Archive for March 3, 2008
March 3, 2008 at 2:39 am
· Filed under Islami

Saya mungkin termasuk orang yang tidak mau terjebak dalam histeria massa untuk segera menonton film Ayat-ayat Cinta, yang kini tengah tayang di bioskop-bioskop di tanah air, termasuk di kota Banjarmasin. Konon edisi bajakan film Ayat-ayat Cinta ini telah beredar luas di tengah masyarakat.
Ayat-ayat Cinta (AAC) sudah saya kenal ketika novel ini pertama kali diterbitkan, kira-kira tahun 2004. Novel drama romantis yang ditulis oleh Habiburahman El-Shirazy atau yang biasa dipanggil dengan “Kang Abik” ini booming dikalangan pemuda pemudi islam, baik dari kalangan penggemar sastra maupun umum. Pasalnya walaupun ditulis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, akhlaqul karimah serta kehormatan, namun tidak mengurangi sedikit pun rasa dan citra romantis dari novel tersebut. Pada sisi ini saya menaruh apresiasi yang tinggi pada Kang Abik.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 3, 2008 at 2:35 am
· Filed under Umum

Jika anda termasuk pembaca novel atau penonton setia film Harry Potter (HP), anda dipastikan tidak akan alpa pada kilatan cahaya yang tercipta dari tongkat Harry, Voldemort yang seram nyaris tak berbentuk, atau si Harry sendiri yang tak pernah lupa kacamata. Banyak peristiwa menakjubkan yang diciptakan secara luar biasa oleh seorang JK. Rolling sang pengarang novel itu.
Tak heran, HP telah menjadi mantra yang berhasil menyihir jutaan manusia lintas usia zaman ini. Sebuah majalah dunia Book bahkan menyebut, HP adalah cerita dengan karakter terbaik di dunia (edisi “100 Best Fictional Characters”). Ramalan tentang akan segera berakhirnya peminat HP di tepis jauh-jauh oleh HP-7 edisi terbaru yang terbit tahun ini. HP masih menyimpan sihir, masih terlalu kuat membius, HP masih menjadi fenomena. Lalu apa hikmah yang dapat kita petik?
Read the rest of this entry »
Permalink
March 3, 2008 at 2:33 am
· Filed under Pendidikan

Sebuah kebanggaan dengan rendah hati jelas terlihat dari wajahnya ketika menceritakan perjalanan riwayat hidupnya. Mulai dari kecil hingga membesarkan anak-anaknya. Guratan dahinya jelas menggambarkan beratnya beban hidup yang harus diembannya.
Rambutnya yang sudah hampir memutih semua menampilkan kedewasaan berpikirnya. Ada keikhlasan dari tiap kata yang dilontarkannya. Ada ketulusan dan idealisme dari sorot tajam matanya. Walau terkadang ada kekecewaan yang terlintas dari ungkapan seseorang yang sudah tahu banyak arti sebuah kehidupan, tapi do’anya tetap tulus untuk kebaikan.
Langkah kaki yang tidak lagi seimbang masih menuntunnya melangkah ke mesjid di ujung jalan untuk Shalat Subuh berjamah. Hanya buku-buku dan Al Quran yang tiap hari menemaninya menjalani sisa-sisa hayatnya.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 3, 2008 at 2:32 am
· Filed under Pendidikan
Pernah dimuat pada harian Kalimantan Post, Rabu/ 23 April 2008

TERMINOLOGI madrasah sebagai nama lembaga pendidikan Islam dewasa ini tidak asing lagi bagi pendengaran masyarakat Indonesia. Madrasah Aliyah, seperti halnya Sekolah Menengah Umum (SMU) yang berada di bawah koordinasi Depdiknas, terbagi menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS). Yang disebut terakhir pengelolaannya dapat dilakukan oleh perseorangan maupun kelompok atau yayasan.
Dalam perkembangannya, pada Madrasah Aliyah kemudian juga dikenal istilah Madrasah Aliyah Negeri Model (MAN Model), Madrasah Aliyah Keagamaan dan Madrasah Aliyah Keterampilan (MAK). Madrasah Aliyah Negeri Model adalah madrasah yang di desain dengan berbagai kelengkapan serta keunggulan dalam aspek akademik, kualifikasi guru dan kepala madrasah, fasilitas serta memiliki kualitas manajemen dan administrasi yang baik. Keberadaannya diharapkan menjadi contoh dan pusat sumber belajar bersama bagi madrasah lain yang ada di sekitarnya.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 3, 2008 at 2:29 am
· Filed under Islami
Pernah dimuat pada Harian Mata Banua, Jum’at/ 14 Maret 2008

Bagi umat Islam, Kitab Suci al-Qur’an tidak sekedar berfungsi sebagai bacaan mulia dan media komunikasi dalam beribadah kepada Tuhan. Dalam Islam, al-Qur’an menempati posisi yang paling sentral dari seluruh bangunan Islam, oleh karena seluruh petunjuk kehidupan dapat dicari rujukannya dalam Kitab Suci ini.
Dalam konteks inilah al-Qur’an disebut juga sebagai Imamnya orang-orang Islam. Inilah, antara lain, yang membedakan Islam dengan agama-agama lainnya, al-Qur’an bagi umat Islam merupakan firman suci sebagai Kitab Petunjuk ilahi, karena hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah SWT, Sang Pemilik firman.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 3, 2008 at 2:23 am
· Filed under Islami
Pernah dimuat pada Harian Radar Banjarmasin/ Jumat, 29 Februari 2008

