantas memimpin Kandangan ke depan?







