Penyair besar Persia, Hafiz berkata: “Tak seorangpun di kolong dunia ini menapaki hidup tanpa cinta dan kasih sayang”. Benar adanya apa yang dikatakan oleh penyair di atas. Segala sesuatu yang hidup dan bergerak senantiasa mendambakan cinta dan kasih sayang. Cinta adalah mata air kehidupan. Agamapun tak terkecualikan dalam hal ini. Agama yang mengklaim hidup sepanjang masa, hanya bisa tumbuh dan bertahan karena cinta. Agama yang membesarkan dirinya dengan kekerasan dan kebencian pada hakikatnya sedang membunuh dirinya sendiri secara perlahan. Agama yang bekerja untuk menumpuk lawan daripada menambah kawan, sebenarnya sedang berjuang untuk menamatkan riwayat hidupnya.
Agama yang mengedepankan peperangan di atas perdamaian adalah agama yang berasal dari Tuhan yang Maha Pemarah, atau mungkin lebih tepatnya “Yang Maha Pengganyang”, bukan Maha Penyayang. Agama yang mengajarkan kebencian dan permusuhan adalah agama yang bertolak belakang dengan fitrah manusia. Dan manusia tidak akan dapat hidup dengan sesuatu yang bertentangan dengan fitrahnya. Sebab, manusia hanya bisa hidup dengan kasih sayang dan kelembutan, bukan dengan kebencian dan kekerasan.