MARTAPURA, kota yang terkenal dengan julukan serambi mekkah, kini sedang bersolek dan berbenah. Satu perhelatan akbar akan segera digelar pada tanggal 8 sampai dengan 15 Maret mendatang, bertajuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIV Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan.
Berbagai instansi pun dilibatkan demi mendukung suksesnya acara tersebut. Pembenahan sarana dan fasilitas mulai dilakukan untuk menyambut kafilah dari berbagai daerah, seperti pembuatan pintu gerbang MTQ yang rencananya akan dipasang di empat lokasi, yakni di perbatasan Kota Martapura dan Banjarbaru, di jembatan Sungai Paring, jembatan Martapura I dan II. Begitu pula pemasangan baliho, umbul-umbul dan lampu-lampu hias di sepanjang jalan protokol A.Yani, pengecatan tiang-tiang listrik, memperindah trotoar dan median jalan, juga merapikan pohon-pohon dan taman kota.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 3, 2008 at 2:20 am
· Filed under Pendidikan

Ada beberapa persoalan dan pertanyaan mendasar terkait dengan maraknya “budaya kekerasan”, khususnya yang terjadi di lembaga-lembaga pendidikan. Pertama, mengapa kultur dan struktur kekerasan itu dapat terjadi di sebuah lembaga pendidikan? Kedua, bagaimana visi profetik menjadi ruh pendidikan sehingga tidak melahirkan budaya kekerasan? Ketiga, paradigma apa yang seharusnya diambil untuk memajukan sistem pendidikan agar tidak lagi terjadi “salah asuh” dan “salah kultur” di lingkungan pendidikan?
Terbentuknya kultur dan struktur kekerasan di suatu lembaga pendidikan, antara lain, disebabkan oleh pendangkalan spiritualitas atau tidak adanya spiritualisasi pendidikan. Nilai-nilai spiritual mulai tercerabut dari sistem pendidikan. Sementara itu, yang ditonjolkan adalah egoisme relasi senior-yunior yang cenderung militeristik dan berbudaya feodalistik.
Read the rest of this entry »
Permalink
March 3, 2008 at 2:17 am
· Filed under Pendidikan

Guru sebagai salah satu komponen utama bangsa, memiliki peran penting dalam menghasilkan SDM yang berkemampuan dan berkualitas. Hal ini, karena di tangan mereka konsep-konsep pembelajaran diberikan kepada anak didik secara praktis dan mudah dimengerti. Tuntutan yang menjadi tantangan adalah membuat anak didik mau, tertarik dan senang saat belajar di kelas, selanjutnya berkeinginan belajar secara mandiri serta menghasilkan anak didik yang memiliki kompetensi tinggi.
Seorang guru yang baik selalu dituntut mampu melahirkan manusia-manusia yang baik, bukan sekedar murid yang pintar. Guru dituntut tak hanya mampu “menggarap” kognisi (rasio-logika), tetapi juga afeksi (rasa, cipta, karsa dan sikap).
Read the rest of this entry »
Permalink
March 3, 2008 at 2:15 am
· Filed under Pendidikan

Beberapa penulis yang telah berpengalaman, seperti Eka Budianta, pernah mengungkapkan kepada publik bahwa menulis itu mudah. Kalau tidak percaya, baca saja bukunya yang berjudul Mengebrak Dunia Mengarang. Bahkan sang penulis yang berambut gondrong, yang sempat menuai kontroversi di tanah air, Arswendo Atmowiloto, mengatakan bahwa menulis itu gampang.
Tidak juga percaya? Baca saja bukunya Menulis Itu Gampang. Banyak lagi penulis lain yang selalu memotivasi kita, para remaja, orang tua atau siapa saja untuk menulis. Hernowo, lelaki kelahiran Magelang yang kini menjadi penulis best seller di penerbit MLC yang sangat produktif dalam menuliskan kiat-kiat menulis juga mengatakan menulis itu sangat mudah. Salah satu bukunya yang masih baru adalah Menjadi Guru Yang Mau dan Mampu Membuat Buku. Berbagai kiat atau resep menulis ditawarkan kepada guru. Dalam kata pengantarnya, Hernowo berharap, “Saya ingin para pengajar di seluruh Indonesia dapat menulis buku untuk para muridnya. Saya ingin sekali para pengajar itu dapat memperkaya para muridnya dengan cerita-cerita yang mengasyikkan, ditulis oleh mereka di karya-karya tulis mereka.” Hernowo dengan bahasa yang cair itu menyuguhkan cara-cara yang mudah untuk menulis. Namun, mengapa tidak banyak guru yang mau menulis?
Read the rest of this entry »
Permalink
March 3, 2008 at 2:04 am
· Filed under Pendidikan

Guru mengajar, bukanlah berita. Guru menulis, apalagi rajin menuangkan ide dan pikirannya melalui blog, itu baru berita dan patut diacungi jempol. Guru yang demikian pantaslah menjadi motor masyarakat akademik, yang menjadikan kegiatan baca-tulis sebagai panggilan nurani dan profesi.
Blog menjadi fenomena belakangan ini, karena mengingat reportase dan jurnalisme blak-blakan dapat dilakukan lewat blog, sehingga tak jarang para jurnalis dari mainstream publication merasa tersaingi. Mengapa? Sebab, mereka kehilangan monopoli dan kendali atas reportase suatu berita. Ini bukan hanya menyangkut cara reportasenya, tetapi juga dalam memilih apa yang cocok dan disukai oleh publik.
Read the rest of this entry »
Permalink